-3.5 C
New York
Jumat, Januari 2, 2026

Buy now

Mantan Bendahara TKD Prabowo – Gibran Genjot Investasi Perkebunan Fakfak

Fakfak – Mantan Bendahara Tim Kampanye Derah Prabowo – Gibran. Provinsi Papua Barat. kini menjabat sebagai Bupati Fakfak hasil Pilkada Serentak Tahun 2024. Samaun Dahlan didampingi Wakilnya. Donatus Nimbitkendik genjot proses masuknya Investasi perkebunan di Wilayah Bomberay dan Tomage. Kabupaten Fakfak – Provinsi Papua Barat

Samaun Dahlan sangat serius dan atas nama pemerintah daerah konsen untuk menghadirkan investaor dalam bidang investasi perkebunan di wilayah Bomberay dan Tomage. Samaun yang merupakan orang dekat Menteri ESDM. Bahlil Lahadalia terlihat sangat fokus dan serius untuk memproses rencana investasi tersebut yang terletak di Wilayah Tomage. Fakfak.

Kesungguhan ia selaku Kepala Daerah dibantuk Wakil Kepala Daerah didukung juga oleh OPD terkait saat ini telah melakukan langkah maju terhadap pembangunan investasi di Kabupaten Fakfak. hal ini dibuktikan dengan awalnya pelaksanaan survei yang dilakukan tim investor dari beberapa konsorsium di wilayah tomage belum lama dan mereka tindak lanjut dengan survei kontur tanah.

Tindak lanjut itu dengan adanya pelaksanaan pertemuan antara pemerintah daerah dengan beberapa konsorisum investor di Jakarta. Hadir untuk mendengar paparan hasil survei kontur tanah tersebut dalam pandangan untuk menentukan maju tidaknya investasi dilahan tersebut. Bupati Fakfak, Wakil Bupati Fakfak, Plt. Kepala Dinas Perkebunan Fakfak serta beberapa unsur investor yang berkepentingan.

Pertemuan yang berlangsung di Jakarta, Minggu 14, September 2025 lalu bersama Pemerintah Daerah dan Investor sebagai tindak lanjut pasca pelaksanaan peninjauan dan surevi lokasi kawasan perkebunan di wilayah Tomage dan sekitarnya, satu dari delapan Asta Cita Pasangan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Rakka adalah menyangkut swasembada ketahanan pangan.

Diketahui, sebetulnya minat investasi di sektor perkebunan dan sumber daya alam semakin kuat setelah hasil survei dari pihak PT. STM Agro Energi Korea dan PT. Samindo Resources TBK yang mempresentasikan hasil Survei Lahan seluas 20 ribu ha lebih di Bupati dan Wakil Bupati Fakfak pada Minggu (14/925) di Equity Tower SCBD, Sudirman Jakarta.

Presentasi dengan menyampaikan hasil hasil survey dan asesmen lahan berisikan informasi penting tentang kondisi fisik, karakteristik, dan potensi lahan sebagai bentuk perencanaan awal rencana pembangunan perkebunan dan pemanfaatan lahan.

Diuraikan peneliti laboratorium dari pihak perusahan, kalau lahan kondisi tanah rata-rata ultisol liat pucat berwarna merah dan merupakan tanah mineral yang terjadi penimbunan liat pada horizon bawah tanah, jenis Latosol dengan tanah berwarna merah sampai merah kekuningan karena kandungan besi dan aluminium yang tinggi serta jenis Hidromor di mana Tanah yang tergenang air atau sangat lembab.

Dapat digunakan untuk pertanian dan perkebunan, tapi perlu rekayasa khusus dengan pemupukan dan pengelolaan tanah yang baik karena kesuburannya rendah. Oleh karena itu perlu perbaikan kesesuaian lahan melalui konservasi struktur lahan yang ada dan unsur hara tanah.

Namun demikian, peluang untuk pengembangan tanaman Perkebunan seperti sawit, tebu dan kopi dapat dilakukan namun membutuhkan rekayasi dan teknologi khusus supaya bisa dikelola secara optimal dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan ini Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, S,Sos, M.Si berharap dengan adanya sisa lahan APL (area penggunaan lain) seluas 16.400 Ha yang belum termanfaatkan di Kawasan Bomberay dan Tomage agar pihak perusahan dapat serius untuk mengoptimalkan lahan tersebut untuk mengembangan investasi Perkebunan di kedua wilayah distrik ini.

Sambil Pemerintah akan mendorong perubahan fungsi lahan yang tersisa yang masih masuk Kawasan hutan seluas 30 rb Ha diusahakan untuk APL melalui revisi rencana tata ruang wilayah (RTRW Fakfak) 2025-2045 dan mendongkrak Kawasan ini untuk pengembangan Perkebunan andalan dengan jenis komoditas lainnya di wilayah ini dalam rangka penguatan ketahanan pangan dan Perkebunan skala besar.

Sementara Wakil Bupati Fakfak, Drs. Donatus Nimbitkendik, MTP berharap agar denga hasil laboratorium yang telah menunjukkan karakteristik tanah yang cenderung agak rendah Tingkat kesuburunnya, agar dapat di bantu untuk meningkatkan unsur hara dan perbaikan-perbaikan struktur tanah agar areal yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk membantu mendorong Perkebunan di daerah dan mendorong kesejahteraan Masyarakat terutama Masyarakat lokal.

Wakil Bupati Fakfak juga mengingatkan agar pihak perusahan jika benar-benar berniat untuk berinvestasi di wilayah ini perlu dilakukan sosialisasi secara menyeluruh dan memperhatikan hak Masyarakat adat sehingga dapat memberikan manfaat langsung dan meningkatkan kesejahteraan. Sehingga memberikan akses dan kontrol yang adil atas tanah dan sumber alam yang ada, masyarakat adat bisa meningkatkan kualitas hidup mereka melalui pengelolaan yang lebih baik dan partisipasi dalam pembangunan ekonomi di Kawasan ini.

Acara di tutup dan disepakati bersama untuk melakukan langkah-langkah tindak lanjut yang tepat agar rencana investasi ini segera berjalan dengan lancer dan berkelanjutan,. sesuai dengan hasil analisis dan evaluasi hasil survey, review data fisik dan kimia tanah, topografi, iklim, dan potensi sumber daya yang tersedia serta identifikasi kendala dan peluang dalam rencana investasi.

Demikian pula akan di susun rencana pengelolaan lahan, sosialisasi dan konsultasi dengan Masyarakat serta pemerintah dan pengurusan perizinan dan legalitas kelengkapan dokumen lainnya.

Bupati di kesempatan ini juga sangat berharap agar segera kehadiran investor Korea segera masuk dengan terlebih dahulu melakukan kajian dan penilaian lahan agar memenuhi kesesuaian. Dan bukan hanya membawa modal, tetapi juga teknologi dan jaringan pasar global. Dengan begitu, pengelolaan potensi alam di Bomberay dan Tomage diharapkan bisa lebih optimal, memberikan nilai tambah, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat dan Kabupaten Fakfak umunya.

Selanjutnya perlu adanya koomitmen bersama dalam keberlanjutan investasi yang menjadi bagian penting dari rencana investasi ini. Pemerintah juga menegaskan bahwa setiap langkah pengembangan investasi akan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan dan kepentingan masyarakat lokal setempat.

Regeneratif Tanah

Sebagai solusi terhadap kondisi tersebut, pihak investor siap melakukan rekayasa khusus melalui  Regeneratif Tanah atau dengan pemupukan dan pengelolaan tanah yang lebih baik. Sehingga perlu perbaikan kesesuaian lahan melalui konservasi struktur lahan yang ada dan unsur hara tanah.

Namun, peluang untuk pengembangan tanaman perkebunan seperti sawit, tebu dan kopi bisa dilakukan meskipun membutuhkan rekayasa dan teknologi khusus. Bupati Fakfak, Samaun Dahlan memberikan respons positif terhadap langkah tersebut.

Menurut Bupati Samaun Dahlan melalui sambungan ponsel telkomselnya menjelaskan bahwa, rekayasa tersebut sangat penting agar target lahan investasi di Bomberai bisa dikelola secara optimal dan berkelanjutan.

“Sehingga bisa dimanfaatkan dengan adanya sisa lahan Area Penggunaan Lain (APL) seluas 16.400 hektar yang belum termanfaatkan di kawasan Bomberai dan Tomage,” tutur Bupati Fakfak, Samaun Dahlan

Revisi RTRW 2025 – 2045

Untuk memuluskan investasi fantastis di wilayah Distrik Bomberai dan Tomage, Pemda Fakfak di bawah kepemimpinan Bupati Samaun Dahlan dan wakilnya Donatus Nimbitkendik berencana untuk merevisi dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2025 – 2045.

Tujuan utama revisi RTRW  untuk mendongkrak kawasan tersebut guna pengembangan perkebunan andalan dengan jenis komoditas lainnya.

Pemda Fakfak melalui rilis resmi mengklaim, semua ini dilakukan untuk penguatan ketahanan pangan dan perkebunan skala besar.

(ret)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles

error: Content is protected !!