Home / Metro / Pemerintahan / Rembuk Teknis Pertanian Libatkan Tiga OPD Untuk Ketahanan Pangan di Fakfak, Bupati : Segera Gelar PEDA Lokal

Rembuk Teknis Pertanian Libatkan Tiga OPD Untuk Ketahanan Pangan di Fakfak, Bupati : Segera Gelar PEDA Lokal

Fakfak – Rembuk Teknis Kabupaten Fakfak melibatkan tiga OPD antara lain, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Kehutanan dan Perkebunan, serta Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Fakfak, Petani, Nelayan, dan Pelaku Usaha,

Kegiatan ini berlangsung sehari (19/8) kemarin di Lapangan KONI Fakfak dibawah sorotan Tema ” Ketahanan Ekonomi dan Kemandirian Pangan Masyarakat Kabupaten Fakfak Dapat Terwujud Melalui Komitmen dan Kerja Keras Bersama”,

Bupati Fakfak DR Mohammad Uswanas, M.Si dalam sambutanya meminta semua komponen pemerintah, terutama OPD terkait, stakeholder terlibat membantu pemerintah menggalakkan hasil pertanian lebih tinggi untuk menjaga stabilitas ketahanan pangan di kabupaten fakfak.

Kondisi hari ini ada kecenderungan masih ada suplay hasil pertanian dari luar fakfak, menurut bupati hal ini jangan dibiarkan terus menerus terjadi sebab terkesan fakfak tidak memiliki ketahanan pangan lokal secara baik.

Dikatakan Kaka M, suplementer yang terus dimasukkan dari Wahai menjadi bahan evaluas semua pihak dijajaran pemerintahan sebab bibit, bubuk, tenaga ahli ada, penyuluh ada, dan juga ada KTNA, sebenarnya menurut Bupati, Fakfak lebih siap untuk menjawab tantangan ini,

Bupati berkehendak agar Ketiga OPD terkait dibantu bappeda dan Litbang Fakfak dalam hal penyediaan data untuk melaksanakan PEDA (Pekan Pertanian Daerah) Lokal di Kabupaten Fakfak, tujuanya adalah untuk mengetahui sejauhmana kesiapan produk pertanian lokal di Kabupaten Fakfak.

“Saya ingin 10 tahun masa kepemimpinan saya selaku bupati dan Pak Bram selaku Wakil Bupati Fakfak ingin mengetahui betul-betul ada wujud nyata dari minimal perubahan persepsi terhadap produk-produk pertanian lokal, soalnya selama ini kita berikan peluang besar dan terus mendorong pertanian diberbagai sektor maka hasilnya juga harus balance”, Minta Bupati Fakfak.

Bupati melihat selama ini yang dilakukan setiap OPD adalah evaluasi berapa program yang telah terealisasi menurut kegiatan setiap OPD tetapi tidak dilakukan evaluasi seberapa besar manfaat program yang telah dilaksanakan itu, apakah tepat sasaran atau tidak, dan seterusnya,

“Jangan program terlaku banyak, proyek apalagi tetapi kemudian pembinaan-pembinaan tidak ada”, Bupati tidak menghendaki KTNA di Fakfak seperti jamur dimusim Hujan,

Ditegaskan Kaka Mocha bahwa Revolusi Pertanian lebih besar dan berpengaruh dari pada Revolusi Politik dan Militer, karena militer setiap saat bisa mendesain produk Alutsista, kalau pertanian tidak bisa demikian.

“Petani di Fakfak sangat cukup tergantung bagaman caranya memanfaatkan alat-alat pertanian untuk kepentingan peningkatan kemampuan dalam pengelolaan SDA dibidang pertanian, sekaligus peningkatan produksi maupun peningkatan pendapatan petani”, Ujarnya.

Eduwardo Hegemur dalam laporanya mengatakan, kondisi perekonomian nasional pada kuartal ke dua di tahun 2020 menunjukkan angka hampir semua sektor pertanian dalam arti luas masih bertumbuh dalam keadaan positif yaitu berkisar pada angka 2,19% dari arti produk domestik regional bruto nasional,

Dari kondisi Perekonomian secara Nasional tersebut, tentunya Kabupaten FakFak juga mengalami dampak yang tidak jauh berbeda dari kondisi Perekonomian Nasional khususnya pada sektor Pertanian, Perkebunan dan Perikanan di Kabupaten FakFak.

Pada Era Pandemi COVID-19 ini juga, kita diperhadapkan pada berbagai masalah. Dimana pada garis besarnya meliputi:

1. SEKTOR PERTANIAN terdiri dari, Saprodi berupa Pupuk, Benih, Obat-obatan penyakit Hama serta Ternak makin terbatas jumlahnya di pasaran, Kondisi Ketersediaan Pangan dan daging Ternak khususnya Beras,Keladi dan Ubi semakin terbatas,  Adanya Regulasi pembatasan Eksplor akan Pangan dari Negara-negara sumber Pangan yang selama ini menjadi Pengeksplor bagi Negara Indonesia, dan Minimnya data tentang Ketersediaan Pangan di Era Pandemi COVID-19

2. SEKTOR PERKEBUNAN, Terjadinya kelesuan dalam pemasaran hasil-hasil Produk Perkebunan Pala, Sulitnya Pemasaran akan Komoditas Perkebunan khususnya Pala akibat pembatasan Moda Transportasi.

3. SEKTOR PERIKANAN, Sulitnya Pemasaran akan Komoditas Perikanan dan Hasil Laut lainnya, Terjadinya kelesuan permintaan atas Komoditas Perikanan dari Daerah-daerah tempat Pemasaran, Pembatasan atas kewenangan Kabupaten dalam pengelolaan sumber-sumber Perikanan di Kabupaten FakFak, (ret)

About admin

Check Also

Pasangan #SADAR Diterpa Isu Hasil Tes CPNS 2018 Oleh Lawan Politik di Pilkada Fakfak

 “Clifford Ndandarmana : Hasil yang diumumkan itu 83 Persen Orang Asli Papua Tembus”

Realisasi Penyerapan Anggaran Tahun 2020 Terhadap Tiga OPD di Fakfak Sangat Rendah,

Fakfak – Realisasi dan penyerapan anggaran dinas pendidikan pemuda dan olahraga kabupaten fakfak mendapat sorotan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!