14.1 C
New York
Minggu, November 8, 2026

Buy now

Bahlil : Jangan Ajari Kami Soal Komitmen, Anak-Anak Indonesia Timur Bukan Tipe Pengkhianat

Ambon – Menteri ESDM RI yang merupakan Ketua Umum DPP Partai Golkar. Bahlil Lahadali menyerang balik sejumlah issue yang menyebut bahkan menuding dirinya dibalik perosalan penyedapan terhadap Prabowo.

Salah satu yang menjadi trending topik berbagai media adalah tudingan keterlibatan dirinya melakukan siasat untuk menyadap Mantan Danjen Kopassus. Presiden RI. Prabowo Subianto.

Bahlil menyampaikan bahwa entah dari mana informasi dan data tersebut. dirinya diseret-seret masuk dalam kasus dugaan penyadapan yang dilakukan sejumlah jenderal polisi terhadap Presiden Prabowo.

Ia menyampaikan jika bagaimana dirinya melakukan pertemuan dengan beberapa jenderal 3 jam sebelum beberapa jenderal itu dijemput, dia saja disadap oleh para jenderal itu.

Mengenai issue dugaan keterlibatan dalam penyadapan dimaksud, Bahlil tegaskan bahwa komitmen dan loyalitas adalah harga mati.

jika saja ada yang main-main dengan sebuah komitmen maka tunggu saatnya akan datang sebuah kehancuran bagi dirinya.

Bahlil katakan, jangan ajari anak-anak timur soal sebuah komitmen dan kesetiaan, tipe anak-anak Indonesia bukan orang-orang pekhianat

Mereka gentlemen menunjukkan jati diri mereka sebagai anak kampung yang kuat komitmennya. ketika diberikan kepercayaan maka mereka jaga kepercayaan itu selamanya

“Jadi jangan ajari kami soal sebuah komitmen, kami anak-anak indonesia timur ini kalau sudah menyatakan komitmen maka susah bahkan sulit untuk mundur

Karena hanya pengkhianatlah yang suka bermain dibalik layar, kalau anak-anak indonesia timur lebih takut tentang sebuah komitmen. karena itu sekali seumur hidup”, Tegas Bahlil, Sabtu, 7 November 2026.

Bahlil menegaskan bahwa karakter dasar masyarakat Indonesia Timur adalah memiliki komitmen, loyalitas, totalitas, dan keberanian yang tinggi yang sudah teruji oleh waktu.

Ia menggarisbawahi bahwa bagi orang Timur, kepercayaan dan loyalitas adalah prinsip utama yang diwarisi dari nenek moyang.

Ia menyatakan bahwa nyali dan kesetiaan masyarakat indonesia Timur tidak perlu diragukan atau digertak oleh pihak lain.

Di samping pidato politiknya, frasa “jangan ajari kami/Indonesia soal komitmen” juga sering digunakan Bahlil dalam merespons pihak asing seperti saat menyentil balik negara tetangga terkait kebijakan pemangkasan ekspor gas pipa Indonesia.

Ia menegaskan bahwa Indonesia selalu menghargai aturan dan komitmen kontrak yang telah disepakati.

Sebaliknya negara lain menghargai aturan main Indonesia. jangan main atur-atur negara indonesia. bangsa kita harus berdaulat.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles

error: Content is protected !!