21.6 C
New York
Sabtu, September 12, 2026

Buy now

Dua Sisi Jalan di Bali Macet, Menteri Bahlil Lahadalia Diojek

Bali – Dunia terminal bukan hal baru bagi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Bahlil memang sejak masa kecil hingga SMA waktunya habis ia persembahkan kepada dunia terminal bersama rekan-rekan sopir lainya.

Suasana berbeda dari pandangan orang lain namun hal itu biasa bagi dia ketika turun dari kenadaraan jemputan di bali dan memilih naik kendaraan roda dua bersama ajudannya.

Hal ini disebabkan karena sepanjang jalan yang harus dilewati Bahlil berbuntut macet dengan uraian kendaraan cukup panjang. ia harus mengambil inisiatif naik motor bersama ajudannya

Alasan Bahlil tinggalkan kendaraan roda dua yang sempat dikenakan dan memilih naik sepeda motor boncengan ajudanya kejar waktu ke bandara bali menjemput Presiden Prabowo.

“Ini momen yang sulit diuraikan dengan kata-kata mengingat begitu padatnya warya Gilimanuk Bali hari ini (kemarin-red). Selasa, 25 Agustus 2026. menyambut Bapak Presiden Prabowo di Bali membuat arus lalu lintas macet total pada kedua sisi jalan.

Sehingga Pak Menteri ESDM RI kita Bapak Bahlil Lahadalia memilih naik motor yang dikemudian ajudannya sendiri menuju Bandara, ini bukan saja kereeean tapi patten punya”, Kata BMW (Bung Maichael Wattieman) dalam narasinya diuggah mataradarindonesia.com.

Diketahui, Presiden Prabowo Subianto meluncurkan Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) sekaligus melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking di Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa, 25 Agustus 2026 kemarin.

Presiden menegaskan bahwa program tersebut merupakan langkah besar dalam pembangunan energi nasional. Kapasitas PLTS yang akan dibangun mencapai 100 GWp, sementara kapasitas pembangkit listrik Indonesia saat ini berada pada kisaran 88 gigawatt.

“Untuk sebagai bayangan bahwa seluruh listrik Indonesia sekarang 88 gigawatt. Dari batu bara, dari minyak, dari gas, dari panas bumi, semua itu 88 gigawatt. Kita akan membangun 100 gigawatt!” ujar Presiden.

Pembangunan PLTS 100 GWp akan dilakukan secara bertahap. Pada Tahap I, pemerintah menargetkan pembangunan kapasitas sebesar 17 GWp.

Pada tahap awal tersebut, terdapat 14 proyek PLTS dengan total kapasitas 5.216 MWp yang berada dalam berbagai tahapan, mulai dari pembangunan, groundbreaking, peresmian, hingga persiapan tender.

Presiden menegaskan bahwa pemerintah serius merealisasikan program tersebut dan menargetkan pembangunan kapasitas PLTS nasional sebesar 100 GWp dalam waktu tiga tahun.

“Kita tidak main-main, target kita adalah 100 gigawatt dalam 3 tahun,” tegas Presiden.

Program PLTS 100 GWp dikembangkan melalui berbagai skema, antara lain PLTS ground mounted, PLTS atap, dan PLTS terapung. Pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas pemanfaatan energi baru dan terbarukan sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Peluncuran program tersebut menandai dimulainya langkah besar pemerintah dalam membangun kapasitas energi surya nasional secara masif dan bertahap.

“Karena itu tadi sudah dilaporkan Menteri ESDM sekian penghematan, sekian dan semua saya nggak akan ulangi. Ya, supaya pidato jangan terlalu lama,” ujar Presiden

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles

error: Content is protected !!