Home / Headline / Tragedi Pilu Menimpa “Brilian Papua Barat”, Janna Kehilangan Ibunda Tercinta Ditengah Perjuanganya Dalam Audisi 2020

Tragedi Pilu Menimpa “Brilian Papua Barat”, Janna Kehilangan Ibunda Tercinta Ditengah Perjuanganya Dalam Audisi 2020

Laporan : Rustam Rettob / Wartawan MataradarIndonesia.com

Bila sudah waktunya, maka tak ada satupun yang dapat menghalangi kehendak Allah Swt. Apalagi ketentuan itu menimpa seorang ibu yang dicintai.

Kisah inilah yang dialami salah satu peserta audisi Liga Dangdut Indonesia (LIDA) 2020.

Momen haru biru itu tersaji di konser Bhinneka Tunggal Ika pada 24 Januari 2020 dan menimpa Siti Nurjannah Rumasukun atau Janna asal Fakfak Papua Barat.

Ia harus kehilangan sang bunda untuk selama-lamanya. dikala Jannah berjuang dalam audisi LIDA 2020.

Padahal, Janna ikut kompetisi LIDA 2020 ini agar bisa membantu pengobatan sang bunda tercinta.

Namun saat selesai audisi Janna mendapatkan kabar dari sang paman bahwa sang bunda sudah meninggal dunia.

Gadis manis asal Fakfak, brilian Papua barat ini awalnya tidak mengetahui bahwa ibunya telah meninggal.

Dirinya yang mengenakan hijab berwarna kuning mewakili daerahnya berhasil memukau para juri dengan penampilannya.

Jannah berhasil merebut hati para juri setelah berhasil menyanyikan lagu “Kejora” dan “Muara Kasih Bunda”.

Tidak hanya Juri, wanita berparas chantik asal Kabupaten Fakfak ini mampu gemparkan masyarakat indonesia melalui kisahnya.

Bahkan para juri, Dewi Perssik hingga Nassar, pun tampak kagum dengan suara emas gadis yang kerap disapa Jannah tersebut.

Jannah sendiri berhasil mendapatkan selempang dan otomatis lolos ke putaran selanjutnya.

Tragedi pilu yang menimpa Jannah, membuat seantero pemirsa televise di tanah air sampai saat ini menjadi terharu dan sedih.

Jannah memang berasal di Fak-fak, namun marga Rumasukun yang melekat pada namanya,

Menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat Maluku, khususnya di Kabupaten Seram Bagian Timur.

Rumasukun adalah sebuah marga yang berasal dari Kabupaten Seram Bagian Timur.

Orang tua Jannah berasal di sana. Ikatan emosional inilah membuat gadis belia asal pulau Seram itu, mendapat simpati yang begitu tinggi.

Warga di Kabupaten Seram Bagian Timur, ikut larut dan memberikan dukungan yang begitu besar, dengan harapan Jannah bisa tampil sebagai pemenang.

Siti Nurjannah Rumaskukun Masih Duduk di Bangku SMP

Jannah masih berusia 14 tahun. Gadis belia ini  merupakan siswi dari MTS negeri Fakfak Papua Barat.

Berdasarkan pengakuan sejumlah gurunya, Jannah merupakan siswa yang baik di sekolahnya.

Jannah juga merupakan penyanyi andalan sekolah untuk mengikuti berbagai lomba di Papua Barat, menyukai musik sejak kecil, Jannah sudah sering bernyanyi di berbagai acara.

Sebelum mengikuti audisi Jannah ternyata sudah memiliki lagu single berduet dengan penyanyi papua bernama Mazter.

Lagu dangdut berbahasa daerah tersebut berjudul “jaga cinta” Jannah juga sering mencover lagu termasuk lagu lesti Kejora.

Treseduh tapi Tegar Ketika Ibu Meninggal saat Audisi

Jannah merupakan gadis belia yang tegar. mungkin inilah audisi paling sedih yang kita lihat, bagiaman tidak niat berjuang untuk mengobati ibu sedang sakit,

Jannah juga menyanyikan lagu khusus untuk sang ibu, berjudul “Muara Kasih Bunda”,

Saat Jannah menyanyikan lagu tersebut Dewi Perssik pun tampak berkaca-kaca hingga meneteskan air mata.

Aksinya tersebut pun berhasil membuat para juri meloloskannya dari audisi, wajah cerah Jannah pun terpancar karena kebahagiaan yang didapatkannya.

“Mama, Jannah sangat sayang pada mama, semoga mama sehat, dan Jannah bisa terus dengan mama,” lanjutnya.

Namun kebahagiaan tersebut berubah duka mendalam, di mana Jannah mendapati sang ibu telah tiada.

Dirinya mendapat telepon dari pamannya di Kampung, dilansir dari tayangan YouTube Indosiar, salah seorang juri, Dewi Perssik pun bertanya soal motivasi Jannah mengikuti LIDA 2020.

“Niat kamu mengikuti LIDA 2020 apa sih sayang?” tanya Dewi Perssik.

Lantas Jannah pun menjawab niatnya untuk menyembuhkan sang ibu yang tengah sakit.

Jannah menjelaskan sang ibu tengah mengidap sakit diabetes, saat ditanya soal sang ayah, Jannah menyebut ayahnya telah meninggal.

Sementara salah seorang juri Beniqno bertanya soal finansial yang membiayai Jannah, setelah sang ayah meninggah. “Dari adik mamak,” jawab Jannah.

Jannah pun mengatakan bahwa dirinya sangat sayang dengan ibunya, dan dirinya mau berkorban untuk ibunya, demi kesembuhan sang ibu.

Saat disambungkan telepon selulernya dengan keluarganya, berharap sang ibu yang berbicara, namun ternyata disambut oleh Pak Mus, paman dari Jannah.

“Bapak Mus, ini lho Jannah berhasil masuk ke konser Show,” Tutur Nassar.

Mus pun disambungkan ke Jannah, dan mengapresiasi capaian yang diraih Jannah, lantas dirinya menyebut keluarga senang dengar kabar tersebut.

Namun saat Jannah bertanya soal sang ibu, pamannya hanya menjawab sang ibu kini tengah berkumpul dengan keluarganya, sembari terdengar isak tangis.

“Mama kemarin masuk rumah sakit hari Senin, sekarang mamanya lagi kumpul sama keluarga,” terang paman Jannah.

Lantas Jannah pun berucap apakah sang ibu melihat aksinya di audisi LIDA 2020.

“Mama lihat? mana mama? Jannah pengen bicara,” tanya Jannah kepada sang Paman.

Lantas sang Paman menjawab keluarga sayang dengan ibu Jannah, “Tapi mungkin Allah lebih sayang dengan mama Jannah,”.

Jannah terisak mendengar kabar tersebut. begitu pula dengan para juri, yakni Dewi Perssik, Beniqno, serta Nassar.

Tangis Jannah langsung pecah saat pamannya berkata, “Mama tadi dipanggil sama yang Maha Kuasa.”

Siti Nurjannah Rumasukun dapat kabar mamanya meninggal, Foto Istimewa

Jannah terus menangis hingga tak bisa lagi merespon suara pamannya yang memanggil namanya di telepon.

Mendengar kabar duka tersebut, para juri tak melepas pelukan mereka kepada Jannah hingga tangisan Jannah mereda.

Diketahui, Janna merupakan salah satu dari dua peserta asal provinsi papua barat dalam mengikuti Audisi Bhineka Tunggal Ika di Indosiar tahun 2020,

Ibu dan Ayah Janna kini telah tiada, perjuangan Janna yang kini berstatus sebagai sorang Yatim Piatu dililit duka yang sangat mendalam,

Kepergian kedua orang tua hendak meninggalkan 7 orang anak, mereka adalah : Siti Susana Rumasukun, Siti Nurjannah Rumasukun (Janna),

Haslia Rumasukun, Hasna Rumasukun, Asma Rumasukun, Dani Rumasukun, Daffa Rumasukun,

Ketegaran dan keteguhan Janna dalam menghadapi cobaan dari Allah Swt membuat dukungan kepada Janna tak terbendung,

Janna kini telah lolos audisi dan sementara sudah dikarantina dalam proses bimbingan dan latihan,

Dukung terus wanita chantik, brilian Papua Barat asal Kabupaten Fakfak ini dengan cara, Ketik : LIDA (spasi) JANNA, kirim ke : 97288, semoga niat dan cita-citanya tercapai,

Diunggah dari akun facebook diatas dalam bentuk screenshot,

About admin

Check Also

Soal Penolakan UU Cipta Kerja, Ali Mochtar Ngabalin : Tempuh Jalur Hukum Saja, MK Itu Lembaga Resmi Negara

Fakfak – Menyikapi polemik penolakan UU Cipta Kerja tersebut, Staf Khusus Presiden, Ali Mochtar Ngabalin ...

Dua Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Fakfak di Deadline, KPU Berharap Kerjasamanya

Fakfak – Dua pasangan calon bupati dan wakil bupati fakfak masing-masing, Samaun Dahlan – Clifford ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!