“Akhirnya hasil Musda itu terpilih secara aklmasi karena Calon Tunggal. Samaun Dahlan ditetapkan menjadi Ketua DPD Golkar Papua Barat. periode 2025-2030”

Manokwari – Ketua Umum DPP Partai Golkar mengawali sambutan pada Pelaksanaan Musda – IV Golkar Provinsi Papua Barat sempat melontarkan kiritkan keras terhadap Kepengurusan DPD Golkar Papua Barat selama ini.
Iia melihat bahkan menilai Partai berlambang beringin ini di Papua Barat tidak melakukan konsolidasi secara maksimal sehingga harapan dia kedepan Ketua DPD Golkar Papua Barat yang baru terpilih harus turun dan lakukan Konsolidasi sampai ke tingkat Distrik maupun Kampung-Kampung.
“Saya melihat dan jujur saya bicara apa adanya, Golkar yang tidak maksimal lakukan Konsoldiasi selama ini adalah Golkar Papua Barat. oleh karena itu Pengurus baru kedepan harus lakukan Konsolidasi sampai tuntas hingga ke tingkat Distrik dan Kampung-Kampung.
Konsolidasi ada dua, Konsolidasi fungsional dan struktural serta Konsolidasi Vertikal maupun Horisontal”, Pesan Ketum DPP Golkar. Bahlil Lahadalia ditengah puluhan kader yang hadir du acara Musda. 8 November 2025 pagi.
Orang nomor satu di Tingkat DPP Partai Golkar ini menginstruksikan kepada semua DPD II Kabupaten Se-Papua Barat agar setelah mengikuti pelaksanaan Musda Papua barat selanjutnya bersiap-siap untuk melaksanakan Musda di berbagai Daerah.
Struktur organisasi Partai ini, tegas Bahlil, harus sampai ke tingkat Kampung, ini tujuanya agar agenda Konsolidasi yang dilakukan tetap berjalan sampai menyentuh pada kepentingan masyarakat. Kekuatan partai apabila Konsolidasi terus dilakukan untuk memperkuat system organisasi.
“Musda-Musda Kabupaten segera dilaksanakan dan Kepngurusan sampai ke Kampung-kampung harus aktif dan bergerak secara kontinyu, Sekretariat-Sekretariat itu jangan asal kelihatan Papan Nama saja
Jangan abunawas-abunawas, kitong baku tau, abuleke-abuleke ini cukup kamu disana, jangan untuk saya, saya sudah tau, kamu belum tulis saya sudah baca, Pengurus Kampung harus diperbaiki baik dan saya punya keyakinan partai yang hidup apabila pengurus distrik dan kampung sangat aktif”, Beber Bahlil.
(ret)


