Home / Polkam / Ditengah Pencegahan Covid – 19, 16 Mahasiswa, dan 3 Orang ASN Dari Sorong Menggunakan Speed Wakil Rakyat Masuk Fakfak,
Speed milik DPRD Fakfak mengangkut 16 orang Mahasiswa dan 3 orang ASN tiba di pelabuhan fakfak ditengah Karantian Wilayah oleh Bupati Fakfak, foto ; rustam rettob/mataradarindoensia.com

Ditengah Pencegahan Covid – 19, 16 Mahasiswa, dan 3 Orang ASN Dari Sorong Menggunakan Speed Wakil Rakyat Masuk Fakfak,

Fakfak – Menggunakan Speed Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Fakfak bernama Kiti-Kiti, mengangkut sebanyak 16 Orang Mahasiswa/mahasiswi yang datang dari berbagai kota studi, termasuk 3 orang ASN  dilingkungan pemerintah daerah kabupaten fakfak,

Mahasiswa yang datang dari berbagai Kota studi dan transit sorong – papua barat, termasuk 3 orang anak buah bupati (ASN-red) dilingkungan pemda fakfak

Mereka menembus karantina wilayah yang dilakukan oleh pemerintah daerah kabupaten fakfak, padahal bupati dan seluruh aparat, termasuk Satgas pencegahan dan penanganan Covid-19 di negeri ini kerja keras menahan bahkan menolak orang dari luar daerah masuk fakfak, sekalipun orang fakfak

Bupati menginginkan agar semua akses masuk dari dan ke fakfak terus dipantau bahkan harus dilakukan penolakan guna mencegah tertularnya Covid – 19 di negeri Mbaham ini

Kedatangan 16 orang mahasiswa tersebut ditambah dengan 3 orang ASN dilingkungan pemda fakfak menggunakan fasilitas negara (Speed) milik DPRD fakfak, tiba di fakfak pada minggu, (29/3) sekitar pukul, 20.30 Wit dari Kota Sorong (merupakan daerah positif Corona) – papua barat

Sorong-papua barat sendiri merupakan salah satu daerah Endemik yang sudah posotif Corona karena ditemukan 2 orang berstatus Pasien Dalam Pemantauan (PDP), bahkan 1 orang dinyatakan telah meninggal dunia,

Keenam belas mahasiswa dan 3 orang ASN dilingkungan pemerintah daerah kabupaten fakfak, terlihat satu per satu dilakukan pemeriksaan oleh petugas medis yang bersiap-siap dipelabuhan dekat gudang pemda fakfak,

Kondisi mereka saat ini tidak dilakukan karantina disatu tempat sesuai SOP melainkan pemantauan oleh petugas selama 14 hari kedepan, bukan digedung Diklat atau beberapa tempat yang sudah disediakan khusus tim Satgas,

Mereka seharusnya mendapatkan isolasi khusus yang dilakukan oleh Satuan Tugas (Satgas) pencegahan dan penanganan Covid-19, dan pemerintah daerah kabupaten fakfak karena tiba dari daerah yang sudah positif Corona/ Covid-19 tersebut,

Sekretaris (Satgas) Pencegahan dan penanggulangan bencana Corona di Kabupaten fakfak, Gondo Suprapto yang ditemui media ini saat melihat 16 mahasiswa, dan 3 orang ASN mengatakan mereka walaupun tidak dikarantina namun diberlakukan isolasi mandiri selama 14 hari kedepan dirumah masing-masing, kata Kadis Kesehatan Fakfak,

“Mereka kan bisa Isolasi Mandiri selama 14 hari kedepan di rumah masing-masing dan tetap kita pantau mereka”, Ucap Sekretaris Satgas Covid-19 Fakfak,

Pantauan langsung mataradarindonesia.com, kedatangan 16 orang mahasiswa dan 3 orang ASN di pelabuhan fakfak ini disambut juga dengan penyemprotan sebagaimana SOP pencegahan dan penanganan Covid – 19 yang berlaku di Kabupaten Fakfak

Kehadiran 19 orang tersebut di fakfak dimana pada saat ini pemerintah daerah telah mengeluarkan edaran bahkan status “Karantina Wilayah” telah disampaikan dan tindakan nyata sudah dilakukan beberapa waktu sebelumnya

Pengalaman, beberapa saat kemarin kapal KMP Kalabia menuju Sorong dan beberapa orang yang ingin pulang melalui sorong sudah tidak diterima oleh pihak kapal karena pemerintah kota sorong tidak lagi terima orang masuk daerah mereka, tujuanya untuk meminimlisir terjangkitnya Covid-19

Sementara 16 orang mahasiswa dan 3 orang ASN dilingkungan pemerintah daerah kabupaten fakfak mampu menembus karantina wilayah yang sudah dikeluarkan oleh pemda melalui bupati fakfak, yang lain ditindak, yang lain tidak, ada apa ya ?

Disisi lain, masyarakat juga cukup heran bahkan kaget karena kenapa Bupati dan Forkopimda sudah sangat mendukung kebijakan tutup terbatas untuk akses masuk penumpang ke fakfak,

Ternyata, kebijakan bupati fakfak tetap saja dilanggar dihadapan publik bahkan disaksikan oleh para awak media, padahal karantina wilayah ini jelas-jelas menutup akses masuk orang ke fakfak,

Bupati Fakfak pernah menghimbau dan meminta kepada seluruh masyarakat yang keluarganya diluar fakfak terutama mereka berada di daerah positif Corona untuk tidak datang dalam waktu dekat ini ke fakfak, himbauan bupati fakfak ini seakan-akan tidak diindahkan,

Selain itu, fasilitas yang digunakan adalah milik negara, apakah ini atas perintah bupati dan atau atas perintah pimpinan DPRD fakfak, soal ini akan kami konfirmasikan dengan pimpinan daerah maupun pimpinan DPRD fakfak,

Hingga berita ini duturunkan, kami belum berhasil mengkonfirmasi ke Bupati Fakfak, Sekda selaku ketua Satgas,  termasuk Ketua DPRD Fakfak, akan kami berupayah agar meminta tanggapan, termasuk soal kapasitas penggunaan fasilitas negara tersebut, (RR)

About admin

Check Also

PDI Perjuangan Menolak Mengusung Eks Koruptor Sebagai Calon Kepala Daerah di Pemilukada 2020

JAKARTA, KOMPAS.com – Politikus PDI Perjuangan, Hugua, mengatakan partainya tidak mengakomodasi mantan terpidana kasus korupsi ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!