14.3 C
New York
Kamis, April 2, 2026

Buy now

Tak ada Kenaikan Harga BBM di Fakfak, Stok Aman Ditengah Gencatan Dunia

Fakfak – Stok Bahan Bakar Minyak (BBM) berbagai jenis di Pertamina Fakfak dinyatakan sangat aman ditengah gencatan dunia.

Selain stok terbilang aman. Harga BBM di Fakfak juga diketahui tidak naik sebagaimana desas desus beberapa waktu terakhir.

Ketahanan BBM di Fakfak sejak awal Ramadhan hingga 1 Syawal 1447 H/2026M kemarin tidak kurang dari stok yang tersedia maupun jumlah kebutuhan masyarakat.

Bahkan ketika menjelang Idul Fitri 1447 H/2026M kemarin. Pertamina terjunkan 1 unit tanki jenis Minyak Tanah dalam rangka mendukung pemerintah menggelar pasar murah.

Namun setiap hari antrian 1 unit tanki ini tidak terjual habis. Biasanya jumlah kebutuhan sangat tinggi dengan barang yang tersedia kadang tidak cukup di momen itu.

Faktanya, Stok BBM yang dikucurkan kemarin tidak habis terjual menjelang Idul Fitri. Ini sebagai bentuk jawaban pemerintah bahwa Stok BBM di Fakfak sangat aman.

Melihat kondisi gencatan dunia yang berpengaruh terhadap harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Di Fakfak diketahui stok sangat aman dan juga tidak terjadi kenaikan harga.

Kepala Terminal Manager Pertamina Fakfak. Ramly Michael Lolowang ditemui awak media diruang kerjanya. Rabu, 1 April 2026 siang menegaskan Stok BBM di Fakfak aman.

Ia mengakui selain stok sangat aman atau tidak terjadi kelangkaan bagi kebutuhan masyarakat dari berbagai jenis. BBM di Fakfak juga tidak naik harga.

“Intinya, Stok BBM di Fakfak sangat aman dan beberapa hari kedepan ada lagi kapal tanker yang masuk, sementara harga BBM tidak terjadi perubahan kenaikan”, Jelas Micahel.

Senada dengan Pertamina Fakfak, pengelola SPBU Puncak, Semuel Gunawan mengaku tidak terjadi kenaikan harga BBM di SPBU yang ia kelola.

“Tidak ada BBM yang naik harga, semua masih normal-norma saja, stok juga aman dan kondisi pengisian BBM di SPBU lancar dan terkendali”, Jelasnya kepada mataradar.com

Menteri ESDM RI. Bahlil Lahadalia mengingatkan agar BBM Subsidi tidak diperjualbelikan diluar peruntukkan karena diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu.

“Untuk BBM Non Subsidi tanpa diumumkan jika saatnya naik harga tetap saja terjadi, sedangkan BBM Subsidi untuk rakyat sehingga harus dikontrol dengan baik”, jelasnya.

Namun pembelian BBM subsidi dilakukan pembatasan per hari (dalam liter). Baik itu BBM pertalite maupun Solar dengan kuota pengisian yang berbeda.

Pengisian kendaraan pribadi roda 4. Pertalite maupun Solar cukup 50 liter, sedangkan kendaraan umum roda 4. Pertalte 50 liter sedangkan solar 80 liter.

Selanjutnya untuk kendaraan layanan public roda 4, masing-masing pertalite maupun solar dibatasi hanya 50 liter. Terakhir untuk kendaraan roda 6 / lebih. 200 liter solar.

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) umumkan tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi per 1 April 2026.

Keputusan itu diambil sesuai arahan pemerintah di tengah gempuran kenaikan harga minyak global hingga US$100 per barel imbas perang Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel..

“PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga (PPN) menegaskan bahwa tidak terdapat penyesuaian harga BBM di SPBU Pertamina per 1 April 2026.

Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Pemerintah terkait harga BBM, baik subsidi maupun non-subsidi,” ujar manajemen melalui unggahan Instagram Story akun@pertaminapatraniaga, Selasa (31/3) malam dikutip media ini.

Diketahui, Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM), khususnya BBM bersubsidi, tidak naik di tengah dinamika harga energi global yang berfluktuasi.

Kebijakan ini diambil sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi nasional.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada perubahan harga untuk BBM bersubsidi.

Hal tersebut diputuskan pemerintah atas arahan Presiden Prabowo Subianto dan hasil rapat bersama.

“Penyesuaian harga untuk BBM subsidi tidak ada penyesuaian naik atau turun, artinya flat, masih memakai harga sekarang,” tegas Bahlil dalam keterangan persnya di Seoul, Republik Korea pada Selasa, 31 Maret 2026.

Sementara itu, untuk BBM nonsubsidi, pemerintah masih melakukan pembahasan lebih lanjut bersama dengan Pertamina maupun penyedia BBM swasta, sehingga belum ada keputusan terkait penyesuaian harga.

Demikian halnya dengan BBM Pertamina Dex, Menteri ESDM RI. Bahlil Lahadalia memastikan tidak ada kenaikan harga hingga saat ini.

Dalam kesempatan tersebut, Bahlil juga mengimbau masyarakat untuk tetap bijak dalam mengonsumsi energi, khususnya dalam penggunaan BBM.

Hal tersebut, menurutnya, merupakan salah satu bentuk dukungan dari masyarakat dalam bekerja sama dengan pemerintah.

“Saya mengajak kepada semua masyarakat bahwa dalam kondisi seperti ini, tidak bisa pemerintah bekerja sendiri. Kita membutuhkan dukungan kerja sama dari masyarakat. Caranya seperti apa? Kita harus melakukan pembelian BBM dengan wajar dan bijak,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat hanya mengacu pada informasi resmi dari pemerintah guna menghindari kesalahpahaman di tengah cepatnya perkembangan informasi terkait energi.

Pemerintah berkomitmen untuk terus melakukan kajian secara berkala terhadap perkembangan harga energi global guna memastikan kebijakan yang diambil tetap berpihak pada kepentingan masyarakat, khususnya kelompok rentan.

“Bapak Presiden selalu memperhatikan bahwa kepentingan rakyat di bawah, terutama kepada saudara-saudara kita yang kurang mampu, ini harus mendapat atensi lebih dalam rangka bagaimana membuat kebijakan agar semuanya bisa berjalan dengan baik,” tandasnya.

(ret)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles

error: Content is protected !!