Home / Headline / Pupuk Kaltim Investasi Rp. 30 Triliun di Fakfak Timur, Bahlil : Soal Lahan Urusan Pemda

Pupuk Kaltim Investasi Rp. 30 Triliun di Fakfak Timur, Bahlil : Soal Lahan Urusan Pemda

Laporan : Rustam Rettob / Wartawan

Fakfak – Kabupaten fakfak – provinsi papua barat merupakan salah satu daerah yang menjadi sasaran pembangunan pupuk, hal itu disampaikan Mentri Investasi/BKPM RI, Bahlil Lahadalia, saat diwawancarai awak media di gedung witnder tuare, senin, (27/9) kemarin, dijelaskan bahwa pengembangan Pabrik Pupuk kaltim di Fakfak Papua Barat direncanakan akan berjalan pada tahun 2022 mendatang.

Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Investasi/Kepala BKPM-RI yang juga anak fakfak sangat optimis pabrik tersebut yang nilainya mencapai ratusan triliun ini berjalan mulus apabila mendapat dukungan dari pemerintah daerah dan masyarakat kabupaten fakfak, namun jika tidak mendapat respon maka barang ini pindah ke yang lain.

“Insya Allah bila tidak ada halangan, sekali lagi yah, harus didukung oleh masyarakat karena kalau tidak didukung masyarakat, ini barang bisa berhasilkan lain, kalau ini clear, Tahun 2022 sudah bisa jalan”, Jelas Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, di depan gedung pertemuan Winder Tuare usai tatap muka bersama pemerintah daerah, Senin (27/9/2021) kemarin.

Ia menargetkan bahwa hingga tahun 2022 proses awal tidak memunculkan masalah maka rejeki besar dalam rangka mendukung program pemerintah daerah kabupaten fakfak ini bisa mulai dilaksanakan tahapan perencanaan, perizinan, pematangan pada tahun 2022 besok.

Kalau tidak ada halangan 2022 kita sudah masuk perencanaannya, perizinannya, pematangannya, yang bisa dilakukan di tahun tersebut”, Tambah Mantan ketua OSIS SMEA Yapis Fakfak itu dihadapan sejumlah awak media yang menahan langkahnya meninggalkan gedung pertemuan Winder Tuare.

Menurutnya, perizinan pembebasan lahan yang biasanya menelan waktu setahun lebih, akan dipercepatan lagi karena itu untuk mempercepat proses perizinan ini akan diurus langsung oleh Kementrian Investasi, bila izinnya cepat maka urusan lahan juga cepat selesai maka tidak menutup kemungkinan 2022 sudah terlaksana.

Dikatakan, pengembangan pabrik pupuk di Fakfak Papua Barat merupakan investasi BUMN dengan pihak swasta dimana pengembangannya di Fakfak Papua Barat dengan nilai investasi di prediksi mencapai 2 Miliar Dolar USA atau sekitar kurang lebih 30 Triliun lebih.

“Nilai invetasi riilnya  masih dihitung Pupuk Kaltim tetapi kurang lebihnya saya lihat sekitar 2 Miliar Dolar USA atau sama dengan nilai rupiahnya kurang lebih 30 triliun lebih”, tutur Bahlil.

Dikatakan lanjut, untuk pekerjaan masa konstruksi akan menyerap 10.000 lapangan pekerjaan sedangkan untuk masa produksi sementara lagi dihitung pihak investor tersebut tetapi bisa diprediksi masa produksi nanti bisa menyerap 3.000 sampai 5.000 tenaga kerja di pabrik pupuk itu.

Bahlil Lahadalia kembali mengatakan, untuk rencana pengembangan pabrik pupuk tersebut pihaknya juga telah membicarakan dengan pihak investor Pupuk Kaltim agar kebutuhan dasar masyarakat dapat diperhatikan seperti pembangunan sekolah, rumah sakit, listrik untuk kampung – kampung sekitar pabrik harus juga disuplai pihak pabrik pupuk

Terkait dengan kesiapan lahan lanjutnya, pihak investor yang menurunkan timnya sudah melakukan survey di 4 titik yang ada di wilayah Kabupaten Fakfak dan supaya diketahui lazimnya pembagunan pabrik pupuk biasanya dibangun berdekatan dengan bahan baku.

Tetapi ini dibangun jauh dari lokasi bahan baku sehingga sebagai masyarakat Fakfak harus bersyukur bahwa ada investasi besar yang akan masuk dan ini berdampak pada peningkatan PAD, wisatanya naik bahkan lapangan kerjanya terbuka dengan serapanya sangat besar.

Karena itu selaku Mentri Investasi berharap agar Pemda Fakfak dapat membantu penyelesaian lahan, penyelesaian adat termasuk urusan – urusan ulayat dapat diselesaikan dengan baik.

Untuk lokasi kata dia, memang dibutuhkan untuk jangka panjang, tidak saja untuk pabrik pupuk tetapi desainnya nanti akan menjadi kawasan industri terpadu sehingga kedepan bisa juga untuk lokasi smelter.

“Untuk Smelter Freeport saat ini 3 juta cover itu dicafer di Gresik kalau produksinya naik diatas 3 juta maka salah satu smelter akan dibangun di Papua, kalau kawasan ini kita bangun maka tidak menutup kemungkinan bisa juga di siniapa lagi kedepan kita bicarakan tentang green energi, tidak bisa lagi kita gunakan fosil, gas ini  bagian dari situ”, tutur Bahlil.

Direktur Operasi Produksi dan Pengembangan Pupuk Kaltim di tempat yang sama, membenarkan saat ini Pupuk Kaltim akan membangun pabrik pupuk di Fakfak karena itu saat pihaknya sedang melakukan persiapan dokumen untuk penyiapan lahan untuk pembangunan pabriknya karena itu dia berharap juga agar penerbitan izin kiranya nanti dapat dipercepatan agar di tahun 2022 projek besar ini dapat segera dilaksanakan di Fakfak Papua Barat, tutupnya.

About admin

Check Also

Perintah Presiden, Menteri Investasi Terbang ke Eropa Untuk Membicarakan Hal ini

Jakarta – Menteri Investasi/Kepala BKPM-RI, Bahlil Lahadalia Lawatan ke Eropa, Kunjungan kerja ke Eropa  tidak ...

Perkasa, Tuan Rumah Juara Umum di Tiga Cabang Olahraga PON Papua yang Laganya Tuntas

JAKARTA – Tuan rumah Papua tampil gemilang pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua, dan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!