Home / Pendidikan / Sistim Aplikasi KPU Membongkar Kegandaan Data Pemilih, DPS Pilkada Fakfak Tahun 2020 “Terjun Bebas”

Sistim Aplikasi KPU Membongkar Kegandaan Data Pemilih, DPS Pilkada Fakfak Tahun 2020 “Terjun Bebas”

Fakfak – Sistim aplikasi KPU berhasil membongkar data pemilih ganda, berdasarkan ketentuan PKPU 5 Tahun 2020 tentang Tahapan, Program, dan Jadwal, KPU Kabupaten Fakfak menggelar Rakor bersama PPD dalam rangka persiapan uji publik Daftar Pemilih Sementara,

Kegiatan Rakor tersebut dilakukan setelah 10 September 2020 KPU menetapkan daftar pemilih sementara untuk pilkada fakfak sebanyak 49.705 orang dari DPT sebelumnya adalah 51.783, setelah digunakan aplikasi tersebut satu per satu data ganda ini gugur secara otomatis.

Ketua melalui Divisi Data dan Informasi KPU Kabupaten Fakfak, Abdon Retarubun, SE ditemui mataradarindonesia.com, kamis, (17/9) kemarin diruang kerjanya menjelaskan, setelah KPU menetapkan DPS Pemilukada Fakfak tahun 2020 sebanyak 47.705, data itu kemudian diserahkan kepada PPD dan dilanjutkan ke PPS untuk diumumkan ke setiap TPS yang dimulai 18 – 29 Setpember 2020, tujuanya agar masyarakat fakfak khusunya mereka yang menggunakan hak pilih bisa mengecek atau mengkonfirmasi nama masing-masing,

“18 – 29 Setpember 2020 itu KPU memberikan kesempatan kepada warga yang memenuhi syarat memilih namun belum terdaftar dalam DPS, mereka bisa melaporkan ke PPS dengan membawa serta dokumen kependudukan berupa foto copy KTP dan Kartu Keluarga (KK) nanti PPS yang merekap masuk sebagai daftar hasil perbaikan”, Terangnya kepada media ini

Ditanya mengenai DPS Pemilukada Fakfak Tahun 2020 “terjun bebas” menjadi 49.705 yang mana data ini juga sempat membingunkan sejumlah pihak, Abdon Retraubun sebagai Divisi Data dan Informasi menjelaskan, KPU Kabupaten Fakfak memiliki sistim aplikasi untuk mendeteksi kegandaan yang terinklut dalam data pemilu tersebut,

“Kalau di data coklit masih terdapat data ganda namun setelah KPU menggunakan aplikasi tersebut banyak data ganda yang harus dikeluarkan secara otomatis, karena sistim pemilih itu dia hanya terdaftar satu kali jika saja dua kali maka dia harus memilih diwilayah mana, ? oleh sebab itu melalui aplikasi ini KPU sangat terbantu untuk merevisi seluruh data ganda yang tumpang tindih didalam dokumen tersebut”, Ungkap, (ret)

About admin

Check Also

Dukung Anak Kampung Sendiri Maju Pilkada Fakfak, Clifford : Lusiperi – Gewerpe Harus jadi Contoh 100% Menangkan #SADAR

Fakfak – Calon Wakil Bupati Fakfak, Clifford Hendrik Ndandarmana, SE berpasangan dengan Samaun Dahlan, S.Sos, ...

Dukungan Masyarakat dan Etnis Tak Terbendung, Paslon #SADAR Semakin Kuat Menuju Pilkada Serentak, Clifford : Bangun Fakfak Butuh Kebersamaan

Fakfak – Arus dukungan dari berbagai kalangan Etnis atau suku dan komunitas masyarakat di kabupaten ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!