Home / Headline / Calon Bupati Fakfak Kerap Mencibiri Pemerintah : Ketua DPD Golkar : Jangan Jadi Ular Bikin Diri Belut.

Calon Bupati Fakfak Kerap Mencibiri Pemerintah : Ketua DPD Golkar : Jangan Jadi Ular Bikin Diri Belut.

Fakfak – Bupati Fakfak DR Mohammad Uswanas, M.Si sesalkan ada salah seorang Bakal Calon Bupati Fakfak Tahun 2020 yang merupakan bekas anak buahnya sendiri kerap mencibiri kebijakan pemerintah diberbagai kesempatan.

Menurut Bupati yang kini menjabat sebagai Ketua DPD Golkar Kabupaten Fakfak ini sebagai seorang calon pemimpin harus berjiwa negarawan jangan menjadi pelacur politik yang kemudian hanya mengkritisi pemerintah tapi tidak mampu dalam menjalankan tugas yang diberikan sebelumnya selama ini,

Uswanas membandingkan dirinya semasa maju dan calon sebagai bupati fakfak saat itu, dia tidak pernah menyoroti kebijakan pemerintah yang dipimpin selama 10 tahun oleh Bupati Fakfak Periode 2005-2010, Wahidin Puarada, dia lebih mengedepankan diskusi dan dialog,

Tapi dimasa pemilukada kabupaten fakfak 9 Desember 2020 mendatang, ada salah satu calon bupati fakfak yang kerap diberbagai kesempatan menyampaikan akan bertindak adil, mensejahterakan rakyat, terkesan selama 10 tahun yang dikerjakan pemerintah adalah tidak ada keberhasilan, Ucap kaka Mocha.

Sayangnya, kata Kaka M, calon bupati yang kerap melontarkan pernyataan kritikan terhadap pemerintah, yang bersangkutan diberikan kepercayaan dan jabatan selama ini tidak mampu melakukan apa-apa bahkan meninggalkan banyak persoalan untuk pemerintah saat ini.

Uswanas melihat pola pikir yang dilakukan ini diluar kebiasaan politik, kenapa, pemerintah selama ini tetap memberikan ruang kepada siapa saja untuk memberikan kritik masukaan yang kontruktif dalam segala apsek pembangunan, apalagi di era reformasi ini sangat kental dengan transparansi publik, ada checks anda balances, apalagi yang melontarkan ini adalah mantan pejabat yang pernah saya pimpin, Ujar dia

Maksud Uswanas, silahkan saja memberikan koreksi terhadap pemerintah sepanjang itu untuk kemajuan dan peningkatakn pembangunan, tapi sebagai orang yang pernah bersma-sama dalam satu pemerintahan harus juga menjaga etika, karena itu dalam memberikan kritik dan saran harus konstruktif bukan sebaliknya merusak.

Ketua DPD Golkar Fakfak itu memprsilahkan calon bupati untuk melakukan koreksi terhadap pemerintah disisi lain bupati minta agar yang bersangkutan juga bisa koreksi diri, dia meminta agar jangan memberikan statemen liar dalam mengkritik pemerintah, tetapi harus ada tawaran-tawaran pikiran yang berkwalitas dan sebagainya untuk kepentingan pembangunan,

“Semua harus bersikap negarawan, jangan jadi pelacur politik, jangan bikin diri ular tapi jadi belut, cobalah ajukan pikirkan yang konstruktif, perbaiki komunikasi, pikiran yang produktif, majukan program dan kebijakan yang baik dan perbaiki yang kurang, jangan terlalu mempertontonkan kecengenganya dihadapan publik seakan hak anda dibatasi, kalau cengeng jangan jadi bupati”, Tutup Mocha dalam deklarasi dan Konferensi Pers di Kantor KPU Kabupaten Fakfak, 5 September 2020 kemarin, (ret)

About admin

Check Also

Gabungan Mahasiswa dan OKP Demo Tolak UU Cipta Kerja di Fakfak, Sebut DPR Dewan Penghianat Rakyat

Fakfak – Puluhan Mahasiswa dan Gabungan OKP melakukan aksi penolakan terhadap UU Cipta Kerja di ...

Soal Penolakan UU Cipta Kerja, Ali Mochtar Ngabalin : Tempuh Jalur Hukum Saja, MK Itu Lembaga Resmi Negara

Fakfak – Menyikapi polemik penolakan UU Cipta Kerja tersebut, Staf Khusus Presiden, Ali Mochtar Ngabalin ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!