-2.8 C
New York
Jumat, Februari 6, 2026

Buy now

Menko AHY Soal Hasil Rakornas 2026 : Perkuat Sinergitas Program Pusat – Daerah

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto hadir menyampaikan arahan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Berlangsung di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026), tajuknya “Sinergi Pusat dan Daerah dalam Implementasi Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045”.

Hadir dalam acara kemarin adalah jajaran Kabinet Merah Putih mulai Menteri Koordinator dan Menteri, Pimpinan Lembaga Negara termasuk unsur TNI dan Polri yang diundang Kemendagri sebagai narasumber untuk sesi tematik, seperti sinergi kebijakan ekonomi dan energi, kedaulatan pangan berkelanjutan, juga berbagai isu strategis. Kemudian unsur Pimpinan Kementerian/Lembaga, Gubernur, Bupati, Wali Kota, pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), juga unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dari seluruh Indonesia. Total peserta mencapai 4.011 orang.

“Tahun 2026 adalah tahun kedua pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 sebagai penjabaran dari visi Asta Cita Presiden. Dalam satu tahun pertama, sudah banyak capaian strategis yang dirasakan dan diketahui publik. Capaian perlu dioptimalkan pada 2026 melalui kesamaan gerak antara pemerintah pusat dan daerah. Atas dasar itulah Rakornas digelar dengan tema Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah,” papar Mendagri Muhammad Tito Karnavian dalam sambutannya kemarin.

Sebagai tahap awal implementasi RPJPN 2025–2045, pemerintah telah menetapkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025–2029 dengan visi “Bersama Indonesia Maju, Menuju Indonesia Emas 2045” yang dijabarkan lewat Asta Cita, 17 program prioritas Presiden, serta Program Hasil Terbaik Cepat (Quick Wins). Seluruh kebijakan ini memerlukan sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah agar pelaksanaannya memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Kemudian disebutkan pula tentang 18 Proyek Hilirisasi Prioritas 2026 dalam kerangka kerja sama pemerintah pusat dan daerah. Dari 18 proyek ini bakal menciptakan 276 ribu lapangan kerja baru berkualitas, dengan investasi mencapai Rp618 triliun. Adapun proyeknya meliputi :

Industri smelter aluminium (bauksit), industri stainless steel slab (nikel), industri oleoresin (pala), industri fillet tilapia (ikan), modul surya terintegrasi (bauksit dan silka), industri DME (gasifikasi batu bara), industri copper rod, wire, dan tube (katoda tembaga), industri oleofood (kelapa sawit), industri carrageenan (rumput laut), industri bioavtur (used cooking oil atau jelantah), industri aspal (dari Buton), industri besi baja (pasir besi), industri nata de coco, MCT, coconut flour (kelapa), kilang minyak, industri mangan sulfat (mangan), industri chemical grade alumina (bauksit), industri clor alkali plant (garam), dan oil storage tanks.

Menteri Koordinator Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, @AgusYudhoyono (AHY), menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah sebagai kunci percepatan pembangunan nasional dan implementasi program prioritas Presiden. Penegasan tersebut disampaikan Menko AHY saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Sentul, Bogor, Senin (2/2/2026) dikutip dari demokrat.or.id.

Rakornas dibuka secara resmi oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, yang memberikan pengarahan kepada jajaran pemerintah pusat dan daerah terkait pentingnya keselarasan visi, konsistensi kebijakan, serta soliditas pelaksanaan program pembangunan di seluruh wilayah Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, Menko AHY menilai Rakornas sebagai forum strategis untuk memastikan agenda pembangunan nasional dapat diterjemahkan secara konkret dan seragam hingga ke tingkat daerah.

“Rakornas ini menjadi ruang penting untuk menyatukan langkah dan memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menyelaraskan kebijakan dengan pelaksanaan program prioritas nasional. Presiden menekankan keselarasan visi, konsistensi kebijakan, serta soliditas implementasi di lapangan sebagai kunci menghadirkan lompatan pembangunan yang nyata,” ujar Menko AHY.

Lebih lanjut, pembahasan dalam Rakornas diarahkan pada percepatan implementasi program nasional, penguatan kedaulatan pangan dan energi, serta dorongan terhadap pertumbuhan ekonomi yang produktif dan inklusif. Sinergi pusat dan daerah juga ditekankan sebagai fondasi agar pembangunan berjalan efektif, berkelanjutan, dan mampu menjawab berbagai tantangan bangsa ke depan.

Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 mengusung tema “Sinergi Pusat dan Daerah dalam Implementasi Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045”. Kegiatan ini dihadiri Presiden Republik Indonesia, jajaran Kabinet Merah Putih, para kepala daerah, unsur Forkopimda, serta jajaran TNI dan Polri dari seluruh Indonesia.

Dalam kegiatan tersebut, Menko AHY didampingi Sekretaris Kementerian Koordinator serta para Deputi di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles

error: Content is protected !!