Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggelar upacara kenaikan pangkat secara serentak bagi personel di seluruh Indonesia. Kenaikan pangkat tersebut mencakup jenjang Perwira Tinggi (Pati), Perwira Menengah dan Pertama, Bintara, hingga Tamtama. upacara ini dilaksanakan secara nasional mulai dari Mabes Polri, Polda, Polres, hingga satuan kerja di daerah.
Mantan Wakapolres Fakfak. Indro Rizkiadi salah satu peserta yang kini menapaki kariernya lebih cemerlang. Pria jebolan Akademi Kepolisian (AKPOL) 2008 ini setelah menyandang pangkat Kompol beberapa tahun lalu. Sebagai kado manis akhir tahun 2025 ia disematkan pangkat baru menjadi Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP). Yaitu Pangkat Perwira Menengah (Pamen) di Kepolisian Republik Indonesia.
Mas Indro yang pernah menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Fakfak selama 2015 hingga 2017 dan ketika itu dimutasikan lagi untuk menjabat sebagai Kasat Reskrim Polresta Manokwari pada Tahun 2017. Indro dikenal sebagai penangkap KPK gadungan di Fakfak ketika itu dipromosikan lagi untuk menjabat sebagai Kapolsek Sorong Timur sejak tahun 2020 hingga 2021 kembali dipromosikan pada jabatan Kabag Ops. Polres Fakfak saat pandemi Covid -19.
Tak lama dijabatan Kabag Ops. Polres Fakfak ketika itu, Kompol Indro Rizkiadi, S.IK., kini menyandang pangkat AKBP waktu itu kembali dipromosikan menjabat Wakapolres Fakfak selama kurang lebih 2 tahun, sejak tahun 2022 hingga 2024. Setelah dimutasi dari jabatan Wakapolres Fakfak kemudian menduduki jabatana PS. Kabagopsnal Ditresnarkoba Polda Papua Barat
Ia kemudian mengikuti pendidikan Sespimen Serdik angkatan 65 yang berlangsung pada 11 Januari 2025. Hingga dinyatakan Lulus 19 Juni 2025 kemarin. Indro selama di Fakfak dikenal sangat ramah dengan masyarakat dan memiliki rekam jejak sangat baik dengan rekan-rekan Pers. Setelah digembleng selama berbulan-bulan di Sekolah Sespimen dan dinyatakan Lulus dan mengikuti Yudisium pada 19 Juni 2025 lalu di Gedung. Oetrayo Sespim Polri. Lembang Bandung Barat.
Puluhan perwira menengah yang naik pangkat satu tingkat diatasnya. Termasuk Indro Rizkiadi dari pangkat Kompol menjadi AKBP. berdasarkan Surat Telegram Kapolri. Nomor : STR/2823/XII/KEP/2025 tertanggal 19 Desember 2025, Secara nasional jumlah personel Polri yang menerima kenaikan pangkat mencapai puluhan ribu anggota dari berbagai golongan dan kepangkatan.
Untuk kenaikan pangkat reguler ke dan dalam golongan Perwira Tinggi (Pati), tercatat sebanyak 42 personel yang menerima promosi. Sementara itu, kenaikan pangkat ke Komisaris Besar (Kombes) Polisi diberikan kepada 308 personel, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) sebanyak 642 personel, serta Komisaris Polisi (Kompol) sebanyak 1.332 personel.
Selain itu, sebanyak 3.335 personel naik ke pangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP) dan 4.418 personel naik menjadi Inspektur Polisi Satu (Iptu). Untuk kenaikan pangkat pengabdian, sebanyak 448 personel menerima kenaikan ke Inspektur Polisi Dua (Ipda).
Di golongan Bintara dan Tamtama, Polri mencatat 36.053 personel Bintara serta 1.918 personel Tamtama turut menerima kenaikan pangkat.
Sejumlah nama perwira tinggi yang mendapatkan promosi juga menjadi perhatian, di antaranya Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja yang menjabat sebagai Kakorbinmas Baharkam Polri, serta Irjen Pol. Agus Santoso dan Irjen Pol. Umar Surya Fana yang bertugas sebagai Penyidik Tindak Pidana Utama Tingkat I Bareskrim Polri.
Sementara itu, pada kenaikan pangkat ke Brigjen Polisi, terdapat nama-nama seperti Brigjen Pol. Murry Mirranda selaku Wakapolda Kepulauan Bangka Belitung, Brigjen Pol. John Huntal Sarjananto Sitanggang sebagai Danpasbrimob II Korbrimob Polri, serta Brigjen Pol. Susatyo Purnomo Condro, Penyidik Tindak Pidana Utama Tingkat II Bareskrim Polri.
Naik pangkat merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan, karena tidak semua personel mendapatkan kesempatan tersebut. kenaikan pangkat ini merupakan bentuk kepercayaan pimpinan sekaligus tanggung jawab besar yang harus dijalankan oleh setiap personel, Kenaikan pangkat ini juga bukan semata-mata hasil usaha pribadi, tetapi karena doa dan dukungan keluarga serta orang-orang terdekat.
Polri berkomitmen menjalankan sistem pembinaan karier yang objektif, transparan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, sejalan dengan semangat transformasi Polri yang Presisi.
(ret)


