Home / Metro / Agama / Bekas Anak Buahnya Kerap Soroti Pemerintah, Uswanas : Jadi Negarawan, Jangan jadi Pelacur Politik

Bekas Anak Buahnya Kerap Soroti Pemerintah, Uswanas : Jadi Negarawan, Jangan jadi Pelacur Politik

Fakfak – Deklarasi Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Fakfak, (Samaun Dahlan – Clifford H Ndandarmana) dan Koalisi Partai Pengusung dan Partai Pendukung #SADAR berlangsung, sabtu, (5/9) bertempat di Jalan Reklamasi Fakfak, tim dan pasangan calon tiba-tiba merubah timbunan reklamasi ini jadi lautan manusia ditambah lagi dengan penampilan artis Ona Hetharua yang mulai menghibur mereka kurang lebih 3 jam sebelum beranjak KPU Kabupaten Fakfak.

Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Fakfak, DR Mohammad Uswanas, M.Si akhirnya “Turun Gunung”, dia menyerukan kepada seluruh masyarakat, terutama konstituen partai politik dan masyarakat umum lainya di kabupaten fakfak untuk memenangkan pasangan #SADAR untuk dapat melanjutkan pembangunan di Kabupaten Fakfak.

Dia mengkui, ada oknum mantan pejabat yang juga bekas anak buahnya kerap melontarkan pernyataan yang terus mengkritik pemerintah terkesan apa yang dilakukan selama ini tidak ada hasilnya, tidak adil serta tidak ada nilai kesejahteraanya,

Hal ini membuat Bos Partai Golkar Fakfak ini harus angkat bicara dan memberikan klarifikasi dan koreksi atas sorotan yang disampaikan anak buhanya itu, menurut Mocha (bupati fakfak-red) sebagai calon pemimpin harus memberikan pernyataan yang sejuk dan memperlihatkan kenegarawananya, jangan jadi pelacur politik karena disetiap kesempatan selalu saja menjatuhkan pemerintah. Ujar Mocha

Bekas anak buah itu sudah menjadi lawan politik yang setiap kesempatan dia mengkritisi pemerintah dari berbagai kebijakan yang ada, menurut Uswanas ini sangat keliru, dia bertanya, “Lawan pemerintah atau lawan #SADAR”, Terang Uswanas.

Soal kwalitas ASN yang mengikuti kontestasi pemilukada fakfak saat ini, menurut Mocha, dia lebih tau kemampuan mereka, Uswanas minta jika ada hal yang keliru terkait proses pemerintahan yang ada datang dan diskusi, jangan selalu bangun pikiran liar untuk menyudutkan pemerintah.

“Saya lebih tau kwalitas pegawai negeri yang ikut pemilu saat ini, berhenti dengan cara-cara itu, datang diskusi sama saya biar tau, jangan jadi ular bikin diri belut, saya akan hajar itu yang macam begitu, saya lebih tau, ada 3 aparatur sipil negara ikut bermain saat itu, saya tau kwalitas terbaik siapa terburuk siapa, saya tau standard jadi stop omong kosong”, Babat Mohammad Uswanas

Dia mengajak kepada calon – calon politik agar lebih memperbanyak diskusi soal pandangan kedepan dalam rangka membangun kabupaten fakfak – papua barat,

“Calon yang suka biacara orang, kritik pemerintah, ketika naik pimpin akan lebih rusak lagi”, Terang Uswanas disambut tepuk tangan meriah oleh ribuan orang yang hadir saat deklarasi itu.

Dia juga sesalkan ada bekas anak buhanya yang setiap saat bicara soal keadilan dan pemerataan di kabupaten fakfak, menurut Uswanas, keadilan model apa yang dimaksud, apakah selama ini apa yang mereka bicara itu memiliki data yang akurat, apakah selama ini pemerintah membuat kebijakan yang menekan rakyat, “Stop bicara-bicara pemerintah”, lagi-lagi, “Saya akan hajar kase habis nanti yang begitu-begitu”, Urainya.

“Jadi negarawan, jangan jadi pelacur politik, tidak penting sebagai calon memimpin hanya mengurai kebusukan orang kemudian memunculkan kebaikan anda, sesungguhnya anda lebih tidak tau etika dalam strategi membangun komunikasi politik yang sehat”, sembari menambahkan, “Berhenti dengan omong kosong”, Terang Uswanas, (ret)

About admin

Check Also

Rencana Bawah Fakfak Lebih Maju Kedepan, Jufri Achmad : Urus Rumput Laut Saja Gagal

Fakfak – Pertemuan terbatas Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Fakfak Pasangan Nomor Urut ...

Ratusan Relawan #SADAR Ikuti Bimtek Penguatan Dukungan Ditingkat Korlap – Korkam, Jufri Achmad : Optimis Menangkan Pilkada Fakfak

FAKFAK – Target menang di Pilkada Fakfak 2020 yang akan berlangsung pada 9 Desember 2020, ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!