Fakfak – Program Tahun Anggaran 2025 masih menyisahkan banyak hal yang mestinya dapat diselesaikan pada tahun anggaran 2026. Pemerintahan era kepemimpinan siapapun tetap saja ada kekurangan yang dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi bersama dari tahun ke tahun karena tidak semua sektor pembangunan dapat diselesaikan.
Untuk pemerinthaan saat ini (Periode 2025-2030) harus menanggung beban berat karena semangat pembangunan ditengah kebijakan pemerintah pusat melakukan efesiensi anggaran yang cukup ketat. Ini tentunya menjadi sebuah persoalan besar dan tantangan bagi daerah khusus Kabupaten Fakfak untuk jajaran pemerintah mampu melakukan Inovasi terhadap pendapatan asli daerah.
Kita tau bahwa program pembangunan di sektor Infrastruktur butuh anggaran cukup besar. Karena bidang ini harus memprogramkan kegiatan pembangunan jalan, jembatan, perumahan, gedung kantor dan sebagaianya. Ini berarti hampir sebagaian besar anggaran terkuras disektor tersebut. Nah, banyak usulan program tentunya diimbangi dengan keuangan yang memadai. Karena salah satu penyumbang pajak terbesar juga adalah sektor Infrastruktur.
Melihat perjalanan program selama tahun anggaran 2025 dan melakukan evaluasi secara khusus di Sektor Infrastruktur. Bupati Fakfak. Samaun Dahlan mengatakan mengakui jika masih banyak kekurangan dalam 10 bulan berjalan. Mesikpun banyak juga yang telah tertorehkan namun belum maksimal karena terjadi pemangkasan anggaran dari pusat. Semangat evaluasi ini menjadi catatan langkah maju di tahun 2026.
Samaun ungkapkan bahwa beberapa jalan yang tertinggal selama beberapa tahun belakangan. Ketika ia bersama Donatus baru masuk dan memimpin baru 10 bulan telah menyelesaikan janji politik tersebut. Salah satunya adalah akses jalan Kayauni menuju Teluk Patipi. Masyarakat sangat mengharapkan jalan dimaksud menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena bukan saja orang sakit. Orang sehat saja melewati jalan ini bisa menimbulkan gejala sakit.
Mereka khususnya masyarakat setempat beri nama jalan ini sebagai jalan tiktok. Karena setiap kendaraan yang melintasi jalan tersebut kendaraan roda dua maupun roda empat penumpag maupun sopir harus merasakan goyangan dari landasan jalan ini. Seperti goyang tiktok. Cerita mereka. Atas usulan itu. Dalam tahun anggaran 2025. Pemerintahan SANTUN telah tunaikan janji tersebut dan kini dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Begitu juga sektor infrastruktur. Sudah berjalan juga, kita lihat jalan dari Kayauni Teluk patipi dengan istilah jalan tiktok yang kalau tidak diperbaiki dengan cepat maka masyarakat setiap lewat wajib goyang tiktok telah ditangani dan sedang berjalan, sedangkan akses jalan lain yang belum dikerjakan akan kita perhatikan di tahun anggaran 2026”, kata Bupati Samaun Dahlan.
Lanjut disampaikan terkait pembangunan akses jalan menuju dari Kampung Sanggram ke Kampung Weri. Jalanya rusak parah dengan menempuh waktu sekitar 2-3 jam lebih padahal Sanggram ke Weri sangat dekat.
“Ini juga sudah mulai proses berjalan. Dan yang dikerjakan ini adalah terlihat sangat urgen untuk kebutuhan dan kepentingan masyarakat, belum sepenuhnya untuk yang lain juga. Termasuk rencana jalan masuk ke Mbahamdandara akan diperbaiki tahun 2026.” Rencana Bupati Fakfak 2026.
Dijelaskan, Tahun 2025. Program pemerintah daerah yang telah diprogramkan berjalan cukup baik meski ada kekurangan terutama soal anggaran. Tahun anggaran 2026 pasti akan mengalami kendala besar karena anggaran transfer dari pusat ke daerah mengalami pemangkasan lebih besar karena penurunan mencapai 91 Miliar lebih. Oleh karena program yang tidak penting akan dipangkas, tegasnya
Samaun sampaikan dana transfer pusat ke daerah dibabat habis namun tidak mempengaruhi program pendidikan dan kesehatan gratis di fakfak karena kedua program tersebut menjadi program prioritas pemerintahan keduanya.
(ret)


