-8.5 C
New York
Senin, Februari 2, 2026

Buy now

Kepala Daerah Dahulukan Kepentingan Rakyat Diatas Kepentingan Kelompok

Jakarta – Presiden Republik Indonesia. Prabowo Subianto menekankan agar dalam pelayanan kepada masyarakat. Kepala Daerah dahulukan kepentingan umum atau kepentingan rakyat diatas segala kepentingan pribadi/kelompok dan atau Golongan tertentu.

Ia menyebutkan bahwa rakyat sangat murka dengan pelayanan yang bersifat priadi dan golongan padahal kepentingan umum jauh lebih penting dan menjadi harapan semua rakyat.

Mendahulukan kepentingan umum, bangsa, dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan adalah wujud dari sikap altruisme, itsar (dalam Islam), dan pengamalan Sila ke-3 Pancasila. Tindakan ini berfokus pada ketulusan, persatuan, dan pengorbanan demi kebaikan bersama.

Pemimpin yang mengutamakan rakyat, rela berkorban untuk negara, dan tidak mementingkan kelompok tertentu. Sikap ini dianggap sebagai akhlak mulia dan kunci mempererat persaudaraan serta keberkahan, baik dalam konteks sosial maupun keagamaan.

Presiden menegaskan bahwa puncak perjuangan bangsa Indonesia tecermin dalam Proklamasi 17 Agustus 1945 dan penyerahan kedaulatan yang diraih melalui perjuangan panjang di seluruh wilayah Nusantara.

“Negara ini yang sekarang berada dalam kendali kita dibangun atas pengorbanan rakyat yang sangat besar. Karena itu, kita tidak boleh lupa bahwa keberadaan kita sebagai pemimpin adalah untuk berbakti dan mengabdi kepada rakyat,” tegasnya.

Menurut Presiden, pengabdian kepada rakyat bukan sekadar kalimat yang mudah diucapkan, tetapi harus dibuktikan melalui kerja nyata dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Ia mengingatkan bahwa sejarah penjajahan meninggalkan luka mendalam, di mana rakyat Indonesia pernah diperlakukan secara tidak manusiawi oleh kekuasaan kolonial yang bersifat imperialis dan rasialis.

Presiden Prabowo juga menyoroti pentingnya menjaga dan menghormati situs-situs sejarah sebagai bagian dari identitas bangsa. Ia menyesalkan masih adanya peninggalan sejarah yang hilang atau rusak akibat kurangnya perhatian.

“Kadang-kadang kita tidak menghormati sejarah kita sendiri. Situs-situs bersejarah dibongkar. Ini harus menjadi perhatian para kepala daerah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Presiden menekankan bahwa Indonesia sampai pada posisi saat ini tidak terlepas dari kontribusi para pemimpin dan pemerintahan terdahulu, mulai dari presiden pertama hingga pemerintahan-pemerintahan berikutnya di tingkat pusat maupun daerah.

“Setiap presiden, setiap pemerintahan, para gubernur, bupati, dan wali kota terdahulu semuanya telah menyumbang terhadap kehadiran kita hari ini,” katanya.

Ia mengajak seluruh jajaran pemerintahan untuk memandang perbedaan sebagai kekuatan, bukan pemecah persatuan. Menurutnya, meskipun bangsa Indonesia berbeda suku, ras, agama, dan pandangan politik, seluruh rakyat tetap merupakan satu keluarga besar Indonesia.

Catatan mataradarindonesia.com, masih ingat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, setahun lalu saat melantik sebanyak 961 kepala daerah beserta para wakilnya di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (20/2/2025) pagi?

Saat itu dalam pidatonya, Presiden Prabowo menekankan bahwa tugas utama para kepala daerah dan wakil kepala daerah yang telah dilantik adalah harus mengutamakan kepentingan rakyat diatas segala kepentingan pribadi/kelompok atau golongan tertentu.

“Saudara adalah abdi rakyat, saudara harus membela kepentingan rakyat, saudara harus menjaga kepentingan rakyat kita, saudara harus berjuang untuk perbaikan hidup mereka, itu adalah tugas kita,” ujar Presiden dengan tegas.

Pesan ini diharapkan dapat mendorong kinerja para kepala daerah dalam mengatasi berbagai persoalan di daerah masing-masing.

Presiden juga mengingatkan agar para kepala daerah senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan bangsa meskipun berasal dari latar belakang partai politik, agama, dan suku yang berbeda-beda.

“Walaupun kita mungkin berasal dari partai yang berbeda-beda, dari agama yang berbeda-beda, dari suku yang berbeda-beda, tapi kita telah lahir di dalam keluarga besar Nusantara, keluarga besar Republik Indonesia, keluarga besar Merah Putih, keluarga besar Bhinneka Tunggal Ika, kita berbeda-beda tetapi kita satu,” tegasnya.

(ret)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles

error: Content is protected !!