6.8 C
New York
Jumat, April 3, 2026

Buy now

TMMD TNI-AD Tahun 2026, Pemda Fakfak Dorong Program Pembangunan Air Bersih

Fakfak – Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, mengambil langkah responsif untuk mengatasi persoalan ketersediaan air bersih yang selama ini menjadi keluhan warga di Kampung Patimburak, Distrik Kokas, Kabupaten Fakfak.

Salah satu langkah konkret untuk mengatasi krisisi air bersih di Kampung tersebut, Bupati Samaun Dahlan, meminta  Dandim 1803/Fakfak Letkol Inf. Wahlin Rahman, untuk mengalihkan sasaran program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Kampung Patimburak.

Dalam kunjungannya bersama Dandim 1803/Fakfak ke Patimburak baru-baru ini, Bupati melihat langsung kondisi masyarakat yang masih kesulitan mengakses air bersih. Meski sudah ada pengerjaan pipa mata air sepanjang beberapa kilometer, proyek tersebut terhenti dan belum sampai ke pemukiman warga.

“Saya berdiskusi dengan Pak Dandim, saya bilang kalau begitu TMMD tahun ini kita ubah sasarannya. Kita fokuskan ke air bersih. Jika air ini mengalir dan masyarakat bisa menikmatinya setiap hari, ini akan menjadi amal jariyah dan manfaat yang berkelanjutan bagi kita semua,” ujar Bupati Samaun Dahlan, ketika bertatap muka dengan warga Kokas dalam momentum Safari Ramadhan yang berlangsung di Masjid Al- Mujahidin, Kampung Sekar, Distrik Kokas, Minggu (01/03/2026).

Rencananya, Kata Samaun Dahlan, melalui program TMMD, TNI akan melanjutkan penyambungan pipa sepanjang kurang lebih 2 kilometer untuk memastikan air dari mata air dapat mengalir langsung ke rumah-rumah warga di Kampung Patimburak tahun ini.

Samaun Dahlan mengakui, kebutuhan air berish di Distrik Bomberai dan Tomage,sudah mulai membaik berkat sistem sumur bor. Namun, perhatian kini perlu ditarik ke wilayah pesisir dan perkampungan yang masih kesulitan, salah satunya adalah Kampung Patimburak.

Selain mengandalkan program TMMD, Pemkab Fakfak juga menempuh jalur akademis dan teknologi untuk mencari solusi jangka panjang. Pada 11 Februari lalu, Bupati telah menandatangani Nota Kesepahaman (MOU) dengan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Kerja sama ini difokuskan pada pemanfaatan keahlian ITB dalam mendeteksi dan mengelola sumber air bawah tanah melalui sistem sumur bor di wilayah-wilayah yang secara geografis sulit mendapatkan air permukaan.

”ITB adalah salah satu universitas negeri dengan keahlian tinggi terkait persoalan bawah tanah. Kita harus bekerja sama dengan ahli untuk melakukan kajian dan pembangunan sumur bor di Fakfak agar masalah air ini tuntas secara teknis,” tegasnya

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles

error: Content is protected !!