Home / Metro / Kesehatan / Perangi Corona, dr Subhan Ancam Lockdown RSUD Fakfak, Satu Pasien Satu Warga.

Perangi Corona, dr Subhan Ancam Lockdown RSUD Fakfak, Satu Pasien Satu Warga.

Fakfak – dr Subhan Rumoning dikenal sebagai seorang dokter muda yang berdisiplin ilmu sebagai dokter ahli penyakit dalam, dia baru diangkat sebagai direktur RSUD Fakfak menggantikan dr Maulana K Patiran November 2019 lalu,

Selama menjabat sebagai Direktur RSUD Fakfak, dr Subhan Rumoning kali ini (2020-red) diuji dengan cobaan yang cukup luar biasa,

Walaupun wabah yang melanda dunia merupakan bencana non alam dan menjadi sorotan semua pihak, namun sangat berkaitan erat dengan tekhnis penanganan penyakit, apalagi yang disebut dengan Virus Corona (Covid – 19)

Setelah merebaknya penaykit Virus Corona sampai menyita perhatian dunia, disitulah letak kaum medis diuji terkait pendidikan dari segi umum maupun segi spesialis masing-masing,

Penanganan Corona di Kabupaten Fakfak tidak kalah penting dengan SOP penanganan juga seperti daerah lain, karena pasti yang dicari adalah, pasien dalam pengawasan (PDP), dan Orang Dalam Pengawasan (ODP),

Dijelaskan dr Subhan, setiap orang yang masuk dari daerah yang positif Corona maka dia masuk dalam daftar Orang Dalam Pemantuan (ODP), namun ketika Eskalasinya meningkat maka Pasien Dalam Pengawasan (PDP),

Terkait dengan ini dan untuk menjmin adanya penanganan yang lebih berkwalitas maka dr Subhan berkehendak agar melakukan settingan terhadap bandara maupun pelabuhan, hal ini bertujuan agar menjaring sebanyak mungkin Orang Dalam Pemantauan (ODP),

“Jika ada satu pasien saja yang di Fakfak yaitu pasien dalam pengawasan maka kami pihak rumah sakit juga ikut mengisolasikan diri selama 14 hari kedepan bersama-sama dia”, Ujar Rumoning

Mengenai hal ini, pihaknya mengambil kebijakan penyelamatan yaitu melakukan Lockdown terhadap rumah sakit umum daerah fakfak,

“Rumah sakit sendiri saya mulai lockdown, mulai dari pintu masuk tidak ada orang yang berkeliaran lagi dimana masuk dalam ruang tersebut adalah satu pasien satu warga, memang harus seperti ini”, Tegas Subhan,

Saat ini menurut dia, RSUD fakfak kini mulai steril dan lockdown sehingga tidak ada lagi jam besuk seperti waktu sebelumnya dan tidak ada pengunjung lebih dari satu, Jelasnya.

“Setingan bandara, setingan pelabuhan semua kita harus rubah, lebih baik bertahan 3 jam dibandara kita scanning dari pada dikemudian hari terdeteksi virus yang membahayakan kita semua, termasuk puskesmas, BP. Fatimah dan lain-lain, setinganya harus dirubah”, Stratgei dia,

Diungkapkan, di RSUD Fakfak saat ini tersedia 10.000 masker, 20 kardus sarung tangan, 30 set baju alat pelindung badan (APB) lengkap dengan alat lainya, termasuk alat monitor sampai segala kemungkinan paling buruk ada, (RR)

About admin

Check Also

Jalan Penghubung Beberapa Desa di Kecamatan Pulau Kur Sangat Memprihatinkan, Ini Respon Walikota Tual.

Kota Tual – Jalan penghubung beberapa Desa di Pulau-Pulau Kur sangat memprihatinkan, hal ini membutuhkan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!