Home / Headline / Kehadiran Investor Harus Menjadi “Problem Solving” Daerah, Ketua MPI : Bahlil Lebih Tau Kebutuhan Fakfak.

Kehadiran Investor Harus Menjadi “Problem Solving” Daerah, Ketua MPI : Bahlil Lebih Tau Kebutuhan Fakfak.

Kepala BKPM-RI, kandidat kuat Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia, SE, M.Si dalam satu kesempatan belum lama ini, foto ; rustam rettob/mataradarindonesia.com

Fakfak – Semua pihak berharap kehadiran suatu investor di daerah mampu menjadi problem solving (pemecah masalah) karena tidak hanya meraup keuntungan melalui pengelolaan sumber daya alam daerah tertentu,

Investor juga memberikan dampak positif terhadap wilayah dimana dia beroperasi. Akan tetapi pemerintah daerah dan masyarakat juga siap untuk bersaing dan berkompetisi dengan tenaga kerja dari luar.

Mengenai rencana pembangunan Smelter di Kabupaten Fakfak-Papua Barat, salah seorang pemerhati pembangunan dan kebijakan publik di kabupaten Fakfak, Moh Heremba turut berpendapat

Dia berpandangan bahwa terkait dengan Pembangunan Smelter di Fakfak yang merupakan Proyek Strategis Nasional ini diharapkan dapat memberikan Multiplayer efek bagi daerah dan masyarakat.

Menurutnya, ada sejumlah komponen lokal yang harus di lakukan oleh pemerintah daerah dan masyarakat untuk mengambil peran dalam proyek tersebut sebagai berikut,

Pertama, Proyek smelter merupakan peluang buka lapangan kerja. karena proyek strategis nasional, maka SDM lokal daerah pun harus siap berkompetisi dalam pasar kerja,

Kedua, BUMD dan swasta lokal pun harus mulai bersiap dan membebani sistem manajemen untuk ikut tender pada sejumlah proyek infrastruktur yang ada,

Ketiga, Pemerintah Daerah dan Masyakarat sudah harus mendorong sektor – sektor ekonomi pertanian untuk suplay kebutuhan logistik, bagian ini pihak perusahaan pasti sangat butuh dalam jumlah yang fantastis banyak.

Keempat, terkait dengan komitmen pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendorong sektor ekonomi pertanian secara umum untuk mensuplay kebutuhan logistik,

Maka perlu di lakukan pula pembenahan manajemen Lembaga Ekonomi lokal / BUMDES – KUD agar dapat bekerjasama dengan  Departemen Logistik yang membawahi kontraktor Catering di Proyek

Salah satu contoh yang dipaparkan Heremba adalah, Koperasi Enenem Jaya kampung Arguni yang kurang lebih 14 tahun menjadi mitra BP Tangguh Logistik dalam mensuplay ikan ke LNG Tangguh.

“Kami berharap PerusDa Mbiah Pohi, Swasta lokal, termasuk  BUMKAM atau koperasi lain juga bisa ambil peran  pada Kegiatan Operasi Smelter nanti. kebutuhan air mineral, ikan dan sayuran dapat di suplay ke Proyek tersebut melalui Perusda, BUMKAM maupun Koperasi

ini juga tugas dan tanggung jawab besar bagi Dinas Pemberdayaan dan Para Pendamping Dana Kampung utk mendorong Produksi dan Lembaga Ekonomi Lokal ambil Peran menyambut kehadiran proyek bersifat strategis nasional ini”, Harap Bang Morem, sapaan akrab, Mohamad Heremba.

Ketua Umum DPN – MPI, Amin Ngabalin, S.Pi, foto : Istimewah

Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional, Masyarakat Pertambangan Indonesia (DPN-MPI), Amin Ngabalin menyoroti adanya penyerapan tenaga kerja lokal, disamping memperhatikan hak-hak masyarakat adat dan pemilik hak ulayat.

Ngabalin sangat berharap dengan hadirnya investor yang rencana membangun smelter di Kabupaten Fakfak untuk dapat merekrut tenaga kerja lokal sebanyak-banyaknya,

Dia juga mengatakan bahwa kehadiran investor ini di fakfak – papua barat harus disambut dan dimanfaatkan baik oleh pemerintah dan masyarakat karena bagian dari pemecah masalah soal menekan angka pengangguran di Kabupaten fakfak,

“Mari kita dukung rencana pembangunan smelter di fakfak, kita semua berharap hadirnya investor ini bisa membawah angin segar atau dampak positif bagi masyarakat disemua sektor, harapan kami pemerintah dan DPRD serta masyarakat adat segera berkoordinasi untuk membicarakan kepentingan masyarakat adat dan daerah”, Minta Ngabalin.

Mengenai banyak harapan agar kehadiran investor di fakfak – papua barat dapat membawah dampak positif bagi pemerintah dan masyarakat, Ngabalin percaya, Bahlil Lahadalia selain sebagai Kepala BKPM dia juga sebagai bagian dari anak fakfak yang tau tentang kebutuhan dan “perut” fakfak,

“Saya kira Pak Bahlil selain sebagai Kepala BKPM – RI dia juga bagian dari anak Fakfak yang hari ini dekat sekali dengan Istana, (Presiden Joko Widodo-red),

Oleh sebab itu soal sulitnya lapangan pekerjaan di fakfak, Bahlil lebih tau dan paham soal itu, Insha allah dia akan memperhatikan anak-anak fakfak yang ingin bekerja disana”, Ucap Amin optimis Bahlil memperhatikan kearifan lokal,

Sebelumnya, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melakukan kerja sama dengan China ENFI Engineering Corporation (ENFI) yang dituangkan dalam Nota Kesepahaman tentang Proyek Peleburan (Smelter) Tembaga.

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa menyambut baik dan mengapresiasi China ENFI atas minat investasinya di industri smelter tembaga yang rencananya dibangun di Fakfak, Papua Barat. Penandatanganan ini segera ditindaklanjuti untuk menciptakan kerja sama yang saling menguntungkan.

“Setelah nota kesepahaman ini ditandatangani, saya minta kita tidak lama-lama proses implementasi. Nanti urusan perizinan dan insentif fiskal, BKPM yang akan bantu, selama proposal dari China ENFI adalah yang terbaik dan menguntungkan Freeport, China ENFI, dan Indonesia,” katanya melalui keterangan pers, Selasa (13/4/2021). (ret)

About admin

Check Also

Menteri Investasi Direncanakan Hadiri FPMK Tahun 2021 di Tual

Laporan : Rustam Rettob / Wartawan. Fakfak – Menteri Investasi/Kepala BPKM-RI, Bahlil Lahadalia direncanakan akan ...

Terdapat 325 Usulan DOB, Moratorium Pemekaran Daerah Bisa Dibuka Lagi

JawaPos.com – Forum Koordinasi Nasional Percepatan Pembentukan Daerah Otonomi Baru (Forkonas PP DOB) mendesak pemerintah untuk ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!