
Fakfak – Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat. Drs H Ali Baham Temongmere, MTP, Bupati Fakfak. Samaun Dahlan. Kedua pejabat Provinsi dan Kabupaten ini melaksanakan kegiatan Safari Ramadhan 1447H/2026M bertempat di Masjid Agung Baitul Makmur Kabupaten Fakfak, Sabtu, 14 Maret 2026. malam.
Kegiatan keagamaan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat dari Provinsi Papua Barat dan pejabat daerah di Fakfak. turut mendampingi Bupati Fakfak adalah. Dandim 1803/Fakfak. Letkol Wahlin Rahman. Safari ramadhan yang berlangsung di Masjid Agung diisi dengan Ceramah agama dan pembangunan yang disampaikan Sekda Papua Barat. Alibaham Temongmere.
Setelah memberikan ceramah Ba`dah Isya dan Tarawih. Dilanjutkan dengan penyerahan bantuan pangan dari Pemerintah Daerah Provinsi Papua Barat kepada masyarakat sasaran penerima. penyaluran cadangan pangan pemerintah ini langsung oleh Sekda Papua Barat. Alibaham Temongmere mewakili Gubernur Papua Barat. Domingus Mandacan serta Bupati Fakfak. Samaun Dahlan dan didampingi Dandim 1803/Fakfak.
Sekda Alibaham dalam cermahanya mengatakan. Sebagai Umat Islam wajib mengeluarkan zakat diakhir bulan suci ramadhan. Menjelang Idul Fitri. sebagaimana anjuran dalam Rukun Islam ke-4 yaitu. (Keluarkan Zakat). Zakat merupakan kewajiban seorang umat islam setelah melaksanakan puasa selama 30 hari dan dikelaurkan menjelang Idul Fitri, dan disalurkkan kepada yang berhak menerimanya. Baik berupa uang maupun beras atau yang telah ditentukan.
Safari Ramadhan kali ini tidak sekedar kumpul dan silaturahmi. Bukan juga sekedar membagikan sembako menjelang hari raya idul fitri. Lebih dari itu ternyata kedua sosok ini. Alibaham Temongmere sebagai Sekda Papua Barat dan Samaun Dahlan sebagai Bupati Fakfak. terungkap. Keduanya berproses dari Masjid Agung Baitul Makmur Kabupaten Fakfak. yang menceritakan napak tilas keduanya adalah Mantan Pj Gubernur Papua Barat. kini Sekda Papua Barat. Alibaham Temongmere.
Dari sini kita bisa gambarkan bahwa sebagai seorang pemimpin sebaiknya belajar kepemimpinan yang amanah dari Masjid. Banyak ilmu dan juga training kepemimpinan secara tidak langsung bagi siapa saja yang berproses dari Masjid. Tidak sekedar sebagai Ketua Pembangunan Masjid. Alibaham dan Samaun Dahlan mereka juga belajar tentang kepemimpinan yang amanah. Sejatinya pemimpin adalah orang yang amanah. menjadi seorang pemimpin tapi kalau tidak amanah ibarat rumah tanpa tiang.
Dalam ceramah itu, Ali Baham menjelaskan bahwa dirinya menjabat sebaga Ketua Panitia Pembangunan Masjid sejak tahun 2000 dimasa kepemimpinan Mantan Bupati Fakfak. Wahidin Puarada. Ia harus berjuang keras untuk pembangunan masjid ini agar bisa rampung dengan baik agar digunakan. Disela menjadi Pengurus Masjid Agung Baitul Makmur Kabupaten Fakfak. dia juga mendapatkan banyak ilmu dan belajar tentang bagaimana menata sebuah organisasi masjid dengan baik. Tentunya belajar tentang kepemimpinan yang amanah
Hal yang sama juga dialami Samaun Dahlan. Dia berproses sebagai pelanjut estafet kepemimpinan Alibaham Temongmere pada pembangunan masjid ini. Samaun kemudian berhasil merenovasi bangunan masjid tersebut dimasa kepemimpinan Bupati Fakfak. Mohammad Uswanas. Masjid Agung Baitul Makmur adalah masjid terbesar di Fakfak yang menjadi pusat kegiatan keagamaan.
Masjid ini dikenal memiliki Al-Quran Besar dan diresmikan oleh Bupati Fakfak. Mohammad Uswanas pada bulan Juli 2018 lalu untuk melayani kebutuhan ibadah umat Muslim setempat.
Ketika itu, saat peresmian Masjid tersebut. Mantan Bupati Fakfak dua periode. Mohammad Uswanas mengatakan, tidak boleh melupakan sejarah pembangunan masjid tersebut, hingga berdiri megah seperti saat ini. Bahkan ketika itu jalan didepan masjid dimaksud diusulkan diberi nama Jalan A. Sukanto.
“Tidak boleh kita melupakan sejarah pembangunan masjid ini. Untuk itu, saya mengusulkan agar jalan masuk di depan masjid ini, diberi nama Jalan A Sukanto, sebagai penghargaan kepada Bupati Fakfak A Sukanto, yang saat itu berpesan kepada saya, agar membeli peralatan untuk membangun masjid agung di Fakfak,” ujar Mocha (Mantan Bupati Fakfak) saat itu.
Sementara itu, Ketua Takmir Masjid Agung Baitul Makmur Fakfak, Samaun Dahlansewaktu menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Fakfak, dalam laporannya saat itu, juga menyinggung sejarah pembangunan masjid yang kini bernuansa keemasan itu. Pintu masuk keluar dan samping kiri kanan masjid ini dirancang sedikian bagus dan terlihat rapih.
“Pembangunan Masjid Agung ini, melewati masa demi masa kepemimpinan, dari Bupati Fakfak A Sukanto, JP Matondang, Suparlan Pasambuna, H. Wahidin Puarada dan direhab total dimasa kepemimpinan Bupati Mohammad Uswanas, hingga megah dengan nuansa keemasan,” ujar Samaun ketika itu. Bertepatan dengan acara peresmian masjid raya dimkasud.
Dalam uraian Napak Tilasnya. Sebagai orang yang berproses dari Masjid Agung Baitul Makmur Kabupaten Fakfak. ABT menyampaikan, kepemimpinan mereka di masjid baik dia sebagai Sekda Papua Barat maupun Bupati Fakfak. Samaun Dahlan. Merupakan sejarah penting dan sebagai motivasi bagi generasi muda agar jangan sering bahkan selalu lupakan masjid. Ditegaskan. Generasi Muda Calon Pemimpin jangan tinggalkan masjid.
Dari masjid kita belajar kepemimpinan yang amanah. Semuanya melalui proses. Bukan instan. Oleh karena itu, tidak salah, kalau hari ini Allah Swt/Tuhan Yang Maha Esa memberikan amanah kepada Ali Baham Temongmere sebagai Sekda Provinsi Papua Barat dan Samaun Dahlan sebagai Bupati Fakfak periode 2025-2030. mereka memiliki proses yang sama dari masjid
“Kami mengakui bahwa kepemimpinan yang amanah bisa kita dapatkan dan belajar dari masjid. Rasulullah Saw yang kita jadikan sebagai suri teladan yang baik saja belajar semua aspek ilmu dari Masjid. Sebagai umat manusia. Mari kita belajar tentang pemimpin yang amanah.
Saya tidak pungkiri bahwa saya bersama Pak Bupati Fakfak. Samaun Dahlan belajar banyak tentang kepemimpinan yang amanah dari dalam masjid, bisa belajar agama dari masjid, dan kemudian hari ini kami sampai pada titik ini (saya Sekda Papua Barat dan Pak Samaun Dahlan Bupati Fakfak-red) karena dari masjid.
Karena itu, generasi penerus mari ramaikan masjid dengan semua kegiatan keagamaan agar menjadi orang yang baik dimasanya, tidak ada cara lain untuk merubah cara pandang generasi kita menjadi baik tanpa belajar kepemimpinan ilmu agama”, Jelas Ali Baham Temongmere ketika memberi ceramah di Masjid Agung Baitul Makmur Fakfak
Ali Baham kutip sejarah perjuangan Rasulullash Saw bahwa Perjuangan Rasulullah SAW dari dalam masjid, terutama Masjid Nabawi dan Quba, tidak hanya berfokus pada ibadah ritual, tetapi menjadikan masjid sebagai pusat peradaban, pendidikan, sosial, dan strategi politik-militer.
Masjid menjadi tempat membina akidah, merencanakan dakwah, mempererat persaudaraan Muhajirin-Anshar, hingga merawat orang sakit dan komando perang. Perjuangan ini membuktikan bahwa pada masa Rasulullah, masjid merupakan jantung kehidupan kaum muslimin yang multifungsi.
Bentuk perjuangan Rasulullah SAW dari dalam masjid sebagai Pusat Pendidikan dan Penyebaran Ilmu : Nabi Muhammad SAW menjadikan Masjid Nabawi sebagai pusat pendidikan utama. Beliau mengadakan halaqah (lingkaran studi) untuk pengajaran Al-Qur’an, hadis, dan diskusi mengenai berbagai persoalan umat.
Kemudian, menjadi Pusat Pemerintahan dan Strategi Militer : Masjid Nabawi digunakan sebagai ruang dialog, tempat bermusyawarah dengan para sahabat mengenai kebijakan publik, dan perencanaan strategi pertahanan serta perang. selain itu juga sebagai Pusat Kegiatan Sosial dan Kemasyarakatan : Masjid menjadi tempat penampungan sementara bagi kaum Muhajirin (ahlus shuffah), pelayanan kesehatan, pendistribusian zakat/sedekah, hingga lokasi pembinaan keluarga.
Serta Simbol Persatuan (Masjid Quba & Nabawi) : Pembangunan Masjid Quba dan Nabawi pada awal hijrah bertujuan mempersatukan umat Islam yang baru berpindah dari Makkah (Muhajirin) dan penduduk Madinah (Anshar), memperkuat fondasi sosial. dan terkahir Masjid sebagai Fungsi Diplomatik : Rasulullah SAW juga pernah menerima delegasi, termasuk delegasi Kristen dari Najran dan Habsyi, di dalam masjid untuk dialog antar-komunitas.
Melihat Profil Alibaham Temongmere dan Samaun Dahlan

CV Singkat Alibaham Temongmere Sekda Provinsi Papua Barat
Ali Baham Temongmere (lahir 12 Juni 1967) adalah seorang birokrat, sejak 1 November 2023 sampai 20 Februari 2025 menjabat sebagai Penjabat Gubernur Papua Barat dilantik oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia.
Tepat sehari sebelum menjabat sebagai Pj. Gubernur Papua Barat, ia diangkat menjadi Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat. Ia adalah putra asli Mbaham asal Fakfak yang memulai karier dalam bidang pemerintahan menjadi Pegawai Negeri Sipil pada tahun 1986.
Setelah itu ia lulus tes masuk Institut Pemerintahan Dalam Negeri pada tahun 1989 dan meraih gelar Sarjana Ilmu Pemerintahan. Selepas itu ia menjabat sebagai staf bagian tata usaha di sekretariat daerah Kabupaten Fakfak hingga tahun 1995.
Setelah itu ia menjabat sebagai kepala distrik (Camat) Teluk Arguni Atas, Kaimana hingga tahun 1998. Selepas menjadi kepala distrik ia mendapat tugas belajar Universitas Gajah Mada mengambil jurusan Magister perencanaan kota dan daerah hingga lulus tahun 2000.
Selepas lulus dan mendapat gelar magister teknik perencanaan ia kembali menjabat sekertaris Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kabupaten Fakfak hingga tahun 2005.
Kemudian ia dilantik menjadi Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kabupaten Fakfak hingga tahun 2010. Setelah itu ia tidak menjadi petinggi lagi, dikarenakan mengajukan diri sebagai Calon Wakil Bupati Fakfak pada 2011.
Hingga tahun 2013 ia menjabat lagi sebagai Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Setda Kabupaten Fakfak selama satu tahun. Pada 2014 ia kembali dilantik menjadi Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kabupaten Fakfak.
Lantas pada tahun 2019 ia dilantik menjadi Sekda Kabupaten Fakfak hingga tahun 2023. Saat dilantik menjadi sekda ia sempat menjadi Pelakasana Harian (Plh) Bupati Fakfak pada tanggal 25 Maret 2021 hingga 25 April 2021.
Per tanggal 31 Oktober 2023 ia dilantik menjadi sekda Provinsi Papua Barat secara definitif karena Paulus Waterpauw akan segera pensiun. Lantas tanggal 1 November 2023 ia dilantik menjadi Penjabat Gubernur Papua Barat menggantikan Paulus Waterpauw. Perjalanan itu pun sampai pada menyukseskan pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2024.
Setelah pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua barat dilantik 20 Februari 2025 lalu. Alibaham Otomatis kembali menjadi Sekda Definitif Papua Barat sampaikan sekarang. Jauh sebelumnya, Alibaham menjabat sebagai Ketua Pembangunan Masjid Agung Baitul Makmur Kabupaten Fakfak selama 10 Tahun

Sosok Mas Samaun Dahlan/Bupati Fakfak Periode 2025-2030
Samaun Dahlan (lahir 5 Oktober 1968) adalah pensiunan Aparatur Sipil Negara yang menjabat sebagai Bupati Fakfak masa jabatan 2025–2030. Ia menjabat sejak 20 Februari 2025 setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta. Dari data pendidikan formal yang dijalaninya, Samaun Dahlan tercatat merupakan alumni SD Negeri Tongowai Maluku angkatan 1982.
Setelah lulus SD, Samaun Dahlan melanjutkan pendidikannya ke SMP Negeri Tomalow Maluku dan lulus pada 1985. Ia kemudian melanjutkan pendidikan ke SMEA Negeri Soasiu Maluku dan lulus pada 1988. Usai menamatkan pendidikan dasarnya,
Samaun Dahlan melanjutkan akademiknya ke pendidikan tinggi. Samaun Dahlan memilih Sekolah Tinggi Ilmu Akutansi (STIA) Biak dan lulus pada 1998. 12 tahun kemudian, Samaun Dahlan melanjutkan pendidikan S2 di Universitas Tribuana Tinggal Dewi Malang dan tamat pada 2010 lalu.
Samaun Dahlan juga tercatat menempuh sejumlah pendidikan non formal, yakni mengikuti kursus pelatihan manajemen keuangan di Jayapura pada 1995, Kemudian, mengikuti pelatihan penyusunan laporan keuangan bantuan IBRD di Bandung pada 1996. Lalu, mengikuti pelatihan administrasi keuangan BLN di Batam tahun 1997.
Satu tahun setelahnya, Samaun Dahlan mengikuti pelatihan administrasi PMI Jalan Kabupaten di Yogyakarta pada 1998. Ia juga pada tahun 2008 lalu, sempat mengikuti Diklat PIM III di Kabupaten Biak Provinsi Papua. Pada tahun 2012, tepatnya di Bali, Samaun Dahlan mengikuti Bimtek Pedoman Penyusunan APBD. Selanjutnya tahun 2016, ia mengikuti Diklat PIM II di Jakarta.
Samaun Dahlan juga mempunyai riwayat pekerjaan panjang dimulai dari menjadi pengawai negeri sipil di Pemerintahan Kabupaten Biak Numfor pada tahun 1992. Lalu pada 2009, ia menjadi Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Biak Numfor. Selanjutnya menempati jabatan yang sama pada Pemerintah Kabupaten Fakfak di tahun 2011
Pada periode 2017 hingga 2020, Samaun Dahlan menajabat Kepala DPUPR2KD Kabupaten Fakfak yang membuat namanya makin dikenal luas masyarakat. Dalam sepak terjangnya, Samaun Dahlan juga terpotret tampil sebagai figur yang membantu orang banyak di Fakfak.
Ia pernah menyerahkan bantuan pembangunan rumah untuk masyarakat pada beberapa kampung di Kabupaten Fakfak. Samaun Dahlan juga membantu mengusahakan terlaksana rencana pembangunan Bandara Udara Jacob Patipi atau Bandara Siboru di Distrik Wartutin Kabupaten Fakfak.
Dirinya juga terlibat aktif mengusahakan bantuan sosial bagi para pedagang di Pasar Thumburuni Fakfak dari Kementerian Sosial terkait dengan musibah kebakaran pada kerusuhan 21 Agustus 2019 lalu.
Selain kontribusinya kepada masyarakat, di tengah-tengah lingkungan, Samaun Dahlan juga sudah tampil sebagai pemimpin. Ia merupakan Ketua Pengurus Masjid Agung Fakfak sejak 2015 dan juga bagian dari Ikatan Keluarga Maluku Utara di Kabupaten Fakfak.
Dengan sepak terjangnya yang panjang baik di dunia birokrasi maupun di sosial masyarakat, Samaun Dahlan kembali maju menjadi calon Bupati Fakfak periode 2024 – 2029 dan berdasarkan ketetapan KPUD Fakfak berhasil terpilih.
Samaun Dahlan yang kini menjabat Bupati Fakfak sebeumnya menjabat sebagai Ketua Pembangunan Masjid Agung Baitul Makmur Kabupaten Fakfak selama 10 Tahun.
(rustam rettob)


