Fakfak – Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, melakukan kunjungan kerja ke Pulau Bonyom, Rabu (13/5/2026) kemarin, untuk meninjau langsung kesiapan teknis panitia perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Misi Katolik ke-132 di Tanah Papua.
Kunjungan tersebut difokuskan pada pengecekan seluruh aspek persiapan menjelang pelaksanaan puncak kegiatan yang akan digelar pada Sabtu, 23 Mei 2026.
Acara besar ini akan dipusatkan di Pulau Bonyom dan diperkirakan dihadiri para uskup, imam, pemerintah daerah, serta ribuan umat Katolik dari berbagai wilayah di Tanah Papua.
Dalam peninjauannya, Bupati Fakfak menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana yang telah bekerja keras mempersiapkan seluruh kebutuhan acara, mulai dari kesiapan lokasi ibadah, akomodasi tamu, hingga dukungan teknis pelaksanaan kegiatan berskala besar tersebut.
“Pemerintah daerah sangat mengapresiasi kerja panitia yang sudah mempersiapkan kegiatan ini dengan baik.
Ini adalah momentum penting bukan hanya bagi umat Katolik, tetapi juga bagi persatuan dan kebersamaan masyarakat Fakfak,” ujar Bupati.
Sebagai salah satu bentuk dukungan pemerintah kepada panitia, bupati menginstruksikan kepada semua OPD di kabupaten Fakfak untuk melaksanakan kerja bakti pada hari Sabtu, 16 Mei 2026 di lokasi pulau Bonyom.
Panitia melaporkan bahwa persiapan telah memasuki tahap akhir, termasuk penataan area utama ibadah serta penyelesaian infrastruktur akses ke lokasi acara.
Salah satu inovasi penting yang telah disiapkan panitia adalah pembangunan jembatan bambu darurat sepanjang kurang lebih 630 meter yang menghubungkan daratan utama dengan Pulau Bonyom (Pulau Bone).
Kehadiran jembatan ini menjadi jalur utama mobilisasi umat dan peserta kegiatan selama rangkaian acara berlangsung.
Rangkaian kegiatan HUT Misi Katolik ke-132 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 19–24 Mei 2026. Selain misa puncak, kegiatan ini juga akan dirangkaikan dengan berbagai agenda rohani dan budaya di wilayah Fakfak.
Perayaan tahun ini memiliki makna historis, mengingat perjalanan misi Katolik di Tanah Papua yang berawal dari kedatangan Pastor Le Cocq d’Armandville pada 22 Mei 1894. Momentum ini juga menjadi refleksi iman dan sejarah Gereja di Papua.
Selain itu, perayaan ini turut dirangkaikan dengan syukuran satu tahun episkopal Uskup Timika, Bernardus Bofitwos Baru, yang akan hadir bersama para pemimpin gereja lainnya dalam puncak acara di Pulau Bonyom.
Pemerintah daerah bersama panitia terus mematangkan koordinasi lintas sektor agar seluruh rangkaian kegiatan yang melibatkan ribuan umat ini dapat berjalan lancar, aman, dan khidmat.
(rls/ret)



