Home / Hukrim / Ternyata Bukan Kota Sorong, Kabupaten ini Calon Kuat Ibukota Provinsi Papua Barat Daya.

Ternyata Bukan Kota Sorong, Kabupaten ini Calon Kuat Ibukota Provinsi Papua Barat Daya.

Sorong – Ternyata bukan Kota Sorong, dalam usulan dokumen hasil kajian Pemerintah Provinsi dan beberapa komponen lainya terkait usulan Ibukota Provinsi Papua Barat Daya itu terletak di Kabupaten Sorong atau Aimas.

Hal itu disampaikan Pj. Gubernur Papua Barat. Paulus Waterpauw kepada wartawan saat menghadiri HUT Kota Fakfak ke – 122 Tahun kemarin (16/11). Ia katakan usulan tersebut berdasarkan kajian dan berbagai pertimbangan yang sudah matang demi kemajuan pembangunan PBD kedepan.

Menurut Pj. Gubernur Papua Barat bahwa mengenai kesiapan Aimas atau Kabupaten Sorong sebagai Ibukota Provinsi Papua Barat Daya bukan karena tidak ada alasan namun alasan yang sangat prinsip adalah agar bagaimana akses pembangunan di Sorong Raya ini seluas-luasnya kedepan.

Waterpauw ungkapkan bahwa kesediaan Kabupaten Sorong di Aimas menjadi Ibukota Provinsi Papua Barat Daya salah satu syarat adalah telah menyediakan lahan kosong untuk pembangunan Infrastruktur Pemerintahan seluas 5.000 Hektare,

“Kalau usulan naskah akademik yang telah ditanda tangani oleh seluruh Kabupaten se – sorong raya, Ibukota Provinsi Papua Barat Daya ini ada di Aimas (Kabupaten Sorong), Kenapa, ?

1). Tahun 1962 Sorong sudah ada dan terletak di Aimas, 2) Pemekaran Kota. Maybrat dan Sorong Selatan semua dari situ,  3). Jumlah Penduduk OAP terbanyak di Aimas. Bukan di Kota Sorong. 4) Aimas sangat strategis sebagai Ibukota Provinsi Papua Barat Daya karena berada ditengah semua Kabupaten/Kota Sorong Raya.

Pemerintah Kabupaten Sorong di Aimas telah bersedia untuk menghibahkan lahan seluas 5.000 hektare dalam rangka pembangunan semua infrastruktur Pemda Papua Barat Daya setelah DOB PBD ditetapkan menjadi UU.”, Ungkap Gubernur Papua Barat.

Menurut Gubernur, terkait pembahasan Provinsi Papua Barat Daya bukan tidak dibahasa namun sempat tertunda bukan karean alasan politis lainya.

Hal itu disebabkan karena pimpinan dan Anggota Komisi – II DPR RI melaksanakan tugas reses sehingga tertunda sementara waktu dan kemudian dilanjutkan pembahasanya setelah agenda reses pimpinan dan anggota DPR selesai.

Berdasarkan informasi yang berkembang dan beredar undangan, rencanya, Kamis, (17/11) pagi ini DPR RI akan diadakan rapat Paripuran DPR RI tentang pengambilan keputusan menjadi RUU usul DPR RI terhadap persetujuan pembentukan Provinsi Papua Barat Daya, (ret)

About admin

Check Also

Disamping Tugas Pokok dan Fungsinya, Polisi Diminta Respon Keluhan Masyarakat.

Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri penutupan pendidikan Sespimti Dikreg ke-31 dan Sespimmen ...

Lukas Enembe Dianggap Berdrama dan Bohongi Publik.

Jayapura – Salah satu pegiat Media Sosial dalam akun resmi instagramnya menganggap kondisi Kesehatan Gubernur ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!