5.7 C
New York
Rabu, Februari 18, 2026

Buy now

Masyarakat Pemilik Hak Tanah Adat Menerima Proyek Perkebunan Kelapa Sawit di Tomage Fakfak

Fakfak – Rencana menghadirkan Investasi Perkebunan Kelapa Sawit di Distrik Tomage dan Bomberay. Kabupaten Fakfak – Provinsi Papua Barat telah terwujud. Masyarakat pemilik hak tanah adat di Wilayah Perkebunan Kelapa Sawit dan pihak Investor telah bersepakat secara bersama-sama bahwa Investasi Perkebunan Kelapa Sawit boleh beroperasi di Wilayah Distrik Bomberay dan Tomage. Kabupaten Fakfak – Papua Barat.

Kesepakatan bersama antara pemilik tanah adat dari masing-masing marga dengan Investor Perkebunan Kelapa Sawit untuk membangun perkebunan kelapa sawit di Tomage, Senin, 16 Februari 2026 pagi bertempat di Kantor Distrik Tomage kemarin. Disaksikan Bupati dan Wakil Bupati Fakfak. Anggota Forkopimda. Ketua DPRK. LMA maupun Dewan Adat Mbaham Matta serta Anggota MRP Papua Barat Perwakilan Fakfak.

  1. Bupati Fakfak/Samaun Dahlan

Bupati Fakfak. Samaun Dahlan mengapresiasi dukungan masyarakat terhadap masuknya Investasi Perkebunan Kelapa Sawit di Wiayah Bomberay dan Tomage. Kabupaten Fakfak – Papua Barat. kegiatan ini ungkap Samaun Dahlan sebagaimana tindak lanjut aspirasi masyarakat pada pelaksanaan Musrenbang Tahun 2025 lalu di Distrik Tomage.

Ketika itu, Musrenbang Distrik Tahun 2025. Masyarakat minta pembangunan Infrastruktur. Lapangan pekerjaan maupun akses pendidikan dan kesehatan agar bisa maju dan mandiri setara dengan kampung dan distrik lainya di Kabupaten Fakfak. menurut Bupati. Permintaan itu dari rakyat fakfak dan pemerintah berpikir apa yang harus dilakukan kedepan untuk memenuhi permintaan atau aspirasi masyarakat.

“Belum setahun aspirasi itu disampaikan. Saat ini saya hadir membawah aspirasi masyarakat untuk membuka lapangan kerja melalui proyek perkebunan kelapa sawit. Dengan demikian akses layanan pendidikan dan kesehatan serta sektor lainya bisa terpenuhi. Rencana juga akan dibangun jembatan besar di laut pantai tomage. Jadi saya terima kasih semua sudah berikan dukungan. Mari kita jalan sama-sama bangun fakfak”, Terang Bupati Fakfak.

  1. Kepala Distrik Tomage. Rudi Pauspaus

Berdasarkan hasil musyawarah bersama yang telah dilaksanakan antara Pemerintah Distrik, Tokoh Adat, pemilik hak ulayat, serta unsur masyarakat, pada prinsipnya masyarakat adat dan Pemilik Hak Ulayat/Pemilik Lahan menyatakan dukungan terhadap masuknya investasi perkebunan kelapa sawit PT. STM Energi Agro, dengan tetap memperhatikan mekanisme adat, regulasi pemerintah, serta keberpihakan terhadap kesejahteraan masyarakat lokal setempat.

Komitmen untuk mendukung penuh program investasi ini sebagai bagian dari upaya percepatan pembangunan daerah, peningkatan ekonomi masyarakat, pembukaan lapangan kerja, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Fakfak serta kesejahteraan Masyarakat,

Masyarakat berharap agar investasi yang masuk dapat berjalan secara transparan, memperhatikan prinsip kemitraan yang adil, memberikan prioritas tenaga kerja lokal, serta menjaga kelestarian lingkungan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Kami selaku Pemerintah Distrik Bomberay dan Tomage menyatakan siap mengawal proses ini agar tetap kondusif, terkoordinasi, serta selaras dengan aspirasi masyarakat adat dan kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Fakfak.

  1. KIM Sung Hyun/ Presiden Direktur STM Energy Agro

Sementara itu, Kim Sung Hyun/Presiden Direktur STM Energy Agro menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat yang telah mendukung masuknya Investasi Perkebunan Kelapa Sawit di Distrik Tomage. Ia berharap semua proses bisa berjalan dengan baik setelah mendapat dukungan dari masyarakat.

Kim mengatakan kehadiran mereka bukan semata-mata untuk menjalankan usaha melainkan bagaimana berkolabirasi dengan pemerintah untuk sukseskan program pembangunan. Dan juga membangunan kemitraan janka panjang yang saling menguntungkan. Oleh karena itu pihaknya berkomitmen untuk menjalankan seluruh proses Investasi ini dengan menghormati budaya masyarakat serta peraturan maupun normal kearifan budaya lokal yang dijunjung tinggi.

Investasi ini diharapkan bisa memberikan dampak positif baik untuk masyarakat maupun pemerintah daerah. Kehadiran Investasi ini juga otomatis membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga. mereka berjanji akan memberikan kemitraan dengan masyarakat. Pola kemitraan dirancang transparan adil dan berkeadilan. Kima katakana. Keberhasilan investasi ini sangat bergantung pada seluruh masyarakat.

Diketahui, terkait dengan masuknya investasi perkebunan kelapa sawit oleh PT. STM Energi Agro di wilayah Distrik Bomberay dan Distrik Tomage. Senin, 16 Februari 2025 kemarin telah dilakukan kegiatan Sosialisasi Pemerintah Daerah, Pihak Investor bersama Masyarakat Adat. Kegiatan dimaksud bertujuan untuk menyampaikan informasi secara terbuka terkait rencana investasi, tahapan penyusunan AMDAL, serta mendengar masukan dan pandangan dari para tokoh adat dan pemangku kepentingan guna memastikan proses berjalan sesuai ketentuan Peraturan Perundang-Undangan serta memperhatikan hak dan kepentingan masyarakat setempat.

Berikut pernyataan dukungan masyarakat pemilik hak lahan Tomage :

Perwakilan Marga Meram menyampaikan mendukung pembangunan Investasi Perkebunan Kelapa Sawit di Distrik Tomage namun pihak Investor tetap memperhatikan hak-hak masyarakat adat karena didalam lahan terdapat beberapa marga yang harus diperhatikan dengan baik.

Ia menekankan bahwa bukan kompensasi seluas tanah tetapi sebidang tanah yang melekat dengan kepemilikan orang per orang dan atau marga.

Sementara itu. Marga Nauri yang disampaikan oleh Yeremias yang menyatakan Marganya mendukung proyek Perkebunan Kelapa Sawit di Wilayah Tomage. ia menyampaikan dukungan tersebut juga dengan harapan kegiatan ini berjalan dengan baik dengan tetap memperhatikan hak-hak masyarakat adat dan demi selian suksesnya program pemerintah daerah Kabupaten fakfak. juga kesejahteraan masyarakat

Selanjutnya Marga Nanafesi, Lober dan Kasima ikut menyatakan dukungan terhadap program perkebunan kelapa sawit di wilayah tomage. Sekretaris Tomage itu menyatakan marga ini sudah melakukan pertemuan kurang lebih 3 kali dan seluruh masyarakat serta penuh syukur mereka sambut Investasi Perkebunan Kelapa Sawit di Tomage. Senada juga mengingatkan perusahaan perhatikan hak masyarakat adat.

Selanjutnya. Masyarakat Marga Yawena yang berdomisili di Kampung Aroba Distrik Tomage. Menyampaikan bahwa semua mengarah pada pembangunan dan kesejahteraan masyarakat baik pihak swasta maupun pemerintah.

Semua menginginkan pembangunan secara berjenjang dengan baik. Setelah duduk bersama mereka menyatakan sikap mendukung pembangunan perkebunan kelapa sawit di tomage.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles

error: Content is protected !!