-0.5 C
New York
Sabtu, Februari 15, 2025

Buy now

Kapolri Siap Tindak Lanjuti Arahan Presiden, Berikut Penegasan Jokowi.

Jakarta – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) melakukan pertemuan dengan jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Jumat (14/10/2022), di Istana Negara, Jakarta.

Dalam pertemuan yang dihadiri oleh 559 personil Polri yang terdiri dari pejabat utama Mabes Polri, Kapolda, serta Kapolres, Jokowi memberikan sejumlah arahan, salah satunya adalah agar Polri menjaga kesolidan dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya.

“Arahan dari beliau jelas dan tegas bahwa kami semua harus solid untuk bersama-sama berjuang melakukan apa yang menjadi tugas pokok fungsi kami pelindung, pengayom, pelayan masyarakat, responsif terhadap apa yang menjadi keluhan masyarakat, respons cepat, dan kita memiliki sense of crisis di tengah situasi yang sulit ini,” ujar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo usai pertemuan dalam keterangan tertulis diterima mataradarindonesia.

Selain itu, Kepala Negara juga meminta jajaran Polri untuk melakukan langkah-langkah perbaikan dan tindakan tegas terhadap berbagai hal yang dapat menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat kepada institusi Polri. Mulai dari gaya hidup hingga pelanggaran yang dilakukan oleh jajaran Polri.

“Ini menjadi arahan dari Bapak Presiden dan kami akan tidak lanjuti untuk melakukan langkah-langkah dan tindakan tegas, termasuk juga tentunya pemberantasan judi online, pemberantasan narkoba, dan pemberantasan hal-hal yang tentunya sangat mengganggu dan meresahkan masyarakat,” ujarnya.

Presiden Jokowi juga memerintahkan Polri untuk mengawal kebijakan pemerintah daerah di sektor ekonomi, baik dari tingkat Kabupaten/Kota, maupun Provinsi, dalam menghadapi situasi global saat ini.

“Bagaimana kita mengawal agar yang namanya harga-harga bisa terkelola, bisa terkendali, tingkat inflasi bisa kita kawal, kegiatan-kegiatan pembangunan bisa kita kawal, dan semuanya tentunya menjadi bagian yang harus terus-menerus kita laksanakan,” kata Kapolri.

Tidak hanya kebijakan ekonomi, Presiden juga meminta jajaran Polri untuk mengawal kebijakan pemerintah di bidang stabilitas keamanan.

Polri diharapkan dapat melakukan pencegahan dan tindakan tegas terhadap berbagai hal yang berdampak pada perpecahan, polarisasi, dan mengganggu kehidupan masyarakat, khususnya dalam situasi tahun politik yang sedang terjadi di Indonesia, “Tentunya ini menjadi kebijakan dan akan kita tindak lanjuti,” ujar Kapolri.

Pada kesempatan itu, Kapolri menegaskan bahwa Polri akan terus melaksanakan program transformasi menuju Polri yang prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan (presisi) sehingga tingkat kepercayaan publik terhadap institusi Polri dapat kembali meningkat. Kapolri berharap jajarannya dapat menjaga kesolidan, saling mengingatkan, menjadi contoh yang baik, dan memiliki kepekaan terhadap situasi krisis.

“Apa yang dilakukan oleh Polri betul-betul bisa mengembalikan kepercayaan publik, kita bisa mengembalikan apa yang menjadi harapan kita menjadi Polri yang dekat dan dicintai masyarakat,” pungkasnya.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin melalui akun ttweetnya mengungkap alasan Presiden Joko Widodo memanggil perwira tinggi (Pati) Polri ke Istana Negara, Jakarta, JUmat, (14/10) siang, pemanggilan tersebut buntut sejumlah kasus yang melibatkan Polri.

Kasus tersebut di antaranya, pembunuhan berencana Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat yang diduga dilakukan oleh mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo. Kemudian, tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

“Institusi Polri sedang tidak baik-baik saja. Sepanjang sejarah republik ini, Polri baru pertama kali terjadi kasus seperti Sambo dan ada Brigjen, Irjen, diberhentikan, digelandangkan di Kejaksaan Agung. Belum selesai di sana, ada tragedi Kanjuruhan, Malang,” kata Ngabalin, (rls/ret)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles

error: Content is protected !!