Home / Olahraga / NEKAT KE JAKARTA IKUT LIDA 2020, BANJIR DUKUNGAN TAK TERBENDUNG, PERJUANGAN JANNAH DILILIT DUKA TERISAK TAHU IBUNYA MENINGGAL.

NEKAT KE JAKARTA IKUT LIDA 2020, BANJIR DUKUNGAN TAK TERBENDUNG, PERJUANGAN JANNAH DILILIT DUKA TERISAK TAHU IBUNYA MENINGGAL.

RUSTAM RETTOB, S.AP / WARTAWAN MATARADARINDONESIA.COM

Fakfak – Dalam gelaran audisi kali ini, ada pemandangan cukup menyentuh hati. salah satu peserta audisi LIDA asal Fakfak Papua Barat, Siti Nurjannah Rumasukun berhasil memukau dewan juri diantaranya Dewi Perssik dan Nassar.

Penampilannya mampu meyakinkan para dewan juri. Tampak penampilan Jannah mendapat apresiasi dari dewan juri.

Dewi Perssik bahkan meneteskan air mata menyaksikan penampilan Jannah. Begitu sepenggal kisah ananda Nurjanah dipentas LIDA.

Gadis remaja bertalenta ini tumbuh otodidak, Mandiri dan sendiri tiba-tiba menghentak jagad Indonesia, membangunkan kita warga Fakfak dan Papua Barat, haruskah mendukung lewat SMS ?? itu pasti !! itu nurani, itu jiwa, itu Fakfak, itu harga mati…

Tapi tidak harus berhenti disana, Fakfak banyak telenta muda (tarik suara & musik), mereka belum terfasilitasi dengan baik,

Perlu atensi penuh untuk mengembangkan talent-talent ini, perlu arahan, perlu support dari sistem agar lahir para Jannah Rumusukun lainnya.

Saatnya kita harus memiliki Gelanggang Generasi Muda (GGM) yang mampu memfasilitasi talent-talent, anak-anak kita harus diprakarsai,

GGM yang memenuhi syarat dan integratif untuk mengembangkan dan mengarahkan generasi muda dalam bidang kekinian, Begitu pesan (Mr. ZAB) di akun facebooknya Zainal Abidin Bay.

Mohon do`a dan dukungan seluruh warga masyarakat papua barat dengan cara, Ketik LIDA5 (spasi) JANNA, kirim ke : 97288,

“Fakfak kedepan harus memiliki GELANGGANG GENERASI MUDA sebagai wadah pengembangan minat & bakat, menyalurkan hobby serta meningkatkan prestasi melalui kegiatan Seni Budaya, Olah Raga, Ilmu Pengetahuan & Keterampilan”, Minta ZAB

Anggota DPD – RI Dapil Papua Barat Periode 2019-2024, Sanusi Rahaningmas dalam akun fabeooknya juga menurutkan rasa haru bercampur duka yang sangat mendalam ketika anak berusia 14 tahun ini tampil membawah nama provinsi papua barat dari Kabupaten Fakfak,

Saat itu penampilan yang penuh percaya diri terhentak berlinang air mata yang cukup menyentuh semua orang hingga saat ini, Jannah, sapaan (Siti Nurjannah Rumasukun) harus menelan rasa kekecewaan yang sangat pantas atas ridho allah swt karena kepergian ibunya saat dia berlagak di pentas LIDA untuk selama-lamanya.

“Allah Maha Besar, Allah Maha Pencipta, dan Allah Maha menguasai langit dan bumi serta isinya, termasuk Manusia sebagai mahluk ciptaan Allah Swt yg palig sempurna diantara Mahluk-mahluk yg lain di muka bumi yang Fana ini.

Ditengah perjuangan untuk sebuah prestasi dan cita-cita awal dalam dunia kontestan LIGA DANGDUT INDONESIA, Seorang Anak perempuan berusiah (14) tahun tergolong Remaja yang cukup kuat dan tegar karena doa dari orang tua dan keluarga besarnya,

Seorang SITTI NURJANAH RUMASUKUN rela meninggalkan Kota Pala Fak-fak, meninggalkan keluarganya, adik-adiknya, dan ibunya yg lagi sakit dan bapaknya telah tiada hanya dengan satu cita-cita dan tujuan adalah bagaimana untuk bisa menyembuhkan mamanya yg lg sakit ketika dia berhasil Lolos dalamm Kontestan LIGA DANGDUT INDONESIA di Indoensiar,

Di penghujung keinginanya Allah Swt melimpahkan Rahmat dan Kasih SayangNya kepada SITI NURJANAH RUMASUKUN dan Ibunda Tercintanya yang lagi dalam keadaan sakit di kota Pala Fak Fak,

Putusan Allah Swt/Tuhan Yang Maha Kuasa tidak ada satupun manusia di muka bumi yangg tau dan ini nyata dirasakan dan dialami oleh seorang Siti Nurjannah Rumasukun

Jumat 16 Januari 2020 sekitar pukul 12.30 Wit, merupakan hari duka bagi Jannah yang kini menyandang status Yatim Piatu,

Karena kasih sayang Allah Swt yang lebih besar sehingga Ibunya dipanggil untuk menghadap Allah SWT ditengah perjuangan Sang Putrinya ditetapkan Dewan Juri LIDA 2020 dinyatakan berhasil Lolos Jadi Peserta dari Provinsi Papua Barat pada Kontestan LIDA 2020 di Indoensiar,

Semoga dengan kejadian yang menimpahnya dapat menghantarkan dia menjadi Juara peserta LIDA Tahun 2020 di Indosiar, dan Almarhum Ibunya Khusnul Kotimah”, Pesan Rahaningmas dikutip dari akun fabeooknya,

PENAMPILAN JANNAH, PESERTA ASAL PAPUA BARAT PUKAU JURI LIDA 2020, DEWI PERSSIK MENANGIS

Nekat ke Jakarta Ikut LIDA 2020, Jannah terisak tahu ibunya meninggal, Nassar, Dewi Perssik menangis, Foto Istimewa

Penampilan Siti Nurjannah Rumasukun mendapat perhatian serius dewan juri hingga Dewai Perssik terpukau karena kehadiran si Jannah 14 tahun itu membuatnya menangis

Audisi Liga Dangdut Indonesia (LIDA) 2020 kembali digelar, para peserta dari berbagai daerah di Indonesia saling berlomba untuk bisa lolos ke babak berikutnya.

Dalam gelaran audisi kali ini, ada pemandangan cukup menyentuh hati, Salah satu peserta audisi LIDA asal Kabupaten Fakfak Papua Barat,

Siti Nurjannah Rumasukun berhasil memukau dewan juri diantaranya Dewi Perssik dan Nassar. di tengah kebahagiaan berhasil lolos, Jannah harus ditinggal sang mama untuk menghadap Allah Swt selamanya,

Tangisan Jannah dipentas LIDA Indosiar membuat banyak orang yang menyaksikan penampilan ini meneteskan air mata mereka,

Nyanyi Kejora.

Dalam audisi LIDA 2020 ini, Jannah menyanyikan lagu ‘Kejora’ di hadapan dewan juri. Suara Jannah rupanya mencuri perhatian para dewan juri, penampilannya mendapat apresiasi dan mampu meyakinkan para dewan juri,

Sang Mama Sakit.

Usai menyanyikan lagu tersebut, para dewan juri berkesempatan berbincang dengan Jannah. Dewi Perssik menanyakan tujuan Jannah ikut LIDA 2020. “Kamu niatnya ikut lida ini untuk apa?” tanya Dewi Perssik.

Ternyata di luar dugaan, perempuan berumur 14 tahun tersebut ikut audisi karena ingin menyembuhkan sang mamah yang sedang sakit, “Buat sembuhin mama,” kata Jannah.

“Sembuhin mama?” tanya Dewi lagi, “Mama sakit. Sakit diabetes,” jawab Jannah lagi, “Papa masih ada?” tanya dia lagi, “Papah udah meninggal dari 2017,” jawab Jannah.

“Kamu sayang ga sama mama”, tanya Dewi Perssik, “Sayang banget”, Jawab jannah, “Berarti kamu mau berkorban untuk mamah kamu,” kata Dewi Perssik., “Iya”, Jawab si jannah yang kini menyandang status Yatim Piatu itu

Nyanyikan Lagu untuk Sang Mama

Jannah kemudian menyanyikan lagu untuk sang mama yang sedang sakit. Dia menyanyikan lagu ‘Muara Kasih Bunda’. penampilan Jannah kembali memukau dewan juri. Dewi Perssik bahkan hingga meneteskan air mata saat menyaksikan penampilan Jannah.

Jannah Dinyatakan Lolos

Ketiga dewan juri menyukai penampilan Jannah. Mereka pun menyatakan Jannah berhak lolos ke babak berikutnya. “Kita yes,” kata Nassar mewakili dewan juri, “Makasih,” kata Jannah.

Ungkapkan Sayang untuk Sang Mama

Jannah mengungkapkan rasa sayangnya kepada sang mama yang sedang sakit, “Mama Jannah sayang banget sama mama. Semoga mama sehat sehat dan Jannah bisa terus sama-sama mama. Mama mama jangan pergi,” ucap Jannah.

Pantauan media mataradarindonesia.com di Kabupaten Fakfak dan terpantau melalui berbagai akun media sosial, seruan untuk dukungan Sitti Nurjannah Rumasukun yang kini berstatus Yatim Piatu tersebut semakin gencar dilakukan,

Di kabupaten Fakfak misalnya, sekitar pukul 10.00 pagi dini hari bertempat di lampu merah dekat pasar plaza thumburuni fakfak (pasar bekas dibakar-red),

Sekelompok masyarakat melakukan aksi dukungan dengan cara membagikan berbagai stiker bertujuan ingin memberitahu kepada masyarakat kabupaten fakfak dan sekitarnya untuk menyaksikan tampilan anak berusia 14 tahun tersebut.

“Mohon do`a restu seluruh warga masyarakat provinsi papua barat dengan cara : ketik, LIDA5 (spasi) JANNA, kirim ke 97288”, Pesan anda akan menentukan nasib anak yang kini berstatus fakir miskin dan berjuang demi menyambung hidup adik-adik mereka,

About admin

Check Also

Tim GusTus Covid-19 Fakfak Masuk Kampus, Ini Penjelasan Sekda.

Fakfak – Satuan Tim Gugus Tugas Covid-19 Fakfak merupakan perpanjangan tangan dari pemerintah kabupaten fakfak ...

Perkuat Ekonomi Dibidang Pertanian, Cawabup Fakfak : Bidang Perikanan Pasti Kita Evaluasi

Fakfak – Pertemuan Terbatas, Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Fakfak, Samaun Dahlan – Clifford ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!