Home / Metro / Pemerintahan / Ratusan Daerah Antri Minta Pemekaran, DOB Papua Dimekarkan Pemerintah.

Ratusan Daerah Antri Minta Pemekaran, DOB Papua Dimekarkan Pemerintah.

Sorong – Ketua Komisi II DPR RI. Ahmad Dolly Kurnia Tanjung mengatakan saat ini ratusan Daerah Provinsi maupun Kabupaten / Kota seluruh Indonesia masih antri menunggu respon Pemerintah untuk mekarkan DOB daerah masing-masing.

Tercatat hingga saat ini, sebanyak 335 Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota yang masih antri untuk menunggu masuk daftar Pemekaran, pasalnya pemerintah belum buka moratorium Pemekaran Daerah seluruh Indonesia.

Meskipun ratusan Daerah Provinsi dan Kabupaten serta Kota seluruh Indonesia menunggu Pemerintah buka ruang moratorium dimaksud, kebijakan ini sedikit berbeda dengan di DOB di Papua karena menjadi Insiatif Pemerintah.

Masih teringat segar dipikiran kita bahwa DOB yang baru saja dimekarkan diluar Provinsi Induk yakni Papua dan Papua Barat, terbaru adalah Provinsi Papua Selatan, Provinsi Papua Pegunungan, dan Papua Tengah, serta Papua Barat Daya.

“Perlu kita ketahui bahwa di luar sana ada 335 Daerah yang antri untuk minta mekar, pemerintah dalam hal ini datang langsung untuk memberikan pemekaran di wilayah Papua.

Pemekaran itu diawali dengan Pemekaran Provinsi dan nanti akan berkembang lagi di tingkat Kabupaten dan Kota,”, Terangnya.

Pernyataan ini disampaikan Ketua Komisi II DPR RI. Ahmad Dolly Kurnia Tanjung saat berkunjung ke Sorong, Papua Barat Daya, Sabtu, 17 Juni 2023 kemarin meninjau lokasi pembangunan Kantor Gubernur Papua Barat Daya. Dikutip media ini, (ret)

About admin

Check Also

Keputusan Mendagri Berimbas Luas Wilayah Fakfak Berkurang

Fakfak – Luas Wilayah Kabupaten Fakfak – Provinsi Papua Barat berkurang dari 14.320 Km2 (Persegi) ...

Presiden Jokowi : Bangun Gapura Bukan Strategi Desain Tata Kota Lebih Baik

Bogor – Presiden Republik Indonesia. Ir H Joko Widodo mengingatkan kepala daerah yakni, Bupati maupun ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!