Home / Politik / PDIP Ingin Dahulukan Pemekaran DOB Kabupaten, Soal Papua Barat Tengah, Bupati Fakfak : “Sekali Layar Terkembang, Pantang Mundur”.

PDIP Ingin Dahulukan Pemekaran DOB Kabupaten, Soal Papua Barat Tengah, Bupati Fakfak : “Sekali Layar Terkembang, Pantang Mundur”.

“Para Bupati mendelegasikan kewenangan (Kewenangan Delegatif) kepada masing-masing Kepala Bappeda untuk merumuskan bersama Pemetaan Aset dan besaran pendanaan dalam rangka mempercepat Pembentukan DOB Provinsi Papua Barat Tengah Pemekaran dari Provinsi Papua Barat;”.

Bupati Fakfak, Untung Tamsil, Bupati Bintuni, Petrus Kasihiuw, Bupati Teluk Wondama, Hendrik S. Mambor, Wakil Bupati Fakfak. Yohana Dina Hindom, Bupati Kaimana diwakili Kepala Bappeda. Abdul Rahim Furuada, Sekda Fakfak. Drs H. Alibaham Temongmere, MTP. rombongan tersebut saat melangkahkan kaki menuju ruang pertemuan Witnder Tuare Fakfak, rabu, (1/3) kemarin. foto ; rustam rettob/mataradarindonesia.com

Fakfak – Proses pembentukan sebuah DOB (Daerah Otonomi Baru). apakah itu Kabupaten atau Kota Madya. bahkan Proses Pemekaran Provinsi sekalipun tidak segampang membalik telapak tangan,

Banyak pernak pernik pemikiran yang kemudian hal itu dapat dijadikan sebagai bahan kajian dalam setiap diskusi diruang formal maupun Non Formal menjadi saluran aspirasi tujuanya untuk menemukan satu solusi terbaik diantara banyaknya pilihan tersebut.

Sama halnya dengan Proses Pemekaran Provinsi Papua Barat Tengah di Tanah Papua yang kini dokumen persyaratanya terus digenjot untuk dipenuhi oleh 4 Kabupaten dan Tim Kajian Akademik dari Uncen Jayapura – Papua.

Provinsi ini nantinya berada di Wilayah Adat Bomberay. Yang terlihat pasti ada pro dan kontranya. Semua perbedaan pandangan dalam melihat persoalan ini pasti berbeda tapi tujuanya satu. Bagaimana menghadirkan sebuah DOB untuk Orang Asli Papua.

PDI Perjuangan melihat, proses pemekaran dan pembentukan DOB Papua Barat Tengah belum terlalu urgen, ia memandang perlu untuk mendorong adanya proses pemekaran terhadap sejumlah wilayah yang berpotensi menjadi Kabupaten dan Kota.

Mervin Komber dalam rekaman audio yang diterima mataradarindonesia.com. menjelaskan, sikap PDI Perjuangan jelas mendukung DOB. Baik Kabupaten dan Kota serta Pemekaran Provinsi, namun untuk mekarkan Provinsi maka lebih awal mekarkan Kabupaten dan Kota.

Komber sampaikan bahwa ada grand desain besar mereka (PDI Perjuangan-red) yang ia pikirkan adalah, untuk mekarkan Papua Barat Tengah maka lebih awal dimekarkan Kokas, ataupun Kota Madya dan pindahkan Ibu Kota Fakfak ke Distrik lainya.

“Kalau mekarkan Kabupaten dan Kota lebih awal maka kita tinggal dorong Papua Barat Tengah, lihat saja, Papua Selatan dulu Kabupaten Merauke, Papua Pegunungan itu dulu Kabupaten Jayawijaya, Papua Tengah dulu Kabupaten Nabire, Papua Barat Daya dulu Kabupaten Sorong,

Makanya kita dorong supaya Papua Barat itu Kabupaten Manokwari, sehingga kedepan kita dorong dulu Pemekaran Kabupaten agar begitu Pemekaran Papua Barat Tengah itu masuk Kabupaten Fakfak sesuai dengan karakteristik daerah kita masing-masing, Jadi. Kita dorong tapi bertahap, ”, Ulas Mervin. Ia menyebut Grand Desainya.

Terpisah, bertempat di Gedung Witnder Tuare Fakfak, Kamis, (2/3) pagi kurang lebih pukul 02.45 WIT,. Bupati Fakfak, Untung Tamsil merespon berbagai dinamika yang terjadi saat itu berkaitan dengan Pertemuan Ke-IV dalam rangka Pembahasan Lanjutan Usulan Pemekaran Daerah Otonomi Baru Provinsi Papua Barat Tengah di Wilayah Adat Bomberay.

Untung katakan. “Sekali layar terkembang, pantang surut untuk kita mundur”, ini sebagai sebuah untuk bagaimana memacu semangat dan perjuangan Pemerintah dan Masyarakat 4 Kabupaten yang mendiami Wilayah Adat Bomberay dalam rangka memperjuangkan Provinsi Papua Barat Tengah di Tanah Papua.

Sebelumnya, melalui sambutan dan penyampaian selayang pandang tentang cikal bakal Provinsi baru di Wilayah Adat Bomberay, Untung sampaikan bahwa sejatinya usulan pemekaran salah satu Provinsi di Wilayah Adat Bomberay yang kini muncul dengan nama Provinsi Papua Barat Tengah tercatat rapih dalam sejarah dan bukan suatu kebetulan.

“Perjalanan panjang yang membutuhkan waktu dan energi yang tidak sedikit akhirnya tiba saatnya kita harus bersabar menunggu waktu dan terus berjuang mendorong hingga misi bersama dalam membentuk Provinsi baru di Wilayah Adat Bomberay.

Tentunya perjuangan panjang ini membutuhkan dukungan semua pihak. Dukungan dari Pemerintah Daerah, Pemerintah Pusat, Masyarakat Adat seluruh elemen Dewan Adat, Lembaga Adat. Para Raja dari berbagai Petuanan serta para Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, dan Tokoh Perempuan.

Tidak ada lagi pertentangan soal lokasi Calon Ibu Kota Provinsi di Wilayah Adat Bomberay, mari kita sama-sama duduk bersama atas kepentingan masyarakat, terutama untuk kepentingan maasyarakat Orang Asli Papua yang mendiami Jazirah Wilayah Adat Bomberay.”, Harap Untung Tamsil.

Sebagai bahan informasi untuk semua pihak, berdasarkan hasil pertemuan 4 Bupati di Kabupaten Fakfak sejak 28 Februari – 1 Maret 2023 yaitu, Fakfak-Kaimana-Bintuni- dan Wondama dalam rangka membahas kelengkapan syarat administrasi usulan pembentukan Provinsi baru di Wilayah Adat Bomberay atau Papua Barat Tengah adalah sebagai berikut :

Pertama, Para Bupati mendelegasikan kewenangan (Kewenangan Delegatif) kepada masing-masing Kepala Bappeda untuk merumuskan bersama Pemetaan Aset dan besaran pendanaan dalam rangka mempercepat Pembentukan DOB Provinsi Papua Barat Tengah Pemekaran dari Provinsi Papua Barat;

Kedua, Jadwal Roadshow ke Manokwari dan Jakarta akan dibahas dan ditetapkan bersama oleh Para Kepala Bappeda dengan Tim Percepatan Pembentukan DOB Provinsi Papua Barat Tengah Pemekaran dari Provinsi Papua Barat;

Ketiga, Masing-masing kabupaten akan mengusulkan ikon dan warna kebanggaan dari masing-masing kabupaten untuk menjadi bahan dalam pembuatan Logo Calon DOB Provinsi Papua Barat Tengah Pemekaran dari Provinsi Papua Barat yang secara teknis akan dirumuskan bersama oleh Para Kepala Bappeda;

Keempat, Masing-masing Kabupaten melengkapi data survey yang diminta oleh Tim Kajian Akademik paling lambat 7 (Tujuh) hari terhitung mulai tanggal ditandatangani hasil rapat ini;

Kelima, masing-masing Kabupaten telah mengusulkan Calon Ibukota Provinsi Papua Barat Tengah Pemekaran dari Provinsi Papua Barat  kepada Tim Penyusun Kajian Akademik DOB Provinsi Papua Barat Tengah Pemekaran dari Provinsi Papua Barat.

Keenam, Masing-masing Kabupaten menyerahkan Penentuan  Calon Ibukota DOB Provinsi Papua Barat Tengah Pemekaran dari Provinsi Papua Barat  secara akademik kepada Tim Penyusun Kajian Akademik DOB Provinsi Papua Barat Tengah Pemekaran dari Provinsi Papua Barat  dan hasil kajiannya disampaikan kepada masing-masing Kabupaten paling lambat 7 (Tujuh) hari terhitung mulai tanggal ditandatangani hasil rapat ini;

Ketujuh, Tim Kajian Akademik akan menyelesaikan Naskah Akademik Pembentukan DOB Provinsi Papua Barat Tengah Pemekaran dari Provinsi Papua Barat paling lambat 7 (Tujuh) hari terhitung mulai tanggal ditandatangani hasil rapat ini;

Kedelapan, Masing-masing Kabupaten dan Tim Percepatan Pembentukan DOB Provinsi Papua Barat Tengah Pemekaran dari Provinsi Papua Barat  akan menyelesaikan kelengkapan berkas persyaratan pengusulan paling lambat 14 (Empat Belas) hari setelah menerima Naskah Akademik dari Tim Kajian Akademik. (ret)

About admin

Check Also

Mendagri : Pemilu Damai adalah Tanggung Jawab Bersama, Disitu ada Peran Media.

Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengatakan, pemilu yang damai adalah tanggung ...

Wapres Dukung Otonomi Daerah Guna Optimalisasi Potensi Lokal

Tangerang – Indonesia memiliki beragam potensi lokal yang terbentang luas di daerah nusantara. dengan adanya ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!