Home / Ekonomi / ”Terbang Ke Bali, Bahlil Dukung Pengembangan Benoa Maritime Tourism Hub”

”Terbang Ke Bali, Bahlil Dukung Pengembangan Benoa Maritime Tourism Hub”

Fakfak – Melalui grup watshapp Humas BKPM X, Edisi 17 Februari 2020 menjelaskan bahwa pada 14 Februari 2020 — Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia bersama dengan Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir,

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama, dan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil hadir dalam Rapat Koordinasi Rencana Pengembangan Benoa Maritime Tourism Hub (BMTH) di Nusa Dua, Bali (14/2/2020)

Dikatakan, pengembangan BMTH ini akan menjadikan Indonesia memiliki hub pariwisata maritim yang berfungsi sebagai ‘Home Port’ bagi kapal cruise wisata.

Hal tersebut dapat meningkatkan konektivitas kunjungan wisatawan dengan kapal cruise antar pelabuhan di Indonesia dan diharapkan kapasitas untuk cruise pariwisata meningkat 4 kali lipat dengan kapasitas terminal penumpang 3 kali lipat.

Kepala BKPM Bahlil lahadalia menyampaikan bahwa investasi ini akan memberikan dampak ekonomi secara langsung.

“Dengan investasi tersebut akan meningkatkan ketersediaan tempat usaha bagi UMKM dan nelayan lokal, terbangunnya ekosistem pariwisata yang terdiri dari ‘Budaya, Lingkungan dan Bisnis Leisure’, serta penyerapan tenaga kerja,” ucapnya.

Selain itu, BKPM akan selalu siap dalam mendukung investasi tersebut jika mengalami kendala. “Sekarang ini BKPM sudah saya ubah menjadi Badan Koordinasi Penyelesaian Masalah,” canda Bahlil.

Dalam acara yang sama, Kepala BKPM bersama 3 menteri lainnya hadir sebagai saksi dalam penandatangan MoU “Penataan BUMN di Lingkungan Benoa Existing” oleh beberapa BUMN diantaranya, Pertamina, Indonesia Power, Perikanan Nusantara, Perum Damri, PNM, dan WIKA.

Selain itu terdapat 3 MoU lainnya yang ditandatangani dalam rangkaian kegiatan di Inaya Hotel Nusa Dua Bali tersebut.

Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan bahwa dengan sinergi BUMN dan melibatkan seluruh pihak terkait dari awal pengerjaan proyek dapat memudahkan pelaksanaan proyek BMTH ini kedepannya.

“Dengan Bali sebagai jantung pariwisata Indonesia saat ini, akan menjadi berat jika nadi-nadi nya (infrastruktur) tidak dibuat dengan baik dan tertata. Harapannya dengan sinergi bersama dalam penataan ulang Pelabuhan Benoa ini akan meningkatkan efisiensi dari ekosistem bisnis termasuk ekosistem lingkungannya,” tegas Erick.

Sejalan dengan yang disampaikan Kepala BKPM, Menteri ATR/BPN juga memberikan dukungan terhadap proyek BMTH ini, “Posisi kami mendukung dalam penyelesaian sengketa tanah dan tata ruang,” ucap Sofyan Djalil

Di lain pihak, Menteri Parekraf memberikan apresiasi terhadap inisiatif Menteri BUMN bersama jajarannya.

“Model pelabuhan terintegrasi seperti ini sangat sesuai dengan inbound strategy yang sedang kami susun dalam menarik wisatawan dari mancanegara,” ungkap Wishnutama.

Selama periode tahun 2019, realisasi investasi PMDN di wilayah Provinsi Bali sebesar Rp 7,7 Triliun dan untuk PMA sebesar USD 426 juta.

Realisasi investasi tersebut didominasi oleh sektor pariwisata dimana 39 persen wisatawan mancanegara di Indonesia merupakan kontribusi dari Bali serta menyumbang 28,8 persen devisa negara. (RR)

About admin

Check Also

Gandeng Erick, Bahlil, Lutfi, Sandi Mau Selamatkan 40 Juta Lapangan Pekerjaan

Fakfak – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) yang baru, Sandiaga Salahuddin Uno melakukan gerak cepat. Setelah ...

Bos BKPM Buka-bukaan Kondisi Tambang Emas Freeport di Papua

Nasional – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkap kondisi tambang emas Freeport di Papua. Dia ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!