Home / Polkam / Sosok Kepala Suku Besar Arfak Dinilai Cukup Kuat Berpeluang di Pilgub Papua Barat 2024

Sosok Kepala Suku Besar Arfak Dinilai Cukup Kuat Berpeluang di Pilgub Papua Barat 2024

Manokwari – Siapa Pasangan Bakal Calon Wakil Gubernur Papua Barat mendampinmgi Mantan Gubernur Papua Barat. Dominggus Mandacan untuk maju di pemilukada Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Barat dalam Pemilu serentak 27 November 2024 mendatang.

Sejauh ini Dominggus belum tentukan sikap politiknya untuk gaet siapa pendampingnya dalam perhelatan pesta demokrasi 5 tahunan tersebut di Provinsi Papua Barat. Meskipun sederet nama masuk dalam radar tim Dominggus untuk ditentukan sebagai pendamping Kepala Sukus Besar Arfak ini, tersebar informasi salah satunya adalah Mohammad Uswanas.

Sejatinya Dominggus wajib menambahkan 2 Kursi karena saat ini NasDem hanya memiliki 5 Kursi DPR Papua Barat hasil Pileg 2024 kemarin. Sementara Golkar kelihatan tanpa Koalisi pun bisa karena telah memiliki 7 Kursi, begitu juga PDI Perjuangan Papua Barat yang raih 7 Kursi.

Data perolehan Kursi DPRD Papua Barat hasil Pemilu 2024 terdiri dari, PDI Perjuangan 7 Kursi, Golkar 7 Kursi (Suara Tertinggi hasil Pileg 2024 di Papua Barat), NasDem 5 Kursi, PAN 3 Kursi, Demokrat juga 3 Kursi, PKB demikian 3 Kursi, Gerindra masuk 3 Kursi, serta Perindo 2 Kursi, untuk PKS serta PPP masing-masing 1 Kursi.

Melihat perolehan Kursi Partai Politik di DPR Papua Barat Hasil Pileg 2024. Lantas PDI Perjuangan dan Golkar tidak harus berjuang menambahkan jumlah kursi alias sibuk untuk berkoalisi karena partainya sendiri memiliki ambang batas yang cukup, sementara partai lain yang ingin manuver masuk Pilgub Papua Barat harus mengumpulkan perolehan kursi lain diluar PDIP dan Golkar, termasuk NasDem

NasDem misalnya. Kepala Suku Besar Arfak di Manokwari. Dominggus Mandacan wajib hukumnya untuk berkoalisi dengan beberapa partai lain yang memperoleh Kursi di DPR Papua Barat sehingga syarat ambang batas 20 persen sebagai syarat pencalonan bisa terpenuhi. Beberapa figur yang menanti pinangan Dominggus juga siap dengan hasil perolehan kursi dari partai mereka atau minimal memiliki rekam jejak kepemimpinan kepalda daerah dan atau wakil kepala daerah, bisa juga dikenal atau mengenal.

Partai Politik yang kadernya belum menyatakan siap Maju dalam Pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Barat dalam Pemilu 2024 selain Golkar, PDI Perjuangan, dan NasDem adalah, Gerindra (Menunggu arahan DPP), PKB, Demokrat, PKS, Perindo, PPP. Akankah mereka berada di satu poros atau poros keempat di Pilgub Papua Barat atau bisa mengerucut menjadi tiga poros yaitu, Koalisi Golkar, Koalisi PDI Perjuangan, dan Koalisi NasDem.?

Mengenai Sosok Dominggus Mandacan/Kepala Suku Besar Arfak di Manokwari-Papua Barat

Mengenai sosok Kepala Suku Besar Arfak. Dominggus Mandacan di kanca politik Papua Barat 2024 mendatang. Banyak pihak menilai DM sosok pemimpin yang mampu menyatukan rakyat di Papua Barat. Figur dan kapasitas Dominggus sangat dirindukan masyarakat akar rumput di Papua Barat karena selama ini dia hadir dengan tagar #Membangun Dengan Hati, Mempersatukan Dengan Kasih.

“Sebagai Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari, saya secara pribadi dan sebagai pemimpin salah satu organisasi non pemerintah (Non Governmental Organization/NGO) yang berfokus dalam upaya penegakan hukum dan perlindungan hak asasi manusia di Tanah Papua dengan ini menyampaikan pandangan bahwa kami menaruh hormat pada keinginan pribadi Bapak Drs.Dominggus Mandacan dan keluarga serta tim kerjanya untuk maju kembali dalam kontestasi Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) tahun 2024 mendatang”, Harap Warunssy.

LP3BH memandang bahwa rencana dan langkah baik Dominggus Mandacan tersebut adalah cukup rasional dan sesuai makna historis posisi Mandacan sebagai salah satu anak asli Papua yang lahir dari keluarga ningrat di Manokwari, yaitu Lodwijk Mandacan (Almarhum).

“Almarhum Lodwijk Mandacan adalah salah satu sosok penting dalam sejarah politik tanah Papua sebagai dimaksud dalam konsideran menimbang  huruf e, dari Undang Undang Nomor 21 Tahun 2001 Tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua. Ayah kandung Drs.Dominggus Mandacan itu kendatipun sempat menjalani “penahanan rumah” di Jayapura atas dugaan pidana yang tidak dibuktikan melalui pengadilan yang adil dan fair.

Namun almarhum Lodwijk Mandacan sempat menerima penghargaan Negara Republik Indonesia berupa pangkat Mayor Tituler Lodwijk Mandacan hingga akhir hayatnya. Lodwijk Mandacan juga berjasa bagi peletakkan dasar kemandirian pembangunan kita Manokwari saat ini, yaitu dengan menerima berbagai suku bangsa lain untuk datang, tinggal, hidup bersama dan memulai membangun kota Manokwari sejak dahulu hingga saat ini.”, Jelasnya

Terbukti, kata Warinussy, ada suku-suku asal Biak Numfor yang menempati pesisir Biryosi hingga Wosi dan Rendani. Juga keluarga besar Yapen Waropen dari kampung Ansus, Ambai dan sekitarnya yang mendiami kawasan pesisir pantai Fanindi belakang mall (Fanimo) dan juga Sowi pantai. Serta suku-suku lain di Manokwari dan sekitarnya. Termasuk suku asal Buton, Bugis, Makassar (BBM) di sekitar kawasan pantai Borarsi, Borobudur hingga Fanindi dan Sanggeng pantai (Fisirey). Serta pula suku-suku non Papua lainnya seperti suku Jawa, Sunda, Bali, Batak Sumatera Utara), Padang (Sumatera Barat), bahkan Flobamora (NTT) maupun suku Key dan Maluku pada umunya di Manokwari dan sekitarnya.

“Inilah yang seharusnya menjadi suatu fakta yang tak boleh dikesampingkan oleh seluruh suku Asli Papua maupun non Papua di Manokwari dan sekitarnya dalam merespon keinginan baik seorang  Dominggus Mandacan untuk maju kembali menyelesaikan kepenuhan jabatan sebagai Calon Gubernur Provinsi Papua Barat dalam periode kedua pemerintahan nya. Kewibawaan dan keramahan serta kedekatan bahkan ketakwaaan Dominggus Mandacan sebagai calon pemimpin di Tanah Papua secara umum dan khususnya di Provinsi Papua Barat sudah tak perlu diragukan lagi.”Ujarnya.

Pengacara senior di Tanah Papua ini mengatakan, bahkan berdasarkan amanat pasal 12 huruf a hingga huruf h dari Undang Undang Nomor 21 Tahun 2001 Tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua sebagai syarat calon Gubernur Provinsi Papua Barat sudah sepenuhnya dipenuhinya. Sehingga sekarang rakyat tinggal menunggu siapa calon wakil gubernur yang bakal dipilih Mandacan dari sekian nama yang mungkin telah memberikan profil dirinya kepada Pak Mandacan selaku Kepala Suku Besar Pedalaman Arfak di Kabupaten Manokwari tersebut.

“Sebagai Advokat dan Pembela Hak Asasi Manusia (HAM) Di Tanah Papua, kami ingin menyampaikan bahwa dengan karakter kepemimpinan adat Arfak dan Asli Papua serta karakter seorang pamong pemerintahan yang dimiliki Dominggus Mandacan saat ini. Diperlukan sekali adanya calon wakil gubernur dari kalangan yang memahami aspek intelektual dan pemahaman hukum yang bisa membantu Mandacan dalam merancang pemerintahan yang kuat dan bersih dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) di masa 5 (lima) tahun ke depan.”, Tutup Warinussy dalam keterangan resminya disampaikan ke media ini, (ret)

About admin

Check Also

Maju Pilgub Papua Barat 2024, Wahidin Puarada : Kesiapan Sudah, Tunggu Keputusan Partai

Wahidin Puarada. mantan Bupati Fakfak 2 periode (2000-2010), Bakal Calon Gubernur Papua Barat dalam Pilkada ...

Tiga Nama Berpeluang Kuat Masuk Bursa Calon Wakil Bupati Fakfak 2024

Fakfak (Wacana) – Tidak disangka partisipasi figur – figur Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!