-3.6 C
New York
Jumat, Januari 2, 2026

Buy now

Beranikah Disbun Fakfak Keluarkan Rekomendasi Penertiban Pembelian Pala?

Fakfak – Penjual dan Pembeli pala di Fakfak harus punya komitmen bersama agar dalam proses transaksi pala tidak mengalami kemorostan harga terutama bagi pengumpul pala yang selama ini berada di Kabupaten Fakfak.

Oleh sebab itu salah satu strategi untuk menata dan menjaga harga pala tetap stabil menjadi baik dan kwalitasnya terjamin maka pemerintah daerah melalui OPD teknis perlu melakukan Intervensi agar setiap penjual pala tidak sembarang menjual pala yang kwalitasnya dibawah harga.

Salah satu pengumpul pala di Fakfak yang enggan dirinya di beritakan ditemui. Mataradarindonesia, Kamis, 1 Januari 2025 menyayangkan banyak pengumpul pala yang suka menerima pala yang terlihat kwalitasnya belum bisa untuk dibeli.

Namun dengan alasan. penjual selalu datang dengan kwalitas pala tersebut sehingga ia terpaksa beli. Mestinya ia tolak dan hanya mengambil pala dengan kwalitas bagus. Sebab dengan melayani pala dengan kwalitas rendah juga mengancam harga pala di Fakfak.

Alasan lain dari si penjual adalah ini persoalan perut (Makan-red) sehingga hak dia untuk menjual pala mesikpun pala yang dijual kwalitasnya masih rendah atau tidak bagus, Sebetulnya juga bukan salah penjual tapi pengumpul pala yang tidak komitmen.

Komitmenya apa. pengumpul di Fakfak tidak boleh menerima penjualan pala dengan kwalitas rendah atau sering disebut pala masih terlihat putih. Pengumpul atau pembeli harus pengumpulkan pala dengan kwalitas bijinya hitam dan bunganya benar-benar merah.

Untuk menertibkan pengumpul agar tidak menerima pala kwalitas rendah maka Disbun Fakfak mengeluarkan izin pembelian dan penjualan pala agar pengumpul tidak selalu menerima pala dengan kwalitas rendah.

Selain merugikan, pengumpul juga merusak kwalitas pala yang ada di Kabupaten Fakfak, Izin tersebut yang dimaksud narasumber mataradar adalah bahwa pembeli dilarang keras membeli pala dengan kwalitas rendah atau masih putih. Beranikah Dinas Perkebunan Fakfak keluarkan imbauan?

“Ade, sebetulnya yang bikin harga pala di Fakfak itu turun bahkan merosot bukan penjual atau pemilik pala. Itu tergantung komitmen pengumpul. Bagaimana tidak. Pala yang dijual harusnya diperiksa sambil melihat kwalitasnya. Jika pala itu kwalitas dijamin baik maka harganya pasti baik sementara pala dengan kwalitas tidak baik atau putih namun tetap dibeli maka harga pasti turun, Nah, disitu peran pemerintah melalui Dinas perkebunan untuk menegur pengumpul agar tidak melayani penjualan pala dengan kwalitas rendah”, Papar sumber mataradar itu. Kamis, 1 Januari 2026 kemarin.

Bahkan sumber terpercaya ini minta kepada pemerintah melalui dinas perkebunan fakfak agar mengumpulkan semua pengecer pala di fakfak untuk memberikan penjelasan soal harga pala.

Disitu dibangun sebuah komitmen bersama bahwa pengumpul pala di fakfak tidak seenaknya menerima penjualan pala dengan kwalitas yang terbilang sangat mengancam harga pala. Semua pihak harus bangun komitmen bersama dengan menjaga harga pala dan kwalitas pala.

Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak belum lama ini. Edisi 1 Juli 2025 merilis harga pala di Kabupaten Fakfak. diunggah dari laman website Dinas Perkebunan Fakfak memperlihatkan harga pala sebagai berikut :

Daftar Harga Pala terbaru per 1 Juli 2025: Pala Mentah: Rp 600.000/kg (tertinggi), harga umum Rp 45.000/kg, Pala Kulit Tuli: Rp 43.000/kg, Pala Goyang: Rp 68.000/kg, Pala Ketok K1: Rp 105.000/kg, Pala Ketok K2: Rp 50.000/kg, Pala Ketok K3: Rp 35.000/kg, Bunga Pala: Rp 220.000/kg.

Sebetulnya, pemerintah juga telah mengeluarkan perda tentang harga pala di Kabupaten Fakfak yaitu, Perda Nomor : 61 Tahun 2023 Tentang Mutu dan Harga Terendah pala Fakfak. hanya saja regulasi ini tidak membuat pengumpul untuk menjaga harga pala sebab mereka sering membeli pala dengan kwalitas rendah.

Widhi selaku Plt Kadis Perkebunan Fakfak belum lama ini mengingatkan para pekebun untuk terus menjaga kualitas dan kuantitas hasil panen pada musim berikutnya yang akan segera tiba.

Ia menegaskan pentingnya penerapan praktik budidaya yang baik serta menjaga mutu pascapanen agar komoditas pala Fakfak tetap kompetitif di pasar nasional dan internasional.

Selain itu, ia juga mengimbau kepada para pengepul agar tidak melakukan spekulasi dengan membeli pala muda.

“Membeli pala yang belum siap panen justru akan merugikan semua pihak dan menurunkan kualitas pala Fakfak di mata pasar,” tegasnya.

Dengan trend harga yang positif ini, sektor pala diharapkan terus memberikan kontribusi signifikan bagi pendapatan asli daerah (PAD) Fakfak dan kesejahteraan para pekebun.

(ret)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles

error: Content is protected !!