Home / Headline / Cerita Mustarif Petugas Helper Proyek Pengaspalan Jalan Waserat – Sangram di Fakfak

Cerita Mustarif Petugas Helper Proyek Pengaspalan Jalan Waserat – Sangram di Fakfak

Fakfak – Kejadian lompatnya salah satu penumpang KMP Kalabia bernama Mustarif dari atas Kapal dengan pelabuhan keberangkatan Fakfak menuju pelabuhan tujuan Arar Sorong, terungkap ternyata Mustarif merupakan salah satu Karyawan di CV Asta Kurwa Mandiri (AKM),

Menurut penjelasan Fauzan yang mengaku sebagai perwakilan pihak perusahaan CV AKM di Fakfak, kepada mataradarindonesia.com, Minggu, (31/10) pagi di Kantor Sat Polairud Polres Fakfak ketika datang melihat dengan dekat anak buahnya itu bahwa,

Mustarif yang kini nampak terlihat gangguan jiwa bekerja sebegai Helper (Pembantu Operator) pada poryek pekerjaan Jalan penghubung Waserat – Sangram di Fakfak.

Pekerjaan itu sendiri merupakan kegiatan pengaspalan jalan dari Kampung Waserat ke Kampung Sangram sepanjang 550 Meter

Ditanya mengenai total anggaran yang digelontorkan ke paket pekerjaan proyek tersebut, Fauzan beberkan bahwa anggaranya sebesar Rp. 3,5 Miliar lebih yang bersumber dari APBD Kabupaten Fakfak tahun Anggaran 2021

Proyek ini ditender / lelang murni melalui LPSE Kabupaten Fakfak dan dapat dimenangkan oleh CV Asta Kurwa Mandiri (AKM) yang berkantor di Sorong – Papua Barat,

Baca juga : Penumpang Fakfak Tujuan Sorong Lompat ke Laut Belum Ditemukan,

Semua alat pekerjaan proyek tersebut mereka dimobilisasikan dari luar fakfak (Sorong), Terang Fauzan di Kantor Sat Polairud Polres Fakfak , Minggu, (31/10) pagi.

Lanjut disampaikan Fauzan bahwa kondisi Mustarif sebelumnya tidak seperti yang terjadi saat ini, bahkan selama berada di lokasi bekerja sesuai tugas bidangnya (Helper) tanpa ada gangguan apa-apa

“Dia (Mustarif-red) sebagai Helper (Pembantu Operator-red) pada perusahaan CV Asta Kurwa Mandiri (AKM), dia karyawan kontrak 4 bulan, dan selama di lokasi tidak pernah terlihat ada keanehan seperti ini”, Ungkap Fauzan yang mengaku sebagai perwakilan CV AKW di Fakfak.

Fauzan ungkapkan bahwa Mustarif terpaksa dipulangkan ke sorong karena aksinya sangat mencurigkan, namun seluruh biaya perjalananya ditanggung pihak perusahaan, dia diampingi oleh Bung Karel yang merupakan pimpinan perusahaan tersebut

Sayangnya, kapal masih berada di titik kordinat 02 57`145S bujur 132 16 704 E, ternyata nasib Mustarif berkata lain, ia menunjukkan aksinya didatas Kapal KMP Kalabia dengan melompat ke laut dan kembali ditemukan, minggu, (31/10) pagi.

Baca juga : Penumpang KMP Kalabia Tujuan Sorong Ditemukan Selamat Nampak Terlihat Gangguan Jiwa

Diceritakan Fauzan bahwa, beberapa hari sebelum berangkat Mustarif tidak sempat pulang ke Kontrakan mereka yang beralamat di Thumburuni (Kampung Bugis), sesama karyawan pun sempat melakukan pencarian terhadap Mustarif.

Sekali pulang ke kontarakan, Kata Fauzan, Mustarif menunjukkan aksi dengan mengeluarkan kata-kata yang dicurigai yang bersangkutan gangguan jiwa, meski demikian, Mustarif sempat minta pulang sorong ke rekan-rekanya,

“Selama di perusahaan Pak Mustarif itu tidak pernah ada reaksi yang mencurigakan kalau dia kelainan jiwa, itu tidak ada, kami menduga baru terjadi kemarin malam, karena dia tidak pulang dikontrakan bahkan sempat kita cari, dan paginya balik ke kontrakan mulai lari sana sini sambil buka baju, setelah itu kami musyawarah kalau ada kapal kita antar pulang, saat itu kami ajak bicara masih nyambung kemarin, dan tidak separah saat ini”, Ungkap Fauzan. (ret)

About admin

Check Also

Nam Air Diurus Pemda Fakfak, Citilink Dalam Upaya Komunikasi KSP.

Fakfak – Bupati Fakfak, Untung Tamsil, S.Sos, M.Si telah mengeluarkan statement bahwa saat ini pemerintah ...

Ngabalin Tinjau Pelabuhan Laut Fakfak, Janji Laporkan 3 Menteri Tuntaskan Persoalan.

Fakfak – Kunjungan Kerja Komisaris Subholding Pelindo yang juga adalah sebagai Tenaga Ahli Utama Kantor ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!