Home / Polkam / Hiruk Pikuk Soal Pilkada 2020, Ramhat Bagja : Jangan Pesimis, Indonesia Memiliki Sejarah Pemilu
Rahmat Bagja, Anggota Bawaslu - RI saat mengikuti Webinar LKB PB HMI, foto ; rustam rettob/mataradarindonesia.com

Hiruk Pikuk Soal Pilkada 2020, Ramhat Bagja : Jangan Pesimis, Indonesia Memiliki Sejarah Pemilu

Fakfak – Sampai saat ini ada kelompok yang masih saja menyuarakan pelaksanaan pemilukada tahun 2020 masetinya ditunda karena alasa bencana non alam yang berlangsung dan entah kapan bisa berkahir,

Anggota Bawaslu Republik Indonesia, Rahmat Bagja, saat memberikan materi pada acara Webinar yang diselenggarakan oleh LKB PB HMI menegaskan bahwa masyarakat indonesia jangan terlalu pesimis soal pelaksanaan pemilukada tahun 2020 bisa dilaksanakan atau tidak,

Menurut Bagja, Alumni Himpunan Mahasiswa Islam ini bahwa Pemerintah, DPR, KPU, Bawaslu, bahkan DKPP bersama-sama sudah sepakat pelaksanaan pemilu setelah ditunda dan akan berlangsung 9 Desember 2020

Penetapan pelaksanaan hari pemungutan suara tersebut melalui suatu pemabahasan dan pertimbangan juga perdebatan yang cukup panjang dan matang sehingga tidak ada lagi keraguan untuk pelaksanaan pemilu harus ditunda,

Dijelaskan, pemilu di indonesia memiliki sejarah ada pemilu-pemilu sebelumnya dengan kondisi negara yang betul-betul urgen namun pelaksanaanya tetap berlangsung dengan aman dan lancar,

Soal pemilukada ditenga pandemi Covid-19, Bagja menegaskan, sudah ada keputusan bersama bahwa seluruh penyelenggara pemilu wajib mengenakan alat pelindung diri (APD) sesuai protokol kesehatan Covid-19 hal ini tujuanya untuk dapat meminimalisir resiko terjangkitnya virus dimaksud,

Bagja juga menguraikan pemilukada yang berlangsung di indonesia sealama ini ditengarai keraguan yang memunculkan pesimistisnya, baru saja terlewatkan pemilukada tahun 2019 dengan obyek sorotan Kotak Suara terbuat dari Kardus, nayatnya pelaksanaanya sukses meskipun hasil itu digugat ke MK dan mendapatkan putusan yang final dan mengikat,

Nah, lanjut dia, di tahun 2004, kata Bagja, banyak pesimis tentang pemilihan presiden secara langsung tapi bisa dilakukan,

“Jadi bangsa ini punya pengalaman melakukan hal luar biasa ditengah hal seperti ini, itulah optimistic ini perlu kita bina tetapi juga harus kita lebih mewaspadai gelombang kwalitas pemilu itu sendiri”, Harap Bagja,

Kemudian mundur lagi, pada tahun 1999 pemilu bisa dilakukan secara demokratis dan diakui oleh dunia, kemudian pengalaman sejarah tahun 1955 tidak menyangka direpublik yang baru tumbuh itu bisa melakukan pemilihan umum secara demokratis itu tidak ada yang bisa menyangka dan menjadi catatan tersendiri bagi penyelenggaraan demokrasi,

“Apalagi tahun 1995 itu tentara dan polisi juga bisa memilih tapi tidak ada laporan tentang pengarahan aparat ke Tempat Pemungutan Suara (TPS)”, Urainya.

Karena itu, Anggota Bawaslu RI ini sangat berharap ditengah pandemic covid ini bisa melaksanakan demokrasi dengan penuh hati-hati juga,

Apalagi, kata dia, wabah ini tidak bisa dilihat oleh siapapun, kita bisa melawan dengan cara, cuci tangan, pake masker, jaga jarak, jangan kontak fisik, hal yang diperhatikan adalah protokol kesehatan tidak saja berlaku bagi penyelenggara tapi juga kepada masyarakat, tutupnya, (ret)

About admin

Check Also

PDI Perjuangan Menolak Mengusung Eks Koruptor Sebagai Calon Kepala Daerah di Pemilukada 2020

JAKARTA, KOMPAS.com – Politikus PDI Perjuangan, Hugua, mengatakan partainya tidak mengakomodasi mantan terpidana kasus korupsi ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!