Fakfak – Pemerintah Daerah Kabupaten Fakfak kucurkan 278.740 Kilogram beras untuk warga Fakfak yang menerimanya, selain beras, pemerintah juga disrtibusikan minyak goring sebanyak 53.748 Liter, Beras dan minyak goring dimaksud akan dibagikan kepada 13.437 Jiwa yang tersebar di 17 Distrik dan 142 Kampung di Kabupaten Fakfak, Program dan kebijakan ini sebagai bagian dari pemerintah daerah menjaga ketahanan pangan daerah.
Bupati Fakfak. Samaun Dahlan dalam sambutanya megapresiasi kinerja sejumah pihak diantaranya Bulog Fakfak, Dinas Sosial serta Pertanian dan Ketahanan Pangan Fakfak karena telah menyiapkan data dan berbagai persiapan guna mendukung kelancaran pendistribusian beras bantuan masyarakat tahun 2026. Bupati juga menyarankan agar dalam pendistrubsian beras ini kedepan harus memperhatikan satu data dengan baik agar jangan ada masyarakat yang seharusnya mendapat bantuan untuk tidak terlewatkan.
Menurutnya, bantuan tersebut sebenarnya diupayakan agar dapat disalurkan seperti tahun 2025 yang lalu, yaitu menjelang hari besar keagamaan. Dimana penyaluranya sempat direncanakan pada Hari Raya Idul Fitri, namun karena beberapa komoditas seperti minyak belum tersedia, maka pemerintah daerah mengambil alternatif lain melalui kegiatan sosial untuk tetap membantu masyarakat, karena itu saya minta harus dibagikan tepat sasaran,
“Adapun jumlah penerima cukup besar, yaitu sebanyak 13.437 jiwa, dengan rincian bantuan berupa beras 20 kg dan minyak goreng 4 liter per penerima, yang menjadi perhatian utama saya adalah ketepatan data dan penyaluran. Saya minta Dinas Pertanian dan Dinas Sosial untuk menyinkronkan dan memverifikasi kembali data penerima. Data tersebut harus benar-benar jelas, terpisah, dan terdokumentasi dengan baik.
Ke depan, jika penyaluran ini berjalan baik, maka akan memudahkan kita untuk mendapatkan tambahan bantuan. Namun jika data tidak valid dan penyaluran bermasalah, tentu akan menyulitkan kita sendiri, Saya hanya menekankan satu hal: pastikan bantuan ini benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak menerima.”, Terang Bupati. Samaun Dahlan. Sabtu, 25 April 2026 pagi.
Sementara itu, Kepala Bulog Fakfak. Ibrahim Wairoy menjelaskan senada dengan Bupati Fakfak bahwa pengdistribusian bantuan ini sedianya menjelang HariRaya Idul Fitri namun terkendala sejumlah komuditas belum ada sehingga mengalami penundaan. Dan untuk penidstribusian pada tahun 2026 ini diharapkan dapat tepat sasaran meski mengalami berbagai kendala dilapangan. Dikatakan, pemerintah miliki program dan Bulos sebagai pendistribusian.
Data penerima yang bersumber dari data nasional Kementerian Sosial, Serta dukungan dari aparat keamanan dan pemerintah kampung/desa, Selama ini koordinasi telah berjalan dengan baik, mulai dari penjadwalan penyaluran, pemeriksaan kualitas bantuan, hingga pengawasan di lapangan. kedepan, fungsi pengawasan ini akan semakin diperkuat, termasuk melibatkan TNI dan Polri.
“Kami juga menyampaikan bahwa sistem penyaluran saat ini sudah semakin baik dan transparan. Setiap penerima bantuan wajib menunjukkan KTP yang sesuai dengan data, proses penyaluran didokumentasikan dan langsung diunggah ke sistem. Selain itu, penyaluran juga didampingi oleh aparat keamanan dan pemerintah setempat.
Hal ini diharapkan dapat meminimalisir potensi penyimpangan di lapangan, kami menyadari bahwa dengan jumlah penerima yang banyak dan wilayah yang luas, pengawasan tidak mudah dilakukan tanpa dukungan semua pihak. Oleh karena itu, sinergi dan kerja sama sangat kami harapkan.”, Jelas Kepala Bulog Fakfak.
(ret)


