21.6 C
New York
Sabtu, September 12, 2026

Buy now

TNI Polri Ikut Lomba Peringatan Islam Masuk Tanah Papua di Fakfak, Wahidin Puarada : Terima Kasih

Fakfak – Tentara Nasional Indonesia dan Polisi Republik Indonesia (TNI/Polri) di Wilayah Kabupaten Fakfak-Provinsi Papua Barat sangat antusias untuk ikut menyukseskan peringatan 666 Tahun Masuknya Agama Islam di Tanah Papua. 8 Agustus 2026 mendatang.

Hal ini diwujudkan dengan keikutsertaan mereka pada kegiatan Lomba Islami dalam rangka memperingati 666 Tahun Masuknya Agama Islam di Tanah Papua. disamping tugas pokok yang diemban setiap saat. Sebetulnya keikutsertaan TNI/Polri ini untuk bagaimana membangun rasa kebersamaan dan kepedulian antar sesama masyarakat.

Keikutsertaan Grup Lomba Islami dari Polres Fakfak mengikuti lomba Sawat dan Hadrat. Mereka tampil dengan mengenakan seragam Polri PDH berjilbab putih bagi Anggota Polwan dan seragam PDH bersongkok putih bagi anggota Bhayangkara.

Peserta Grup Lomba Islami pada, Jumat, 31 Juli 2026 malam dari Polres Fakfak mereka adalah Anak-Anak Asli Fakfak. termasuk juga grup pemandu musik tifa Sawat dan Hadrat, mereka sangat antusias karena bagian dari budaya adat di Kabupaten Fakfak.

Sebelumnya, satu grup dari Persit Kartika Chandra Kirana. Kodim 1803/Fakfak. mereka tampil dipanggung RTH dengan mengikuti Lomba Sholawat. Penampilan mereka mengenakan seragam busana mampu mencuri perhatian masyarakat khususnya pengunjung yang hadir di lokasi RTH.

Selain berseragam stelan yang menarik dan mendinginkan mata penonton. barisan yang diatur sangat serasi dengan gerakan yang kompak membuat mereka lebih percaya diri.

Penampilan Ibu-Ibu Persit KCK Kodim 1803/Fakfak kemarin curi perhatian Panitia bahkan Dewan Juri. Setelah kurang lebih 20 menit diatas panggung diakhiri akhiri dengan salam penutup.

Ketua Panitia. Wahidin Puarada memberikan apresiasi dan menyambut positif grup Lomba Islami dari TNI dan Polri di Fakfak.

Awalnya panitia hanya menyampaikan permohonan pengaman selama berlangsunya kegiatan. Lebih dari itu, kedua institusi ini mengikuti lomba yang sedang berlangsung.

Rasa bangga dan terima Ketua Panitia kepada Dandim 1803/Fakfak dan Kapolres Fakfak dan seluruh jajaranya atas konstribusi yang telah diberikan baik berupa grup Lomba Islami maupun bantauan tenda serta pengamanan, tentu ini menunjukkan rasa peduli terhadap masyarakat

“Selaku Ketua Panitia bersama seluruh Anggota Kepanitiaan yang ada menyampaikan terima kasih kepada Pak Dandim dan Pak kapolres Fakfak atas dukungannya terhadap kegiatan ini, bantuan keamanan, bantuan berupa tenda untuk kegiatan UMKM, serta mengirim grup Lomba Islami. Ini salah satu perhatian yang sangat luar biasa, Good. Terima Kasih”, Terang Wahidin Puarada, Jumat 31 Juli 2026 malam.

Komitmen TNI dan Polri dalam mengikuti Lomba Islami tersebut mereka sudah katakan tidak semata-mata untuk meraih juara, mereka tentunya mengisi dalam rangka memeriahkan dan sukseskan perayaan 666 Tahun Masuknya Agama Islam di Tanah Papua. 8 Agustus 2026.

Wahidin katakan,.pembacaan barzanji dari Ibu-Ibu Persit Kodim 1803/Fakfak sangat bagus dari bacaanya. Wahidin juga mengapresiasi Tarian Sawat serta Hadrat dari Polres Fakfak. keduanya tampil sangat memuaku dan curi perhatian masyarakat khusus penonton yang hadir.

“Intinya semua pada kompak dengan lomba masing-masing”, Singat Wahidin Puarada. Ketua Panitia Perayaan 666 Tahun Masuknya Agama Islam di Tanah Papua. 8 Agustus 2026 mendatang.

Diketahui, Arus sorotan publik terhadap kinerja aparat TNI dan Polri makin tinggi. Mereka tentunya terus berbenah dengan menunjukkan rasa kebersamaan itu ditengah keberagaman dan dinamika masyarakat.

“Cinta Tanah adalah adalah sebagian dari Iman, makin disoroti disitulah makin cinta rakyat kepada TNI dan Polri” kata Prabowo Subianto dikutip dari Tempo.co.

Karena itu keikutsertaan dalam kegiatan lomba islami ini adalah salah satu bagian dari bagaimana membangun rasa cinta dan kasih sayang terhadap masyarakat bangsa indonesia tercinta. Terutama masyarakat Kabupaten Fakfak.

TNI dan Polri adalah institusi yang bukan bukan sekadar bertugas menjaga pertahanan dan keamanan negara, melainkan bagian yang tidak terpisahkan dari rakyat Indonesia, Karena itu, kedua institusi tersebut harus selalu hadir di tengah masyarakat

TNI dan Polri adalah bagian dari rakyat yang memiliki tanggung jawab langsung membantu masyarakat, tidak hanya merupakan penjaga pertahanan dan keamanan negara

Mereka adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dari rakyat Indonesia. TNI dan Polri adalah anak kandung rakyat. Harus berada ditengah rakyat dan selalu bersama rakyat.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles

error: Content is protected !!