Fakfak – Untuk meyakinkan seorang Investor agar melakukan kegiatan penanaman modal dan investasi pada suatu daerah tidak semuda membalik telapak tangan. Tidak sekedar mengucapkan bimsalabim Abrakadbra, Melainkan butuh kesabaran dan keteguhan niat, karena akan menguras waktu dan tenaga.
Ini bukan tentang memiliki ide yang bagus tapi butuh jaringan dan relasi (Netwrok) yang luas dan kuat. Sama halnya bagaimana Bupati Fakfak. Samaun Dahlan yakinkan Investor yang kini sedang bersiap-siap merealisasikan penanaman modal dan investasi di Fakfak.
Pertanyaan kemudian, sebarapa penting suatu daerah harus ada Investasi. Sederhana saja, membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan asli daerah, pembangunan infrastruktur lebih cepat, mendorong pertumbuhan sekotr lain, serta Alih Teknologi dan Keahlian.
Kehadiran investor, terutama di sektor industri atau teknologi, akan melatih tenaga kerja lokal sehingga meningkatkan keterampilan dan kualitas sumber daya manusia (SDM). Karena itu Kabupaten Fakfak segera menyiapkan diri sambut tiga Investasi yang sedang bergelut dibangun di Fakfak.
Saat ini ada tiga Investasi yang akan segera beroperasi di Kabupaten Fakfak yaitu, Investasi Kelapa Sawit, Investasi Pabrik Pupuk, dan Investasi Blok UBA dan UBB di Wilayah Kabupaten Fakfak
Ketiga investasi ini sedang digenjot kesiapanya oleh Pemda untuk segera beroperasi, Bupati Fakfak. Samaun Dahlan tentunya tidak ingin pembangunan Negeri Mbaham ini jalan ditempat. Harus maju dibangun setara dengan daerah lainya di Indonesia.
Soal kemampuan SDM. Kabupaten Fakfak salah satu daerah yang memiliki asset anak-anak hebat dan pintar diberbagai bidang. SDA pun berlimpah ruah. tergantung bagaimana kita padukan SDM dan SDA menjadi kemajuan daerah.
Pertama, Investasi Migas Blok UBA dan UBB merupakan Proyek PSN yang dikerjakan tahun 2026. Proyek ini mulai kerjakan pemasangan (Jacket) setelah pelaksanaan do`a syukuran beberapa waktu kedepan. 13 Juli 2026 mendatang di Kampung Arguni. Sementara sykuran secara keseluruhan dilaksanakan di Fakfak dan difasilitasi Pemda Fakfak.
Proyek ini telah disosialisasikan ke wilayah distrik terutaa kampung terdampak di kabupaten fakfak. sosialisasi yang dimaksud adalah berkaitan dengan rencana pemasangan kerangka anjungan (Jacket) Lepas Pantai pada Lokasi UBA dan UBB Tahun 2026.
Setelah proses sosialisasi dan perizinan rampung, instalasi struktur jacket (kaki anjungan) di lepas pantai umumnya melalui tahapan teknis berikut:
Pertama, Fabrikasi: Kerangka anjungan dibangun atau dirakit secara modular di daratan (fabrication yard).
Kedua, Transportasi: Struktur dibawa menggunakan kapal tongkang (barge) menuju lokasi lepas pantai.
Ketiga, Peluncuran & Penegakan (Launching & Upending): Kerangka diluncurkan ke laut dan diposisikan dari posisi horizontal menjadi vertikal.
Keempat, Pemancangan & Pengecoran (Piling & Grouting): Kaki anjungan ditancapkan kuat ke dasar laut menggunakan tiang pancang, lalu dikunci dengan semen agar kokoh.
Kedua, Investasi Pabrik Pupuk Kaltim. Proyek Kawasan Industri Pupuk Fakfak adalah Proyek Strategis Nasional (PSN) senilai Rp28,4 triliun yang dikelola oleh PT Pupuk Indonesia (Persero) melalui anak usahanya,
Pupuk Kaltim. Pabrik ini ditargetkan mulai konstruksi pada 2027 dan diproyeksikan memproduksi 1.150.000 ton urea serta 825.000 ton amonia per tahun untuk menyuplai kawasan lumbung pangan Indonesia Timur.
Proyek pabrik pupuk di Fakfak merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) terbesar di wilayah Timur Indonesia. Berikut adalah rincian spesifik dan perkembangan terkini dari proyek tersebut:
Nilai Investasi & Kapasitas: Proyek ini diperkirakan menelan investasi mencapai US$1,6 miliar atau sekitar Rp28,4 triliun. Pabrik ini ditargetkan mampu memproduksi 1.150.000 ton urea dan 825.000 ton amonia setiap tahunnya.
Tujuan Strategis: Selain untuk kedaulatan pangan nasional, fasilitas petrokimia ini akan menjadi penopang utama pasokan pupuk untuk proyek strategis lumbung pangan (food estate) yang tengah dikembangkan di daerah Merauke, Papua Selatan.
Lokasi Pabrik: Sempat direncanakan di Distrik Arguni, pemerintah akhirnya menggeser lokasi pembangunan kawasan industri ke Distrik Tomage karena alasan kondisi tanah dan kelayakan infrastruktur.
Progres Terbaru (2026): Pemerintah Daerah Fakfak menargetkan seluruh proses administrasi dan pembebasan lahan akan dirampungkan pada tahun 2026, sehingga pembangunan konstruksi fisik diharapkan bisa dimulai secara efektif pada awal tahun 2027.
Penyerapan Tenaga Kerja: Pemerintah Kabupaten Fakfak secara tegas menuntut agar proses rekrutmen memprioritaskan warga lokal (OAP) agar masyarakat setempat langsung merasakan manfaat ekonomi dari masuknya investasi berskala besar ini.
Ketiga, Investasi Kelapa Sawit Fakfak : Proyek kelapa sawit di Tomage dan Bomberay yang dikembangkan oleh PT STM Energy Agro seluas 15.960 hektare saat ini tengah memasuki tahap penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) untuk memastikan perlindungan lingkungan dan hak masyarakat adat. Investasi ini diproyeksikan menjadi penggerak ekonomi baru bagi wilayah Fakfak.
Inisiatif perkebunan berskala besar ini memprioritaskan pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus memicu perdebatan dan dinamika di kalangan masyarakat setempat. Berikut adalah beberapa detail penting terkait proyek tersebut:
Skala Lahan: Meliputi lahan seluas 15.960 hektare yang mencakup kawasan Distrik Tomage dan Bomberay, Perusahaan Pengembang: Proyek ini dikelola oleh PT STM Energy Agro.
Progres Saat Ini: Pemerintah Kabupaten Fakfak sedang mengejar penyelesaian AMDAL agar seluruh aktivitas tetap mematuhi regulasi lingkungan dan menghormati hak kepemilikan ulayat.
Dukungan & Tantangan: Meskipun terdapat kesepakatan dari sebagian tokoh dan pemilik hak ulayat, terdapat pula keberatan dari kelompok masyarakat adat terkait implementasi rencana investasi.
Dampak Ekonomi: Proyek ini digadang-gadang sebagai pilar baru untuk menciptakan lapangan kerja dan memberikan lompatan ekonomi.
Bupati Fakfak. Samaun Dahlan mengatakan proyek ini akan serap ratusan bahkan ribuan tenaga kerja dan Kabupaten Fakfak merupakan prioritas dalam perekrutan tenaga kerja, hasil dari kegiatan ini juga akan berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan asli daerah sebagai Insturmen kenaikan APBD Kabupaten Fakfak. termasuk mengurangi angka pengangguran dan membuka banyak lapangan kerja bagi masyarakat.
Mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan daya beli masyarakat, Ini juga sangat membantu program pemerintah melalui program CSAR. Ketika PAD naik maka kesejahteraan aparatur sipil negara bisa terjawab dan sejahtera ditengah efisiensi anggaran pemerintah pusat ke daerah. Salah satu yang kini menjadi problem penting adalah TKD dipotong maka daerah harus lebih kreatif menambah pendapatan daerah untuk membiayai kegiatan daerah.




