Anggota DPD RI. Senator Asal Provinsi Papua Barat Daya. Kaka Paul Finsen Mayor.
Laporan : Rustam Rettob/Wartawan
Jakarta – Anggota DPD RI. Paul Finsen Mayor (PFM) belakangan jadi trending topik diberbagai media nasional maupun lokalan papua, lantaran memberikan kritikan maupun koreksi kepada Majelis Rakyat Papua. salah satu yang ia sebutkan adalah minta Audit Dana MRP yang jumlahnya mencapai puluhan miliar namun tidak ada hasil apapun untuk rakyat papua. kritik PFM.
Ia kemudian kembali mengapresiasi Bupati Fakfak. Samaun Dahlan yang dikatakan bukan Orang Asli Papua tetapi hatinya lebih papua. karena Samaun Dahlan dan Wakilnya Donatus Nimbitkendik gulirkan Program Pendidikan dan Kesehatan Gratis menggunakan Dana Otsus untuk rakyat papua dan seluruhnya yang ada di Kabupaten Fakfak.
Dikutip dari akun tiktok Gabriel_CDT alias @Kaka_Gaaa. Paul Finsen Mayor yang juga adalah Anggota DPD RI dari Tanah Papua tepatnya asal Papua Barat Daya. Mengapresiasi kebijakan kepemimpinan SANTUN yang menggulirkan program pendidikan dan kesehatan gratis selama masa kepemimpinan keduanya pasca pelantikan 20 Februrari 2025 lalu di Jakarta. Program ini menyasar seluruh masyarakat papua maupun non papua di Kabupaten Fakfak.
“Bahwa kamu pejabat papua harus belajar dari kepala daerah atau bupati fakfak. Samaun Dahlan yang bukan orang asli papua. tapi dia bisa bikin pendidikan gratis dan kesehatan gratis pake dana otsus itu, terus kamu yang pejabat-pejabat papua ini bagaimana. Jadi saya hormat respeck sama Pak Bupati Fakfak. Samaun Dahlan.
Beliau bukan orang asli papua, rambut lurus. Kulit putih tapi de pu hati lebe papua dari pada kamu oknum-oknum pejabat papua yang duduk pegang jabatan tapi bikin malu. Kamu tidak bikin pendidikan gratis dan kesehatan gratis. Ini tamparan keras buat kamu oknum pejabat orang asli papua yang ada di ini”, Terang PFM. Aresiasi Bupati Fakfak. SDA.

Gulirkan Program Pendidikan dan Kesehatan Gratis di Kabupaten Fakfak
Pemerintah Kabupaten Fakfak di bawah kepemimpinan Bupati Samaun Dahlan dan Wakil Bupati Donatus Nimbitkendik meluncurkan program unggulan “Fakfak Membara” (Membangun Bersama Rakyat) yang mencakup kesehatan dan pendidikan gratis mulai tahun anggaran 2025. Program ini mencakup biaya pengobatan 100%, seragam sekolah gratis, hingga makan pendamping pasien untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Untuk Program Kesehatan Gratis
Program Kesehatan Gratis atau dikenal dengan taglien Fakfak Sehat mencakup 100% Pengobatan Gratis, pemerintah daerah tentunya menanggung seluruh biaya pengobatan, termasuk bagi pasien rujukan. Sedangkan untuk BPJS Gratis, Pemda menanggung iuran bulanan BPJS Kesehatan bagi warga.
Selain itu juga terkait Makan Gratis Pendamping Pasien, Penyediaan makan gratis bagi dua orang pendamping pasien di rumah sakit. Transportasi Pasien: Biaya tiket pergi-pulang bagi pasien rujukan dan pendamping ditanggung Pemda.
Untuk Penguatan Fasilitas: Pemerintah Daerah berkomitmen bahwa layanan ini didukung oleh optimalisasi RSUD dan pemeriksaan intensif seperti pemeriksaan deteksi dini stunting dan penyakit oleh dokter spesialis.
Kemudian Program Pendidikan Gratis
Program Pendidikan Gratis atau dikenal Fakfak Cerdas dalam Visi Misi adalah, Pemerintah gratiskan biaya pendidikan dari tingkat TK/PAUD, SD, SMP, hingga SMA/SMK, baik di sekolah negeri maupun swasta, Seragam dan Perlengkapan Sekolah Gratis bahwa Pembagian seragam (putih, dasi, topi), sepatu, kaos kaki, rok dan celana, hingga tas sekolah gratis. Kemudian juga bebas Biaya Masuk atau Penghapusan pungutan liar dan biaya masuk sekolah.
Program ini didanai melalui dana otonomi khusus (Otsus) dan APBD, dengan fokus untuk meringankan beban ekonomi warga, terutama bagi kelompok rentan, serta membangun sumber daya manusia yang lebih baik di Kabupaten Fakfak.

Samaun Dahlan mengatakan. gagasan program tersebut lahir dari pengalaman pribadinya saat masih menjabat Kepala Dinas PUPR Fakfak, ketika ia sering menemui masyarakat yang kesulitan membayar biaya sekolah dan biaya berobat di rumah sakit. Ia sering menemui hal ini ditengah masyarakat. Mereka susah kesuitan ketika tiba saatnya anak mereka mau masuk sekolah. Begitu juga beban biaya berobat ketika mereka sakit. Disitulah muncul bahwa pendidikan dan kesehatan gratis harus dibebaskan dari masyarakat.
“Saya lihat sendiri betapa susahnya orang tua mencari uang untuk seragam dan biaya operasi. Karena itu, begitu dilantik jadi Bupati, saya langsung masukkan dua program ini dalam APBD tahun pertama, Sedangkan di sektor kesehatan, saya bebaskan biaya pengobatan masyarakat dan menyediakan makanan gratis untuk dua anggota keluarga yang menjaga pasien di rumah sakit daerah. Tujuannya agar semua anak Fakfak bisa sekolah dan semua warga bisa sehat tanpa terbebani biaya”, terangnya.

Penghargaan Program Pendidikan dan Kesehatan Gratis di Fakfak
Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, meraih penghargaan bergengsi, termasuk CNN Indonesia Awards 2025 dan Universal Health Coverage (UHC) Award 2026 Kategori Utama, atas keberhasilan program pro-rakyat, yaitu layanan kesehatan gratis (pengobatan, rujukan, makan pendamping) serta program sekolah gratis. Program ini menargetkan peningkatan SDM. Kebijakan ini menghapus seluruh biaya pendidikan serta memberikan seragam lengkap bagi siswa dari tingkat TK hingga SMA. Swasta maupun Negeri.


