16.7 C
New York
Selasa, Maret 31, 2026

Buy now

RI Kecam Gugurnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon, Mereka Jalankan Misi Perdamaian

Jakarta – Gugurnya prajurit TNI dalam misi perdamaian dunia di Lebanon bukan sekadar duka bagi bangsa, tetapi juga peringatan keras bagi dunia internasional.

Serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB adalah pelanggaran serius terhadap hukum internasional yang tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.

Tiga anggota TNI itu tergabung dalam misi perdamaian Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL). Insiden-insiden mematikan itu terjadi saat Israel mengintensifkan serangannya ke Lebanon sejak awal Maret lalu.

Fraksi PKS DPR RI mengecam keras tindakan tersebut dan menegaskan bahwa harus ada pertanggungjawaban yang jelas.

Dunia tidak boleh membiarkan impunitas atas serangan terhadap pasukan perdamaian, karena hal ini mengancam kredibilitas sistem keamanan global.

“Oleh karena itu, PKS mendorong investigasi internasional yang independen, transparan, dan tegas, serta mendesak pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah diplomasi yang lebih kuat di berbagai forum strategis.”, Terang @dpppks dalam akun twitter mereka

Di sisi lain, Fraksi PKS juga menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya prajurit terbaik bangsa. Pengabdian mereka adalah bukti nyata komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.

Namun penghormatan terbaik bukan hanya doa, melainkan keberanian untuk menuntut keadilan dan memastikan perlindungan maksimal bagi setiap prajurit yang menjalankan tugas mulia tersebut.

“Indonesia adalah bangsa yang menjunjung tinggi perdamaian, sekaligus menjaga kehormatan dan martabatnya. Dalam situasi ini, ketegasan harus berjalan beriringan dengan kebijaksanaan!.”, harap @dpppks.

Sebelumnya dilaporkan, Total tiga prajurit TNI meninggal dunia saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon Selatan (UNIFIL). Pada Senin (30/03), dua prajurit TNI meninggal setelah sebuah ledakan menghantam konvoi logistik UNIFIL, ungkap PBB.

Sebelumnya, satu prajurit TNI meninggal pada Minggu (29/03) ketika serangan artileri yang menghantam lokasi kontingen Indonesia yang berada di Kota Adshit al-Qusyar di Lebanon Selatan.

Berdasarkan informasi terbaru per 31 Maret 2026, prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian UNIFIL di Lebanon akibat serangan artileri adalah Praka Farizal RhomadhonKapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.

Mereka gugur saat bertugas di wilayah Lebanon Selatan, dengan beberapa lainnya mengalami luka-luka.

Praka Farizal Rhomadhon: Gugur akibat serangan artileri di wilayah Lebanon Selatan. Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar & Sertu Muhammad Nur Ichwan: Gugur akibat ledakan kendaraan saat mengawal konvoi UNIFIL.

Insiden terjadi di tengah eskalasi konflik di Lebanon Selatan, dan TNI menuntut investigasi menyeluruh atas serangan tersebut.

Pemerintah Indonesia menyampaikan duka cita mendalam dan memastikan pemulangan jenazah serta perawatan bagi prajurit yang terluka.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles

error: Content is protected !!