Fakfak – Sorotan publik terhadap kinerja Bupati dan Wakil Bupati Fakfak adalah hal yang wajar dan sah-sah saja, namun dibalik itu oublik juga bisa melihat persoalan secara realistis. salah satu yang menjadi sorotan Bupati dan Wakil Bupati Fakfak. Samaun Dahlan – Donatus Nimbitkendik saat ini adalah soal kekeringan air bersih maupun kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Fakfak selama kurang lebih 1 bulan berjalan.
Harus disadari dan diketahui bahwa kekeringan air bersih maupun kebakaran hutan dan lahan tidak saja terjadi di Kabupaten Fakfak – Provinsi Papua Barat. Namun melanda sejumlah daerah di tanah air. dari Kalimantan, Sumatera bahkan di Wilayah Papua. ini bencana alam. bukan suatu kebijakan yang sengaja dilakukan untuk menyusahkan serta meresahkan warga. Polri dalam hal ini Polres Fakfak juga melakukan langkah-langkah kongkrit dengan melayani air bersih secara gratis kepada warga terutama tempat-tempat rumah ibadah di Kabupaten Fakfak.
Soal kekeringan air bersih karena saat ini sumber air yang menjadi salah satu andalan Kabupaten Fakfak yaitu, Kalimati telah turun drastic bahkan mengalami kekeringan sehingga tidak mampu menyuplai air ke pelanggan melalui bak penampung yang telah disediakan, sementara ir besar hanya bisa menjangkau pelanggan yang terdekat seperti di seberang dan sekitranya, sementara wilayah Wagom dan puncak terpaksa mengalami krisis air bersih sehingga bisa mengandalkan penyaluran air tanki. sebetulnya ini karena kondisi alam bukan karena sebuah kebijakan.
Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lingkungan (Karhutlah) melanda belasan provinsi di Indonesia. termasuk sejumlah Kabupaten di Wilayah Provinsi Papua Barat. salah satu diantaranya adalah Kabupaten Fakfak. saat ini BPBD, TNI dan Polri serta elemen masyarakat lainya kini terus berjibaku berjuang dan bekerja keras memadamkan api yang kian terus merembet kemana-mana, kebakaran hutan dan lahan ini mengakibatkan asap tebal yang dapat menimbulkan terjadi kabut dimana-mana, cuaca mendung tapi tidak berpotensi hujan karena kabut tersebut hanyalah kabut asap api.
Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia pada tahun 2026 memang mengalami lonjakan yang sangat signifikan. Berdasarkan data Kementerian Kehutanan, luas lahan yang terbakar hingga kuartal ketiga tahun ini telah melampaui 202.010,96 hektare, dipicu oleh kondisi cuaca ekstrem. Papua Barat sumbang 2.496,39 Luas Lahan Kebakaran Hutan dan itu salah satunya terbesar dari Kabupaten Fakfak. semua pihak diminta untuk terus waspada tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan serta hemat air bersih agar tidak mengalami krisis air disetiap rumah.
Bupati Fakfak. Samaun Dahlan saat membacakan pengantar nota keuangan perubahan APBD Fakfak Tahun anggaran 2026. menyoroti kondisi Karhutlah yang menimbulkan udara kotor dan tersebar saat ini. Bupati imbau kepada seluruh masyarakat untuk terus waspada dan ajak stakeholder untuk tetap mengantisipasi terjadinya dampak karhutlah saat ini. ia sampaikan semua komponen bersama-sama ciptakan rasa aman terhadap masyarakat.
“Sebelum saya akhiri pidato ini, selaku Bupati dan Wakil Bupati Fakfak ingin mengingatkan dan menghimbau serta mengajak kita semua, seluruh masyarakat Kabupaten Fakfak dari Tanjung Besi Karas sampai Tanah Rata Tomage, agar lebih berhati-hati terhadap Fenomena alam saat ini yaitu cuaca panas yang berkepanjangan serta kabut asap dimana-mana dan kebakaran hutan/lahan disejumlah tempat.”, Mintanya
Bupati ajak semua masyarakat agar sikpai fenomena alam ini sebagai suatu musibah alam dan dapat disikapi seara bijak. pemerintah terus memantau dan terlibat langsung dalam mengendalikan kondisi alam tersebut. semoga semua pemerintah dan masyarakat senantiasa diberikan kekuatan dalam melewati masa-masa seperti saat ini.
“Mari kita sikapi venomena ini dengan bijak seraya memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar cepat berlalu dan kita selalu diberi kekuatan dan kesehatan sehingga bisa kita lalui situasi ini.
Mari bersatu dalam menghadapi segala tantangan dengan menjalin tali silaturahim dan merajuk tali persaudaraan sesama anak bangsa dalam bingkai Bihneka Tunggal Ika dengan moto Satu Tungku Tiga Batu
Satu Hati Satu Saudara, Idu-idu manina jojo menuju FAKFAK MEMBARA yaitu Fakfak yang mandiri, Fakfak yang sejahtera, Fakfak aman, dan Fakfak berdaya saing berlandaskan keberagaman. Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh.”, Harap Bupati. Samaun Dahlan.
Bupati Fakfak Samaun Dahlan mengeluarkan 10 imbauan pencegahan Karhutlah menyusul meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap akibat cuaca panas ekstrem di wilayah Kabupaten Fakfak, terutama di Distrik Bomberai dan Tomage.,Berikut adalah poin-poin penting imbauan pencegahan kebakaran hutan dan lahan :
- Tidak Membuka Lahan dengan cara membakar hutan atau semak belukar.
- Tidak Membuang Puntung Rokok sembarangan di area rentan atau kering.
- Menghindari Pembakaran Sampah terutama saat cuaca panas dan berangin.
- Memastikan Api Padam secara total jika terpaksa melakukan aktivitas pembakaran yang diizinkan.
- Meningkatkan Kewaspadaan terhadap kondisi lingkungan sekitar selama musim kemarau dan cuaca ekstrem.
- Melaporkan Titik Api atau kepulan asap kepada aparat kampung, petugas pemadam kebakaran, atau BPBD secepatnya.
- Warga dari Tanjung Besi Karas hingga Tanah Rata Tomage diminta lebih berhati-hati menghadapi kabut asap dan ancaman krisis air.
- Memadukan Ikhtiar dan Doa bersama agar fenomena cuaca panas berkepanjangan ini segera berlalu




