
Laporan : Rustam Rettob/Wartawan.
Fakfak – Peringatan Nuzulul Qur`an yang berlangsung di Masjid Agung Baitul Makmur Kabupaten Fakfak, Sabtu, 7 Maret 2026. Dadim 1803/Fakfak. Letkol Inf. Wahlin Rahman turut hadir mendampingi Bupati Fakfak. Samaun Dahlan bersama sejumlah pimpinan OPD dilingkungan Pemda Fakfak
Hadrinya Komandan Kodim 1803/Fakfak Letkol Inf Wahlin Rahman, S.Pd., bersama jajaran pada kegiatan digagas PHBI Fakfak yaitu Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah yang digelar di Masjid Agung. Jalan Dr. Sam Ratulangi, Wagom Selatan, Distrik Fakfak, Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat, Sabtu (07/03/2026) malam.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Menghidupkan Ruh Al-Qur’an Dalam Menjalani Kehidupan Modern”, yang bertujuan untuk mengingatkan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup di tengah perkembangan zaman.
Peringatan Nuzulul Qur’an ini turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh masyarakat, serta masyarakat Kabupaten Fakfak yang mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh khidmat.
Rangkaian kegiatan diisi dengan tausiyah keagamaan yang mengajak seluruh umat Islam untuk semakin meningkatkan keimanan, ketakwaan, serta mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui peringatan Nuzulul Qur’an ini diharapkan dapat mempererat silaturahmi antar umat Islam sekaligus memperkuat nilai-nilai religius dalam kehidupan bermasyarakat di Kabupaten Fakfak
Nuzulul Qur`an adalah peringatan turunnya wahyu Allah SWT pertama kali sebagai petunjuk hidup (hudan linnas), pembeda benar-batil (Al-Furqan), dan rahmat bagi semesta alam. Momentum ini mendorong umat Islam meningkatkan literasi, memperdalam pemahaman, mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an, serta memperkuat ukhuwah Islamiyah.
Nuzulul Qur’an merupakan peristiwa agung yang menjadi tonggak penting dalam sejarah Islam. Peristiwa turunnya Al-Qur’an bukan hanya menandai awal kerasulan Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi petunjuk hidup bagi seluruh umat manusia hingga akhir zaman.
Dalam konteks kehidupan modern, memahami hikmah Nuzulul Qur’an sangat penting agar umat Islam tidak hanya memperingatinya sebagai tradisi tahunan, tetapi juga menghayatinya sebagai momentum memperbaiki diri dan meningkatkan keimanan.
Peristiwa Nuzulul Qur’an memiliki makna spiritual yang mendalam, karena melalui Al-Qur’an, Allah SWT menurunkan pedoman yang mencakup seluruh aspek kehidupan, mulai dari akidah, ibadah, hingga akhlak.
Oleh sebab itu, memahami hikmah Nuzulul Qur’an dapat menjadi cara bagi umat Islam untuk memperkuat hubungan dengan Allah SWT sekaligus membentuk karakter yang sesuai dengan nilai-nilai Islam.
Memahami dan mengamalkan hikmah Nuzulul Qur’an merupakan kewajiban setiap Muslim. Al-Qur’an bukan sekadar bacaan, tetapi pedoman hidup yang harus diterapkan dalam segala aspek kehidupan.
Dengan meneladani nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, umat Islam dapat menjalani hidup dengan penuh makna dan kedamaian.
Semoga momentum peringatan Nuzulul Qur’an menjadi ajang refleksi bagi kita semua untuk memperkuat iman, memperbaiki akhlak, dan menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber inspirasi dalam setiap langkah kehidupan.
Bupati Fakfak. Samaun Dahlan dalam sambutanya mengatakan. Al-Qur’an tidak hanya sekadar dibaca dan diimani, tetapi harus diterjemahkan dalam kehidupan nyata agar tercipta kedamaian, kebersamaan, serta kehidupan masyarakat yang rukun dan toleran.
“Al-Qur’an sebagai firman Allah harus menjadi pedoman dalam membangun kehidupan yang damai, penuh kebersamaan, serta menjunjung tinggi nilai toleransi di tengah masyarakat,” pesan Bupati Fakfak dalam sambutannya.
Melalui peringatan Nuzulul Qur’an ini, umat Muslim di Fakfak juga diajak untuk meningkatkan frekuensi membaca dan mengkhatamkan Al-Qur’an selama bulan suci Ramadan, sehingga nilai-nilai Al-Qur’an dapat semakin mewarnai kehidupan pribadi maupun kehidupan sosial masyarakat.
Pemerintah daerah berharap momentum Nuzulul Qur’an dapat memperkuat keimanan dan mendorong masyarakat untuk terus menebarkan nilai kebaikan, sekaligus menjaga kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Fakfak.


