Home / Metro / Kesehatan / Tunda Kehamilan Tidak Diinginkan di Masa Pandemi Covid-19.
KEPALA DINAS DP3AP2KB KABUPATEN FAKFAK, NY.LINA SURYANI, SH,MM, Foto : rustam rettob/mataradarindonesia.com

Tunda Kehamilan Tidak Diinginkan di Masa Pandemi Covid-19.

Fakfak – Ketua Panitia Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Kabupaten Fakfak, Ny. Lina Suryani Uswanas yang juga Kepala DP3AP2KB Kabupaten Fakfak mengatakan ditengah masa pandemic saat ini hendaknya keluarga Indonesia bersama seluruh anggota keluarga besar dapat saling menguatkan serta bahu membahu melalui masa krisis sehingga kesejahteraan keluarga dapat tetap terjaga melalui partisipasi aktif seluruh anggota keluarga menjadi yang sehat, berkualitas dan sejahtera,

Pernyataan itu disamapikan Ketua Panitia Harganas yang keseharianya sebagai Kepala Dinas DP3AP2KB Kabupaten Fakfak Ny.Lina Suryani Uswanas pada peringatan Harganas Ke-27 Tahun 2020, senin, (29/6) bertempat di Puskesmas Distrik Fakfak Tengah Kabupaten Fakfak – Papua Barat,

Dikatakan, peringatan Harganasa ke-27 tahun 2020 diperingati dengan suasana keprihatinan sebagai dampak dari pandemic Covid – 19, menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang terjadi maka peringatan Harganas ke-27 tahun 2020 sesuai arahan dilakukan secara sederhana walaupun direncanakan secara nasional di padangan namun akibat pandemi tetapi tidak mengurangi kemeriahanya dan maknanya, Terang Ketua Panitia Harganas ke-27 Kabupaten Fakfak, Mama Lina, sapaan Ibu Lina Suryani Uswanas.

“Salah satu gerakan yang digalakkan dalam momentum Harganas ke – 27 Tahun 2020 ini adalah, Gerakan Tunda Kehamilan pada Masa Pandemi dengan menggunakan metode kontrasepsi dan pentingnya peran keluarga yang diharapkan dapat mewujudkan terciptanya keluarga berkualitas”, Ucap Mama Lina, panggilan Akrab Istri Bupati Fakfak.

Selain itu juga dilaksanakannya pelayanan kontrasepsi sejuta akseptor, yang dilakukan serentak di seluruh puskesmas dan rumah sakit di kabupaten Fakfak sebanyak 116 akseptor.

“Jumlahnya meliputi implan/IUD berjumlah 7 akseptor, suntik KB 38 dan Pil/Kondom 71 akseptor,” ujarnya.

Adapun kegiatan berikutnya dengan melaksanakan kunjungan ke puskesmas Fakfak tengah, puskesmas Fakfak dan puskesmas Sekban.

Hal itu terkait pelayanan kontrasepsi, serta juga dengan kegiatan menginput data online sejuta akseptor yang akan dicatat, sebagai rekor muri dengan menggunakan aplikasi KOBOTA pada tanggal 29 Juni 2020.

Di kesempatan itu juga Kepala DP3AP2KB Lina Surjani menyampaikan penghargaan kepada pemerintah daerah, OPD terkait, Kepala puskesmas Tim  Penggerak PKK kabupaten, Kepala Distrik, Kampung serta kelurahan, dan seluruh pihak yang terlibat hingga seluruh rangkaian pelaksanaan HARGANAS dapat bejalan dengan baik, (ret)

About admin

Check Also

Soal Biaya Rapied Tes, Bupati Fakfak : Pemerintah Tidak Urus Orang Bepergian Keluar Daerah,

Fakfak – Muncul di media sosial dan berbagai akses lain bahwa biaya rapied tes yang ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!