Home / Polkam / Bos KBH Kaimana di Hukum 4 Tahun Penjara Kasus Korupsi, JPU dan Terdakwah Pikir-pikir.

Bos KBH Kaimana di Hukum 4 Tahun Penjara Kasus Korupsi, JPU dan Terdakwah Pikir-pikir.

Kaimana – Bos Kaimana Beach Hotel (KBH) Kabupaten Kaimana, resmi menyandang status terdakwah setelah hakim pengadilan tindak pidana korupsi manokwari memutuskan hukuman badan dengan kurungan 4 tahun penjara serta denda 300 juta, subsider 6 bulan penjara.

Kepala Kejaksaan Negeri Kaimana melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Korupsi, Willy kepada mataradarindonesia.com, rabu, (24/2) mengakui bahwa terdakwah bernama Pieter Thie alias Honce dihukum dengan hukuman penjara selama 4 tahun dan denda Rp. 300 juta, subsider 6 bulan.

Selain Bos KBH Kaimana, Pieter Thie alias Honce, ada dua terdakwah lagi yang mendapat hukuman penjara karena terbukti melakukan pelanggaran tindak pidana korupsi yaitu, Cecilia Esti Tri Wahyuni, dan Jimmy Samuel Murmana, Terang Willy kepada media ini by phonenya

Disampaikan Willy, bahwa terdakwa Cecilia Esti Tri Wahyuni, ST dengan pidana penjara selama 4 Tahun dan Denda Rp. 200 Juta Subsidair 3 Bulan Penjara, sedangkan terdakwa Jimmy Samuel Murmana, ST dengan pidana penjara selama 4 Tahun dan denda Rp. 200 Juta, Subsidair 3 Bulan Penjara

Atas putusan ini, ketiga terdakwa, Pieter Thie, alias Honce yang merupakan Bos KBH Kaimana, Cecilia Esti Tri Wahyuni, ST, dan Jimmy Samuel Murmana, ST  menyatakan pikir-pikir, jaksa penuntut umum juga menyatakan hal yang sama, “Mereka pikir-pikir, ya, kita juga pikir-ikir”, Terang Willy kepada media yang berdiri dibawah perusahaan PT. Cipta Bersama Media Utama ini.

“Bahwa pada hari ini, rabu, (24/2/2021) sidang yang telah selesai sekitar pukul 21.07 dengan agenda pembacaan putusan terhadap 3 terdakwa perkara Tipikor Pematangan Lahan + Pembuatan Talud PLTG Kab Kaimana T.A 2017 dengan amar putusan terhadap

Pertama terdakwa Pieter Thie Alias Honce dgn Pidana Penjara Selama 4 Tahun Dan Denda Rp. 300 Juta Subsidair 6 Bulan penjara, dan Uang pengganti sebesar Rp.558 Juta apabila tidak membayar aset di sita untuk menutupi uang pengganti dan apabila harta tidak cukup maka di ganti dengan hukuman 6 bulan penjara

Kedua, Terdakwa Cecilia Esti Tri Wahyuni, ST dgn Pidana Penjara Selama 4 Tahun Dan Denda Rp. 200 Juta Subsidair 3 Bulan Penjara, dan yang

Ketiga, Terdakwa Jimmy Samuel Murmana, ST dgn Pidana Penjara Selama 4 Tahun Dan Denda Rp. 200 Juta Subsidair 3 Bulan Penjara, Atas putusan tersebut Para terdakwa menyatakan Pikir-pikir sedangkan JPU mengatakan Pikir-pikir”, Urai Willy, (ret)

About admin

Check Also

DPP Golkar Usung Mantan Kapolda Papua Sebagai Wakil Gubernur Papua Menggantikan Klemen Tinal.

Laporan : Rustam Rettob / Wartawan Fakfak – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golongan Karya ...

Bawaslu PB Menanti SK Pemberhentian 3 Komisioner Bawaslu Fakfak, Ibnu Mas`ud : Pengajuan PAW Sesuai Rangking,

Manokwari – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Papua Barat, Ibnu Mas`ud, S.Sos menjelaskan mengenai ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!