-3.7 C
New York
Senin, Februari 2, 2026

Buy now

Prabowo Subianto : Kalau Gerindra “Brengsek”, Gerindra pun Saya Tangkap

Jakarta – Presiden Republik Indonesia. Prabowo Subianto dalam forum Rakornas Kemendagri menghadirkan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Seluruh Indonesia. Pimpinan TNI/Polri. Pimpinan Kejaksaan dan Pimpinan DPRD Seluruh Indonesia. Kabinda. Serta BPS Seluruh Indonesia di SJCC. Senin, 2 Februari 2026. ia mengingatkan kepada seluruh peserta untuk hilangkan segala perbedaan. Rajut kembali persatuan dan kesatuan anak bangsa untuk membangun bangsa dan negara sampai ke polosok tanah air Indonesia.

Prabowo mengisyaratkan kepada seluruh kepala daerah dan jajaran Anggota Forkopimda lainya agar tetap melayani masyarakat. Jangan sakiti hati rakyat dalam hal pelayanan dari semua sektor. Ia menegaskan bahwa perbedaan dalam politik itu biasa-biasa saja. Ada pertarungan dan ada pemilihan pasti ada yang kalah dan tentunya ada yang menang. Karena itu setelah musim politik semua kembali menjadi satu untuk melayani masyarakat.

Dalam taklimatnya, Presiden menekankan pentingnya pemahaman peran dan tugas aparatur pemerintahan, baik di tingkat pusat maupun daerah, sebagai pemimpin rakyat. Prabowo menyebut rakyat Indonesia pada dasarnya menginginkan kehidupan yang tenang dan harmonis. Presiden menyampaikan harapan rakyat tertuju pada hadirnya pemimpin yang adil, jujur, dan bekerja untuk kepentingan masyarakat luas, bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan tidak mempermasalahkan asal-usul partai politik kepala daerah. Bahkan, jika kepala daerah dari Partai Gerindra melakukan pelanggaran, ia memastikan akan menindak tegas. Prabowo menyebut dalam politik wajar ada persaingan. Yang menang seharusnya merangkul yang kalah, sementara pihak yang kalah mesti mendukung yang menang. Ia mencontohkan hubungannya dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, yang merupakan kader PDI Perjuangan.

Berikut pidato Presiden Prabowo hingga beri Alarm ke Kader Gerindra :

“Bapak/Ibu. Kita menghormat pemimpin-pemimpin terdahulu. Tapi kita harus sadari bahwa kita masih menghadapi kesulitan. Kita masih menghadapi tantangan. Kita masih menghadapi kekurangan. Bahwa rakyat kita masih banyak yang mengalami kesulitan hidup. Kadang kita (Pemerintah-red) takut bicara apa adanya. Tidak mau kita mengakui sebuah kesalahan yang sebetulnya itu realistis.

Kita harus berjuang bersama-sama, semua unsur, semua tingkatan, semua latar belakang, semua partai manapun. Kita harus bersatu dan berjuang menghilangkan kemiskinan dari bumi Indonesia. Kita tidak boleh menyerah dan takut dengan kesulitan. Jangan mengeluh mampu atau tidak. Sebetulnya banyak rakyat miskin tidak sebanding dengan kekayanaan Indonesia yang begini banyak.

Seharusnya data ini tidak berbanding lurus dengan kekayaan SDA kita. Namun demikian ini semua tergantung unsur pimpinan dan elit masih kurang dalam tugasnya menjaga dan mengelola kekayaan bangsa Indonesia. Dan ini sekarang saya buka dan saya gugah mari kita semua sebagai pemimpin mari kita membulatkan tkead kita dan lingkungan kita dan lingkaran kita untuk menyelamatkan menjaga dan mengelola kekayaan alam untuk sebesar-besranya kepentingan rakyat kita.

Tidak ada urusan. Saudara berasal dari partai mana, jangan kita terlibat dalam sekat-sekat yang timbul. Segala pertikaian dan segala permusuhan dan kesalahan mari kita tanam dalam-dalam. Kita bisa ribut terus kapan kita tidak berdamai. Intinya saya dipilih untuk untuk mengabdi kepada rakyat. Saya tidak akan tanya asal usul kepala daerah dari partai tertentu. Saya tidak akan tanya, dulu pilih capres nomor 1, atau 2, atau nomor 3. Tidak ada itu.

Buktinya saya kalah di sumatera barat tapi tetap MBG sampai di sumtera barat. Koperasi Merah Putih. Kita tetap rehabilitasi dan tetap kita bangun sumatera barat. saya juga kalah di Aceh tapi tetap kita bangun aceh habis-habisan, tidak boleh ada permusuhan. Tidak boleh ada sakit hati, kaah menang itu biasa, sekarang kita mengabdi untuk bangsa dan rakyat Indonesia.

Saya tidak tanya, Pak Bursa (Bursa Sarnubi-red) ko Partai mana. Saya nggak tanya kan, tapi tetap saya dukung beliau, benar, (Karena istrimu Gerindra). Tapi saya ngga tanya dia. Eh. Kalau Gerindra “Brengsek, Gerindra pun saya tangkap saudara-saudara. Jangan macam-macam. Ngga ada itu, kita semua bergerak. Jadi pertandingan ya pertandingan, kalau ada pemilihan yang kita memilih. Tapi begitu selesai. Sudahlah. Kerja”, Tegas Prabowo.

(ret)

 

 

 

 

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles

error: Content is protected !!