6.5 C
New York
Jumat, April 3, 2026

Buy now

Bupati Fakfak Minta Masyarakat Adat Petuanan Kokas Maupun Arguni Menahan Diri

Fakfak – Bupati Fakfak Samaun Dahlan, meminta seluruh lapisan masyarakat di Distrik Kokas dan sekitarnya untuk tetap tenang dan menahan diri menyikapi persoalan transportasi pekerja LNG Tangguh dari Kokas ke lokasi proyek di Sayengga, Bintuni, akibat pemasangan sasi adat yang menyebabkan tidak kegiatan seismic di Arguni.

Hal ini disampaikan Bupati Samaun Dahlan didampingi Dandim 1803/Fakfak. Letkol Wahlin Rahman. saat bertatap muka dengan warga Kokas dalam momentum Safari Ramadhan 1447H/2026 yang berlangsung di Masjid Al-Mujahidin Kampung Sekar, Distrik Kokas, Minggu (01/02/2026).

Bupati mengakui, penutupan jalur dari pelabuhan Kokas memberikan beban berat bagi para pekerja asal Kokas dan Fakfak. Saat ini, para pekerja harus memutar rute melalui Bandara Siboru, terbang ke Sorong, lalu menuju Babo sebelum akhirnya sampai ke LNG Tangguh menggunakan speedboat.

“Ini masalah yang sangat berat. Masyarakat Kokas bahkan menyampaikan aspirasi bahwa jika persoalan ini tidak segera selesai, mereka akan melakukan aksi balasan dengan menutup akses dermaga Kokas bagi warga Arguni,” ujar Bupati.

Menanggapi hal tersebut, Bupati mengaku telah berkomunikasi langsung dengan Raja Arguni untuk mencari jalan tengah. Meskipun Raja Arguni awalnya berencana menyelesaikan masalah ini setelah Lebaran, Bupati mendesak agar solusi dapat ditemukan dalam satu atau dua hari ke depan guna menghindari dampak sosial yang lebih luas.

“Saya tidak mau terjadi gesekan antar petuanan. Saya sedang berusaha melakukan pendekatan agar persoalan ini selesai dengan baik tanpa ada aksi palang memalang yang merugikan kita semua,” tegasnya.

Selain masalah transportasi, Bupati juga menyinggung dinamika terkait kegiatan eksplorasi (seismik) migas di wilayah Fakfak. Orang nomor satu di Kabupaten Fafak yang akrab disapa SD mengingatkan masyarakat bahwa saat ini Kabupaten Fakfak belum berstatus sebagai daerah penghasil, melainkan baru sebagai daerah dampak.

“Kita harus sadar posisi kita. Fakfak belum memberikan sumbangsih besar kepada perusahaan maupun negara dalam sektor ini. Jadi, jangan terlalu banyak menuntut dulu. Mari menahan diri dan jangan mudah terprovokasi oleh masukan-masukan yang tidak tepat,” imbau Bupati.

Sebagai bentuk keberpihakan kepada masyarakat, Bupati telah meminta agar perusahaan pelaksana seismik memulai kegiatannya dari Kokas. Kebijakan ini diambil agar dampak ekonomi langsung dapat dirasakan oleh warga setempat.

“Saya minta mereka mulai dari Kokas supaya tenaga kerja diambil dari sini. Kebutuhan logistik seperti sayur-mayur dan makanan juga harus dibeli dari masyarakat Kokas. Dengan begitu, perputaran ekonomi akan dirasakan langsung oleh warga kita,” jelasnya.

Mengakhiri arahan pembangunannya dalam momen Safari Ramadhan di Masjid Al-Mujahidin, Kampung Sekar, Distrik Kokas, Bupati Samaun Dahlan, mengajak seluruh komunitas di Kokas untuk tetap menjaga kondusivitas negeri dan mengedepankan komunikasi yang santun dalam menyampaikan pendapat.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles

error: Content is protected !!