Home / Headline / Hasil Rapid Tes 70 Orang Dari Sorong, Tim Medis Covid-19 Fakfak Menemukan 1 Positif.

Hasil Rapid Tes 70 Orang Dari Sorong, Tim Medis Covid-19 Fakfak Menemukan 1 Positif.

Laporan ; Rustam Rettob/Wartawan.

Fakfak – Setelah melakukan proses penjemputan sebanyak 70 orang dari sorong – papua barat yang merupakan warga masyarakat ber KTP Fakfak kemudian diantar ke Diklat pemda Fakfak untuk dilakukan pemeriksaan dan pengawasan oleh Tim Medis Covid-19 Fakfak, karena rata-rata mereka dari daerah Zona Merah, mereka harus menjalani masa karantina khusus selama 14 hari kedepan sesuai protokol kesehatan tentang penanganan wabah Virus Covid-19,

Salah satu tahapan yang dilakukan tim medis Covid -19 Fakfak saat ke 70 orang tersebut di Diklat Pemda Fakfak adalah pengambilan darah atau repid tes,

Tindakan itu dilakukan untuk mendeteksi anti body, apakah ada virus di dalam tubuh maupun virus-virus yang lain, termasuk Covid – 19,

Direktur RSUD Fakfak, Subhan Rumoning, saat melakukan Konferensi Pers di Posko Pengendalian Covid-19 Kabupaten Fakfak yang beralamat di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak, sabtu (25/4) malam mengatakan hasil pemeriksaan dan melalui tahapan penanganan tim medis kesehatan Covid-19 Fakfak, dari 70 orang yang datang dari sorong, 1 orang dinyatakan positif,

“Prosedur Kesehatan yang dilakukan terhadap 70 orang penumpang KMV Kalabia yang datang dari Sorong, setelah kita lakukan pemeriksaan, dan dari 70 orang didapatkan hasil 69 orang Negatif atau Non Reaktif, sedangkan 1 orang lainya dinyatakan reaktif terhadap rapid tes atau Positif”, Beber dr Subhan saat Konferensi Pers di Aula Dinas Kesehatan Fakfak.

Menurut Subhan, masyarakat tidak perlu panik dan merasa khawatir terhadap peningkatan status 1 orang yang dinyatakan hasil rapid tesnya reaktif atau positif,

“Memang rapid tes kita (Medis-red) saat itu menunjukkan reaktif tapi kita belum bisa membedakan ini Ig G (terjadi paparan dimasa lampau), ataukah Ig M (terjadinya paparan baru), dan ini harus butuh pemeriksaan lebih lanjut”, Jelas dr Subhan Rumoning.

Disampaikan Drektur RSUD Fakfak itu bahwa setelah dinyatakan positif maka saat ini pihaknya telah memisahkan orang tersebut terpisah dengan 69 orang lainya, yang bersangkutan terpaksa mendapatkan penanganan khusus prioritas ditempatkan di kamar tersendiri,

“Pasien yang dengan rapid tes positif maka diatur isolasinya dikamar sendiri tanpa digabungkan dengan pasien atau mereka yang lain” Urai dr Subhan kepada awak media saat Konferensi Pers malam ini

Tindakan selanjutnya dijelaskan dr Subhan adalah, mereka yang masih negatif juga akan diambil tindakan pemeriksaan secara bertahap karena bisa saja antibody belum terbentuk, pemeriksaan selanjutnya pada hari kesepuluh terhitung saat masa masuk karantina,

“Jika dua kali pemeriksaan dilakukan rapid tes dan sisanya 69 orang ini tidak menimbulkan gejala maka Insha Allah mereka akan baik-baik saja”, Kata dokter Subhan.

Mengenai penanganan khusus terhadap yang hasil rapid tesnya sudah positif, dokter menyampaikan bahwa, pihaknya akan koordinasi untuk mengambil Polymerase Chain Reaction (PCR), termasuk Swab yang diambil juga beragam, ada swab ludah, swab tenggorokan diambil kemudian dipacking, media transportanya diatur karena harus dengan suhu tertentu,

“Kami akan berkoordinasi dengan pemerintah untuk dikirim lewat Kabupaten Bintuni menuju Manokwari dan diteruskan ke Makassar sambil menunggu hasil akhirnya”, Papar Subhan,

Masih menunggu hasil pemeriksaan di Makassar, apa yang dilakukan tim medis terhadap 1 orang yang telah dinyatakan rapid tesnya reaktif,

Menurutnya, pasien yang bersangkutan akan dipantau secara intens secara bersama-sama tim medis yang lain selama di Karantian Khusus

“Untuk menunggu hasil dari Makassar, apa yang kami lakukan, ? pasienya kami isolasi dan kami pantau full untuk lihat kondisinya, pemberian obat-obatnya tetap dilaksanakan”, Urai dr Subhan dihadapan awak media,

Kondisi kesehatan pasien yang bersangkutan berjenis kelamin laki-laki dengan usia kurang lebih 40 tahun itu saat ini masih stabil, dan yang bersangkutan masih ada di Diklat Pemda Fakfak yang dijadikan Karantina Khusus,

“Saat ini kami tetap rawat dan yang bersangkutan ada di Dilkat kemudian dia diisolasi khusus terpisah dari yang lainya”,Ujar Direktur RSUD Fakfak,

Ditanya mengenai pengiriman sampel, Subhan menjelaskan bahwa, rencana minggu, 26 April 2020 akan diambil, kemudian diantar ke Kabupaten Teluk Bintuni Senin, 27 April 2020, tiba dibintuni segera akan dikirim lanjut ke Manokwari untuk diteruskan ke makassar,

“Proses pengiriman kami percepat karena penyimpanan hasil / sampel ini tidak bisa lebih dari 48 jam”, Ujar Subhan Rumoning, Direktur RSUD fakfak

Subhan menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak perlu merasa khawatir dengan positifnya 1 dari 70 orang dari sorong tersebut, karena rapid tes positif juga bukan berarti Covid-19,

“Positif belum tentu Corona, karena rapid tes positif bisa menunjukkan gejala yang lain”, ini ibarat berburu, jejak satu binatang belum tentu itu adalah rusa, karena itu Subhan menghimbau untuk masyarakat tidak panik, namun tetap mengikuti anjuran pemerintah.

About admin

Check Also

Fakfak Juara Umum- II MTQ Tingkat Papua Barat Tahun 2020, Sekda : Apresiasi Kepada Semua Pihak

Fakfak – Pelaksanaan MTQ Ke – VIII Tingkat Provinsi Papua Barat Tahun 2020 yang berlangsung ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!