Home / Pendidikan / Pilkada R4 Tahun 2020, Pemda dan Gereja diminta Netral

Pilkada R4 Tahun 2020, Pemda dan Gereja diminta Netral

Fakfak – Menyimak Proses pemilihan Kepala Daerah di kabupaten Raja Ampat yang akan dilaksanakan pada tanggal 09 Desember Mendatang, maka perlu sebagai Anak asli Raja Ampat dari Suku Betew, Kabupaten raja ampat penting untuk mengingatkan semua pihak agar bertindak netral, agar keamanan tetap terjaga kondusif, Hal itu disampaikan Paul Finsen Mayor,S.IP, Intelektual Raja Ampat

Dia meminta agar jangan terjadi kontak fisik karena berakibat pada proses hokum yang berkepanjangan dengan aparat kepolisian, seperti halnya dengan tindakan penganiayaan di kampung atkari, kepulauan misol,

“Kita jangan saling serang secara fisik itu tidak dibenarkan. hal-hal seperti itu akan berakibat berurusan dengan penegak hukum. seperti halnya dugaan penganiayaan di Kampung Atkari, Kepulauan Misol itu perbuatan yang akan berakibat hukum. imbas dari hal ini, terjadi pembongkaran posko di waisai. Hal-hal seperti ini harus dijauhi. demokrasi yang sehat dan sejuk itu yang harus dijunjung tinggi bukan perlawanan Fisik itu tidak benar dan berimplikasi hokum”, Terang Tokoh Masyarakat Raja Ampat itu

Dikatakan, bagi anak-anak adat asli Raja ampat, jaga tanah dan wilayah raja ampat agar aman jangan terprovokasi dengan hasutan-hasutan orang-orang dari luar, itu tanah adat mu, jaga dan lindungi selalu negerimu.

“Kemarin Viral di Media Sosial Oknum Pendeta Diduga melakukan Kampanye didalam Gereja dalam sebuah ibadah disalah satu Kampung di Kabupaten Raja Ampat. Atasnama Masyarakat adat Raja Ampat, mendesak Pimpinan Sinode GKI di Tanah Papua untuk mengklarifikasi Pernyataan Oknum Pendeta yang melakukan tindakan ini dan lagi Viral dimedia social”, Terang Manawir,

Menurutnya, para pendeta jangan melakukan kampanye didalam gereja apalagi dalam suasana Ibadah, kata dia, itu sangat merusak citra Gereja dan wibawa sebagai Hamba Tuhan. kedepan harus ada tindakan tegas dari Pimpinan Sinode Gereja kepada oknum-oknum pendeta seperti ini, tandasnya

Sebagai Penerima Penghargaan dari Kejaksaan Tinggi Papua Barat, saya mengingatkan  Pemerintah Kabupaten Raja Ampat Juga Kami minta Untuk Netral. Jangan pergunakan Aset-aset pemerintah seperti Kendaraan Laut maupun darat demi kepentingan salah satu calon kandidat itu sangat salah dan merusak demokrasi di kabupaten Raja Ampat.

saya mengajak kita semua untuk menjaga demokrasi di raja ampat tetap sehat dan dinamis. Pilkada berjalan baik dan biarkan Rakyat yang memilih sesuai keinginan hatinya. Tetapi juga jauhi tindakan anarkis dan penyalagunaan kewenangan yang akan berdampak perbuatan Melawan hukum. (ret)

About admin

Check Also

Ketua DPC Fakfak Wafat, Partai Demokrat Kehilangan Kader Terbaiknya,

Fakfak – Keluarga Besar Partai Demokrat di Indonesia dan khususnya DPC Demokrat Kabupaten Fakfak kehilangan ...

“Why is the results of presidential election of USA so important”?, By : Fikram Rahman Rettob

First: USA is only one that has known as superpower country in the world refers ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!