21.6 C
New York
Sabtu, September 12, 2026

Buy now

“Satu Tungku Tiga Batu” Budaya Penyatuan Masyarakat Fakfak

Kabupaten Fakfak adalah salah satu Kabupaten tertua di Provinsi Papua Barat, Indonesia, yang dijuluki sebagai “Kota Pala” karena merupakan penghasil rempah-rempah pala berkualitas tinggi sejak zaman penjajahan.

Kabupaten ini dikenal dengan “Kota Perjuangan” karena sarat akan catatan sejarah panjang perjuangan bangsa, termasuk menjadi basis perlawanan Krapangit Gewab melawan penjajah dan titik strategis wilayah penyatuan Irian Barat ke pangkuan NKRI.

Luas Luas Wilayah Kabupaten Fakfak 14.320 Km persegi, Sebelah Utara Kabupaten Fakfak berbatasan dengan Kabupaten Teluk Bintuni, Sedangkan sebelah Timur berbatasan langsung dengan Kabupaten Kaimana, dan Wilayah bagian barat berbatasan langsung dengan Laut Kabupaten Seram Bagian Timur dan Teluk Berau.

Fakfak terbagi menjadi 17 Distrik dengan Ibu Kotanya di Distrik Fakfak sedangkan pusat Kantor Pemerintahan ada pada Dstrik Pariwari. Fakfak miliki bandara baru namanya Bandara Siboru sebagai pendukung fasilitas transportasi udara. Sedangkan pelabuhan laut berada di pusat kota.

Negeri Mbaham ini juga memiliki satu Institusi yang bertugas menjaga wilayah territorial yang terletak di Kampung Kiat yaitu, Korem 182/JO Fakfak. juga ada Kodim maupun Polres dengan satuan masing-masing sebagai tugas fungsinya selalu menjaga kedaiaman Fakfak

Fakfak memiliki salah satu budaya sebagai warisan leluhur dan asset untuk menjadikan hidup dan kehidupan anak cucu mereka sampai saat ini tetap aman dan damai yaitu,  budaya “Satu Tungku Tiga Batu” sebagai salah satu warisan budaya yang memiliki banyak perbedaan melampaui nilai toleransinya dari sisi Agama yang dipandang sebagai “Agama Keluarga” yaitu, Islam, Kristen, dan Katolik.

Mereka hidup saling memberi perlindungan tanpa melihat latar belakang dari agama manapun tetapi jauh lebih itu dipandang sebagai Keluarga (Bapak, Mama, Adik, maupun Kaka). Karena itu budaya Satu Tungku Tiga Batu di Fakfak terlanjur kuat ikat perbedaan persatuan masyarakat fakfak.

Cerita budaya Satu Tungku Tiga Batu sebagai warisan leluhur yang dapat menopang persatuan dalam menjaga perbedaan antara masyarakat fakfak tidak sekedar catatan sejarah melainkan cerita itu senantiasa diwujudkan  dalam hidup dan kehidupan masyarakat Fakfak sehari-hari, mereka sangat menjaga perbedaan itu dalam bingkai Satu Tungku Tiga Batu menjadi satu investasi perdamaian untuk masa depan anak cucunya.

Terlihat dalam peringatan Hari-Hari Besar Keagamaan di Kabupaten Fakfak, sebut saja, Peringatan Agama Islam Masuk Tanah Papua dan Misi Katolik yang pusat kegiatannya dilaksanakan setiap tahunnya di Fakfak. dalam peringatan setiap momentum bersejarah agama ini ada keterlibatan masing-masing agama sebagai salah satu implementasi dalam warisan budaya satu tungku tiga batu. Karena melihat dari sisi agama keluarga.

Umat Katolik baru saja selesai mengenang sejarah masuknya misi Katolik pertama di Tanah Papua pada 23 Mei 1894/23 Mei 2026, di Kampung Sekru, Distrik Pariwari, Kabupaten Fak-Fak, Papua Barat kemarin, Peringatan 132 Tahun Injil Masuk di Tanah Papua bukan saja merupakan momentum perayaan sejarah Gereja Katolik, tetapi juga bagaimana mewariskan budaya adat dan keluarga dalam menjaga Tanah Papua lebih aman dan damai.

Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, menghadiri puncak perayaan dan misa syukur 132 Tahun Misi Katolik di Tanah Papua. Acara tersebut dipusatkan di Pulau Bonyom, Kampung Brongkendik, Distrik Fakfak Tengah pada Sabtu, 23 Mei 2026 kemarin, Momentum bersejarah tersebut memperingati kontribusi misi Katolik dalam bidang pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial, dan kemanusiaan di Tanah Papua.

Pemerintah Kabupaten Fakfak, lanjutnya, memberikan apresiasi tinggi atas peran Gereja Katolik dalam menjaga keharmonisan sosial di tengah keberagaman masyarakat Papua, khususnya di Kabupaten Fakfak yang dikenal dengan filosofi “Satu Tungku Tiga Batu”, Nilai luhur ini mengajarkan kepada kita bahwa perbedaan bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk hidup saling menopang dalam kedamaian dan persaudaraan.

Samaun menegaskan bahwa Filsofis Satu Tungku Tiga Batu di Kabupaten Fakfak merupakan nilai jati diri orang Fakfak. karena itu pentingnya merawat wrisan leluhur sebagai fondasi harmoni sosial ditengah perbedaan dan tantangan zaman. Satu tungku tiga batu sebagai symbol kebersamaan lintas agama dan budaya di negeri Mbaham tercinta ini.

“Atas nama Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat Kabupaten Fakfak, saya menyampaikan selamat dan proficiat atas perayaan iman yang penuh makna ini. Momentum ini bukan sekadar perayaan gerejawi, tetapi juga menjadi bagian penting dari perjalanan sejarah peradaban, pendidikan, pelayanan sosial, dan pembangunan kemanusiaan di Tanah Papua,” ujar Bupati dalam kesempatan kemarin.

Sementara itu Wakil Bupati Fakfak. Donatus Nimbitkendik ketika perayaan Islam Masuk Tanah Papua 8 Agustus 2025 lalu mengatakan ini bukan tentang peringatan masuknya agama islam di tanah papua tetapi toleransi di Fakfak menjadi fondasi kehidupan bersama di Papua Barat. setiap momen keagamaan menjadi momentum untuk menyatukan perbedaan tiga agama besar di Tanah Papua.

Pentingnya filosofi Satu Tungku Tiga Batu juga disampaikan oleh Wakil Presiden (Wapres) RI Prof. Dr. (H.C.) K. H. Ma’ruf Amin, saat mengunjungi Fakfak pada Jumat (14 Juli 2023) lalu. “Filosofi ‘Satu Tungku Tiga Batu’ ini saya budaya yang harus, bukan hanya dilestarikan tapi diberikan nilai-nilai yang bisa menjadi pola hidup.

Bukan hanya slogan, tapi dalam bentuk tatanan kehidupan kita bermasyarakat,” ujar Prof. Dr. (H.C.) K. H. Ma’ruf Amin. Prof. Dr. (H.C.) K. H. Ma’ruf Amin, melihat bahwa sejauh ini filosofi tersebut bisa diterapkan dengan baik di Fakfak. Ia pun memberikan apresiasi kepada masyarakat Fakfak yang terus senantiasa menjaga kerukunan antar umat beragama.

“Saya gembira karena di Fakfak ini semuanya bisa hidup rukun dan saling membantu sesuai dengan falsafah ‘Satu Tungku Tiga Batu’,” jelas Prof. Dr. (H.C.) K. H. Ma’ruf Amin.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles

error: Content is protected !!