14.3 C
New York
Kamis, April 2, 2026

Buy now

Harga BBM Subsidi Tidak Naik, Jaga Daya Beli Rakyat Ditengah Gejolak Dunia

Jakarta – Pemerintah memutuskan ditengah gencatan senjata antara tiga negara di Timur Tengah dan berdampak terhadap kebijakan nasional maupun dunia

Republik Indonesia mengeluarkan sejumlah kebijakan transformasi budaya kerja nasional maupun kebijakan energy.

Kaitanya dengan kebijakan energy maka Menteri ESDM RI. Bahlil Lahadalia mengumumkan pemerintah belum mengeluarkan penetapan kenaikan harga BBM dari berbagai jenis.

Hal itu disampaikan Menteri Bahlil ketika berada diluar negeri dalam keterang Persnya, Selasa, 31 Maret 2026 malam melalui daring dikutip semua awak media di tanah air.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan tidak ada kenaikan harga BBM subsidi maupun nonsubsidi pada April 2026 pagi ini. Artinya BBM Pertalite tetap Rp 10.000 per liter dan Solar Rp 6.800 per liter.

Keputusan tidak menaikkan harga BBM subsidi di tengah sulitnya pasokan minyak dan gas imbas perang di timur tengah, merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

“Pemerintah atas arahan Bapak Presiden dan hasil rapat, penyesuaian harga untuk BBM subsidi tidak ada penyesuaian naik atau turun.

Artinya flat, masih pakai harga sekarang,” ujar Bahlil dalam Konferensi Pers Tentang Kebijakan Pemerintah dalam Mitigasi Risiko & Antisipasi Dinamika Global yang dipantau secara daring melalui YouTube Sekretariat Presiden di Jakarta, Selasa (31/3/2026).

Untuk BBM Nonsubsidi, menurut Bahlil hingga batas waktu yang belum ditentukan, tidak ada perubahan harga. Dengan kata lain, tidak ada kenaikan harga BBM nonsubsidi.

Bahlil mengatakan saat ini pemerintah, Pertamina dan sejumlah Badan Usaha Swasta penyalur BBM masih melakukan pembahasan soal harga BBM nonsubsidi.

Bahlil menambahkan, Presiden terus menyeimbangkan antara kebutuhan pembangunan dan perlindungan sosial di tengah situasi global yang tidak menentu. Di sisi lain, pemerintah tetap membedakan kebijakan antara BBM subsidi dan non-subsidi.

Untuk BBM non-subsidi, khususnya yang digunakan sektor industri dan masyarakat mampu, harga tetap mengikuti mekanisme pasar.

Menurut Bahlil, kelompok masyarakat dengan kemampuan ekonomi lebih tinggi tidak semestinya bergantung pada BBM bersubsidi, sehingga beban subsidi negara dapat difokuskan kepada yang benar-benar membutuhkan.

Publik berharap BBM subsidi jangan diperjualbelikan diluar aturan dan mekanisme yang ada di setiap SPBU karena itu miliki rakyat atau orang kurang mampu. Harus fokus untuk melayani kebutuhan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Bahlil juga mengimbau masyarakat untuk tetap bijak dalam mengonsumsi energi, khususnya dalam penggunaan BBM.

Hal tersebut, menurutnya, merupakan salah satu bentuk dukungan dari masyarakat dalam bekerja sama dengan pemerintah.

“Saya mengajak kepada semua masyarakat bahwa dalam kondisi seperti ini, tidak bisa pemerintah bekerja sendiri.

Kita membutuhkan dukungan kerja sama dari masyarakat. Caranya seperti apa? Kita harus melakukan pembelian BBM dengan wajar dan bijak,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat hanya mengacu pada informasi resmi dari pemerintah guna menghindari kesalahpahaman di tengah cepatnya perkembangan informasi terkait energi.

Pemerintah berkomitmen untuk terus melakukan kajian secara berkala terhadap perkembangan harga energi global guna memastikan kebijakan yang diambil tetap berpihak pada kepentingan masyarakat, khususnya kelompok rentan.

“Bapak Presiden selalu memperhatikan bahwa kepentingan rakyat di bawah, terutama kepada saudara-saudara kita yang kurang mampu, ini harus mendapat atensi lebih dalam rangka bagaimana membuat kebijakan agar semuanya bisa berjalan dengan baik,” tandasnya.

Berikut penyataan lengkap Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi:

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Prasetyo Hadi, Menteri Sekretaris Negara Republik Indonesia, ingin menyampaikan pernyataan dari pemerintah berkenaan dengan apa yang berkembang di masyarakat tentang adanya isu rencana penyesuaian atau kenaikan harga bahan bakar minyak.

Jadi, perlu kami sampaikan bahwa setelah kami melakukan koordinasi dalam hal ini pemerintah dan Kementerian ESDM bersama dengan Pertamina dan atas petunjuk dari Bapak Presiden. Bapak Presiden selalu mengedepankan kepentingan rakyat dan kepentingan masyarakat di dalam mengambil sebuah keputusan. Oleh karena itulah Pertamina menyatakan bahwa Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga baik untuk BBM subsidi maupun BBM nonsubsidi.

Kami berharap dengan pernyataan ini masyarakat dapat mendapatkan informasi yang lebih jelas, yang lebih akurat dan kami berharap masyarakat tidak perlu panik, tidak perlu resah karena ketersediaan BBM kami jamin. Kita jamin. Dan harga tidak terjadi penyesuaian.

Demikian yang dapat kami sampaikan. Sekali lagi selamat beraktivitas pada seluruh masyarakat Indonesia. Terima kasih. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selesai.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles

error: Content is protected !!