5 C
New York
Sabtu, Maret 14, 2026

Buy now

Tak ada Anggota Intel Korban Penyerangan di Bintuni, KKB Berhenti, Jangan Nyusahin Rakyat.

Fakfak – Beredar sebuah rakaman audio suara seorang laki-laki, ia mengaku dalam rekaman suara audio tersebut menyatakan penyerangan baru-baru ini di Wilayah Bintuni adalah murni tanggung jawab dia bersama rekan-rekanya dan korban pembunuhan tersebut 4 diantaranya Anggota Intel TNI.

Saat dikonfiormasi Komandan Korem 182/JO Fakfak. Kol. Inf. Hartono kepada mataradarindonesia.com, orang nomor satu di wilayah Korem 182/JO Fakfak itu menegaskan bahwa tidak ada anggota Intel TNI Korban penyerangan KKB di Wilayah Bintuni yang terjadi belum lama ini, semua adalah masyarakat sipil khususnya para pekerja proyek.

Meski demikian, Dandim mengakui kelompok tersebut diketahui masih berada di wilayah Korem 182/JO Fakfak dan terkahir mereka melakukan tindakan pembunuhan sadis terhadap masyarakat sipil di wilayah dimana mereka muncul, mereka selain hilangkan nyawa orang juga membakar beberapa alat berat dan truck pengangkut material.

“Tidak ada anggota Intel TNI yang dibunuh saat kejadian di Bintuni, tidak ada itu anggota intel, tiiidak aaadaa., saya tegaskan bahwa informasi yang disebarkan oleh kelompok KKB itu adalah hoax, korban itu semua adalah murni pekerja proyek setempat, mereka (KKB) ini masih ada dan kami minta segera hentikan segala bentuk terror dan ancaman terhadap masyarakat, hentikan tindakan yang dapat mengganggu aktifitas pembangunan pemerintah”, Tegas Danrem sekaligus klarifikasinya.

Danrem meminta dengan tegas kepada Kelompok Kriminal Bersenjata di Wilayah Korem 182/JO Fakfak untuk hentikan bentu terror dan ancaman serta tindakan criminal yang membuat korban masyarakat, ia menyampaikan bahwa masyarakat yang tidak bersalah jangan mendapatkan tindak tidak manusiawi dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab,

“Saya minta (KKB-red) yang masih dihutan dan suka mengganggu masyarakat, mengganggu pembangunan pemerintah daerah, cukuplah, sudahi itu, kasihan rakyat ini karena korbanya adalah masyarakat juga, nanti pembangunan pemerintah juga tidak berlangsung normal, dampkamya apa, papua akan tetap terbelakang ketika kejadian seperti ini dibiarkan”, Tutup Danrem usai memimpin upacara HUT TNI Ke – 77 di Fakfak, rabu, (5/10) kemarin, (ret)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles

error: Content is protected !!