21.6 C
New York
Sabtu, September 12, 2026

Buy now

PBI Perkuat Standar Pelayanan Bekam di Papua, Pelatihan Batch 1 Sukses Digelar di Sorong

Sorong – Penguatan kompetensi praktisi bekam di wilayah Papua terus mendapat perhatian. Perkumpulan Bekam Indonesia (PBI) bersama Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Lebah Emas menggelar Pelatihan Bekam Sunnah SOP PBI Batch 1 di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada 5–6 September 2026.

Pelatihan selama dua hari tersebut berlangsung di Gedung SMP Islam Cendekia, milik Yayasan Khittah Muslim Cendekia Papua, dan diikuti sebanyak 11 peserta dari tiga daerah.

Dari jumlah tersebut, dua peserta berasal dari Kabupaten Raja Ampat, satu peserta dari Kabupaten Fakfak, dan delapan peserta berasal dari Kota Sorong.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktisi agar pelayanan bekam kepada masyarakat dilaksanakan dengan mengedepankan standar, keamanan, kebersihan, serta profesionalisme.

SOP PBI Menjadi Fondasi Pelayanan

Pelatihan memberikan perhatian besar terhadap penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) Perkumpulan Bekam Indonesia.

Para peserta dibekali sejumlah materi, mulai dari akhlak juru bekam, akidah dalam pengobatan, anatomi dan titik bekam, perlengkapan, sterilisasi, penanganan limbah, kegawatdaruratan, keorganisasian PBI hingga praktik bekam secara langsung.

Penerapan SOP menjadi salah satu bagian terpenting karena praktisi tidak hanya dituntut mampu melakukan tindakan bekam, tetapi juga memahami prosedur pelayanan yang aman dan bertanggung jawab.

PBI yang diketuai Ustadz H. Ahmad Fatahillah, S.E., M.B.A., merupakan organisasi yang disebut sebagai mitra Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Sementara itu, LKP Lebah Emas yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan diketuai oleh Nursin.

Trainer Nasional PBI: Sertifikat Bukan Akhir dari Belajar

Trainer Nasional Perkumpulan Bekam Indonesia, Pihir Kassor, S.Pd.I., S.Tr.Akup, mengatakan pelatihan di Sorong diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan dua hari semata.

Ia menekankan bahwa setelah kembali ke tempat masing-masing, peserta memiliki tanggung jawab untuk terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan.

“Pelatihan boleh selesai, tetapi proses belajar tidak boleh berhenti. Kita memiliki tanggung jawab keilmuan untuk terus belajar, memperbaiki keterampilan dan menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat,” kata Pihir.

Menurutnya, kemampuan melakukan bekam harus berjalan beriringan dengan kepatuhan terhadap SOP. Praktisi perlu memahami setiap tahapan pelayanan, mulai dari persiapan pasien dan peralatan, pelaksanaan tindakan, sterilisasi hingga pengelolaan limbah setelah tindakan.

“Yang ingin kita bangun bukan hanya kemampuan membekam, tetapi juga budaya pelayanan yang profesional. SOP harus menjadi kebiasaan dalam praktik, sehingga masyarakat memperoleh pelayanan yang prima, aman dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Ia berharap komunikasi antara trainer dan peserta tetap berlangsung setelah pelatihan, termasuk melalui konsultasi dan pendampingan ketika peserta mulai menerapkan ilmu yang diperoleh di tempat praktik masing-masing.

Diharapkan Berlanjut dengan Pelatihan Berikutnya

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut berjalan lancar dan mendapat dukungan dari Yayasan Khittah Muslim Cendekia Papua.

Pelatihan kemudian secara resmi ditutup oleh Ketua Yayasan Khittah Muslim Cendekia Papua, Wahyudi, M.Pd.

Dalam sambutannya, Wahyudi mengapresiasi terselenggaranya Pelatihan Bekam SOP PBI Batch 1 di Sorong. Ia berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan pada waktu mendatang sehingga semakin banyak masyarakat dan praktisi di Papua yang memperoleh kesempatan meningkatkan pengetahuan serta keterampilannya.

Kehadiran peserta dari Sorong, Raja Ampat dan Fakfak juga memberi warna tersendiri pada pelatihan perdana tersebut. Pertemuan lintas daerah itu diharapkan dapat memperluas jejaring praktisi sekaligus mendorong peningkatan kualitas pelayanan bekam di Tanah Papua.

Berakhirnya Pelatihan Bekam Sunnah SOP PBI Batch 1 bukan menjadi titik akhir. Justru dari Sorong, para peserta membawa tanggung jawab baru: mengamalkan ilmu dengan benar, menjaga SOP, terus belajar, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles

error: Content is protected !!