Home / Metro / Sosbud / Minggu Pagi di Pasar Terapung, Lok Baintan, Banjarmasin Bersama Sekda dan Ketua PWI Fakfak

Minggu Pagi di Pasar Terapung, Lok Baintan, Banjarmasin Bersama Sekda dan Ketua PWI Fakfak

Oleh : Rustam Rettob, S.AP/MataradarIndonesia.com

Berpetualang ke Kalimantan Selatan, khususnya di Kota Banjarmasin, rasanya belum lengkap jika belum mampir dan menikmati eksotisnya Pasar Terapung berikut pernak-perniknya.

Sejauh ini di Kalimantan Selatan dikenal ada 3 (tiga) destinasi Pasar Terapung yang menawarkan sensasi dan eksotisme yang sedikit berbeda-beda, yaitu.

Pasar Terapung alami tertua yang berusia ratusan tahun di muara sungai kuin di tepian Sungai Barito, Pasar Terapung buatan di sekitar menara Pandang atau Siring Tendean Sungai Martapura (keduanya terletak di Kota Banjarmasin) dan yang terakhir adalah Pasar Terapung Lok Baintan, di Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar yang sekarang sedang naik daun.

Ketua PWI Fakfak Rico Letsoin, dan Kepala TU Setda Fakfak Taufiq Safa`at saat menuju Pasar Terapung Lok Baintan, Banjarmasin, Ft Rustam Rettob/mataradarindonesia.com.

Menikmati keunikan Pasar Terapung di Kalimantan Selatan, seperti Pasar Terapung Lok Baintan sebagai salah satu destinasi petualangan dan budaya terbaik di Indonesia dan dunia merupakan salah satu moment yang tidak akan pernah terlupakan seumur hidup!

Selain bisa menikmati keunikan salah satu produk budaya Sungai khas Suku Banjar yang telah ada sejak ratusan tahun lalu, di Pasar Terapung ini kita juga bisa menikmati keindahan landscape alam perairan dan hijaunya lingkungan Kalimantan yang memang dikenal sebagai paru-paru dunia.

Selain itu, keunikan proses interaksi dan transaksi didalamnya, ditambah dengan keramahan masyarakat Banjar, khususnya para pedagang yang akan selalu menyapa kita para pengunjung dengan senyuman hangat dan bersahabat khas masyarakat pedesaan di pedalaman Kalimantan, menjadikan Pasar Terapung selalu “ngangeni” bagi siapapun yang pernah melihat dan mengunjunginya.

Karena itulah, kalau berkesempatan mengunjungi sekaligus menikmati eksotisnya Pasar Terapung di Kalimantan Selatan, jangan sampai lupa membawa kamera atau alat perekam video! Karena banyak moment-moment special yang hanya bisa di nikmati di Pasar Terapung, menanti anda!

Pasar Terapung Lok Baintan memang selalu dijadikan destinasi yang tak boleh dilewatkan saat berkunjung ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Hal itu juga tak dilewatkan oleh rombongan Sekda Kabupaten Fakfak Drs H Alibaham Temongmere, MTP dan Ketua PWI Fakfak Rico Letsoin,

Mereka menikmati keindahan Sungai Martapura yang terletak di Desa Lok Baintan, Kecamatan Sungai Tabuk yang sudah berumur puluhan tahun ini.

Kabag Humas Setda Fakfak, Christian Ubra saat bertransaksi di Pasar Terapung Lok Baintan, Banjarmasin, Kalsel, Fto Rustam Rettob/mataradarindonesia.com

Sekda Drs H Alibaham Temongmere, MTP dan Ketua PWI Fakfak kemudian memimpin rombongan HPN asal Kabupaten dengan julukan Kota Pala Fakfak – Papua Barat sempat bertandang ke Pasar Martapura melihat berbagai aneka khas banjarmasin yang dapat dijadikan sebagai ole-ole mereka,

Selanjutnya perjalanan rombongan Sekda dan Ketua PWI Fakfak ini ke pasar terapung menggunakan tranportasi laut dengan jarak tempuh kurang lebih sekitar 45 menit dari pelabuhan asal, ke pasar Terapung Lok Baintan

Pasar Terapung Lok Baintan atau Pasar Terapung Sungai Martapura adalah sebuah pasar terapung tradisional yang berlokasi di desa Sungai Pinang (Lok Baintan) kecamatan Sungai Tabuk, Banjar

Secara umum, Pasar Terapung Lok Baintan tak beda dengan Pasar Terapung di muara Sungai Kuin/Sungai Barito, Keduanya sama-sama pasar tradisional di atas jukung yang menjual beragam dagangan,

Seperti hasil produksi pertanian/perkebunan dan berlangsung tidak terlalu lama, paling lama sekitar tiga hingga empat jam, Pasar terapung ini sudah ada sejak zaman Kesultanan Banjar,-

Di sepanjang pesisir aliran Sungai Martapura Lok Baintan terlihat konvoi perahu menuju lokasi pasar terapung. Perahu ini milik pedagang dan petani yang akan memasarkan hasil kebun mereka.

Syamsiah Bone (Zham), Staf Humas Pemda Fakfak, terlihat keceriaanya ketika berada di salah satu klotok milik pedagang di Pasar Terapung Lok Baintan, Banjarmasin, Foto Rustam Rettob/mataradarindonesia.com

Mereka berasal dari berbagai anak Sungai Martapura, seperti Sungai Lenge, Sungai Bakung, Sungai Paku Alam, Sungai Saka Bunut, Sungai Madang, Sungai Tanifah, dan Sungai Lok Baintan.

Untuk menuju pasar terapung Lok Baintan dari pusat kota bisa ditempuh dengan dua alternatif. Alternatif pertama menyusuri Sungai Martapura dengan menggunakan klotok,

Klotok dikenal sebagai salah satu transportasi jenis sampan bermesin, dengan klotok, perjalanan dari pusat kota menuju pasar terapung terbilang cepat karena membutuhkan kurang lebih 45 menit.

Alternatif kedua dengan menggunakan kendaraan darat seperti mobil. Namun, untuk alternatif kedua membutuhkan waktu lebih panjang yakni satu jam untuk mencapai pasar terapung. Hal itu disebabkan medan perjalanan yang cenderung berat dan berliku-liku.

Aktivitas perdagangan dimulai pukul 06.00 pagi sampai dengan pukul 09.30 WITA. Pedagangnya didominasi perempuan dengan memakai tutup kepala (tanggui).

Mereka menjual berbagai dagangan, seperti sayur-mayur, buah-buahan, kue-kue tradisional, dan lain-lain. di pasar terapung ini masih berlaku sistem barter, dan uang bukan merupakan alat transaksi utama di pasar terapung ini.

Umumnya, dagangan yang akan dibarter adalah hasil bumi berupa sayur mayur dan buah-buahan. besaran dan keberimbangan jumlah hasil barter tergantung kesepakatan antar kedua belah pihak (Penjual dan Pembeli-red).

Jika sepakat, maka masing-masing akan mendapatkan barang sesuai keinginan dan selanjutnya digunakan untuk keperluan pribadi di rumah,

Rombongan Sekda dan Ketua PWI Fakfak, Kabag Humas Pemda Fakfak didampingi Kepala Dukcapil Banjar Baru Kota Banjarmasin, teman dekat Sekda Kabupaten Fakfak, Drs H Alibaham Temongmere,MTP,

Setibanya dilokasi pasar terapung Lok Baintan tidak segan-segan mereka melakukan transaksi jual beli berbagai jenis makanan dan buah-buahan yang dijual oleh masyarakat yang dikenal lebih banyak dipesisir pantai martapura ini,

Transaksi jual beli antara rombongan Sekda dan Ketua PWI Fakfak serta masyarakat yang tiada hari tanpa menjual diareal tersebut berlangsung kurang lebih 30 menit, sambil menanti minggu pagi di Pasar Lok Baintan,

Setelah melakukan transaksi jual beli, rombongan Sekda dan Ketua PWI Fakfak ini sempatkan mencuri waktu disaat pagi untuk selfi – selfi bersama baik sesama anggota PWI dan Staf Setda bahkan bersama para pedagang setempat,

Salah seorang Staf Humas Setda Pemda Kabupaten Fakfak Syamsiah Bone atau sering dipanggil Zham kian semangatnya sempat mengambil alih posisi kendali jukun (perahu) mereka dan diabadikan oleh salah satu wartawan fakfak,

Pengunjung yang tiba dilokasi Pasar Terapung Lok Baintan Martapura minggu, 9 Februari 2020 kemarin terlihat kurang lebih 10 unit klotok,

Setelah mengunjungi lokasi Pasar Terapung Lok Baintan, rombongan Sekda dan ketua PWI Fakfak ini harus kembali dan selanjutnya masing-masing melanjutkan perjalanan pulang ke daerah asalnya, By by.

About admin

Check Also

Abdul Gafur Rettob : Pentingnya Keterbukaan Informasi Publik Soal Pengelolaan Dana Desa

Editor : Rustam Rettob, S.AP Ketentuan dalam Pasal 72 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang ...

KPU Fakfak Berhasil Jaring Dua Paslon Bupati-Wakil Bupati, Semua Pihak Diminta Sukseskan Pemilu Tahun 2020

Fakfak – Ketua KPU Kabupaten Fakfak, Dihuru Dekry Radjaloa,S.IP setelah merampungkan berkas dua bakal pasangan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!